
Setibanya di kota tujuan, Gatra menyewa sebuah penginapan. Memilih satu kamar dengan dua tempat tidur. Sebenarnya Gatra ingin memesan dua kamar, tetapi Zety menolak karena dia belum pernah menginap di hotel sendirian. Dia masih terlalu takut. Akhirnya, Gatra pun hanya mengiyakan.
Selama berada di sana, Gatra mengajak Zety menyambangi tempat wisata dan selalu mengajak makan di restoran mewah. Tentu saja Zety merasa kagum dengan semuanya. Meskipun terkesan norak, tetapi tingkah Zety yang apa adanya justru membuat Gatra tersenyum. Merasa terhibur oleh gadis itu.
"Mas, kapan kita pulang?" tanya Zety. Saat mereka sedang berada di kamar. Gatra yang sedang fokus dengan laptopnya pun mengalihkan pandangannya menatap Zety yang terlihat bosan.
"Kamu sudah bosan di sini?" Gatra bertanya balik. Namun, Zety menggeleng cepat.
"Aku masih suka di sini, tapi ...." Zety menggantungkan ucapannya. Merasa ragu dan khawatir akan menyinggung perasaan Gatra.
"Tapi apa?" Gatra tidak sabar sendiri. Bahkan, lelaki itu sampai bangkit duduk dan menatap Zety dengan tatapan yang susah dijelaskan dan membuat Zety salah tingkah.
"Aku kepikiran Markonah. Pasti dia kesepian di rumah. Makan sendiri, tidur sendiri, cuci baju sendiri," gumam Zety. Namun, gadis itu tiba-tiba menepuk keningnya, dan Gatra terkekeh saat melihatnya. "Kenapa aku malah hafalin lirik lagu," imbuh Zety.
"Emang biasanya kamu nyuapin dia? Ngelonin sama cuciin baju dia?" Gatra tersenyum, sedangkan Zety mencebik kesal mendengar ledekan Gatra.
"Jangan nyebelin sih, Mas!" Zety menutup wajahnya malu-malu.
"Aku tuh sebenarnya sangat penasaran kenapa kamu bisa sangat dekat dengan para sahabatmu. Hubungan kalian itu luar biasa sih menurutku. Apalagi dengan Margaretha, kamu dan dia seperti dua mata koin yang tidak terpisahkan," ucap Gatra. Jujur, lelaki itu merasa kagum dengan persahabatan Somplak sekawan tersebut.
"Ya, karena kita satu server, Mas. Kita itu senasib sepenanggungan lah kalau bahasa kasarnya. Sama-sama anak rantau yang berjuang di kota yang keras. Ya, walaupun semua sekarang berbeda. Kurap dapat laki tajir, Zaenab ternyata anak orang kaya," celoteh Zety. Merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut sampai sebatas leher. Tanpa diketahui, Gatra pun melakukan hal yang sama. Rebahan di atas tempat tidurnya sendiri dan menarik selimut sampai sebatas perut.
__ADS_1
"Lalu kamu?" tanya Gatra. Memiringkan tubuhnya dan menatap Zety yang sedang memejamkan mata.
"Aku? Aku mah masih Zety yang dulu. Anak rantau, karyawan restoran, hidup di kontrakan. Haha." Zety tertawa miris. Andai Zety menceritakan siapa dia sebenarnya, mungkinkah mereka akan percaya. Zety menggeleng, tidak ingin berpikir hal yang aneh-aneh. "Satu hal lagi, aku ini jomlo mengenaskan."
"Aku juga jomlo," timpal Gatra.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita jadian," celetuk Zety. Memiringkan tubuhnya menatap Gatra yang saat ini sedang terdiam. Wajah Gatra terlihat datar karena masih tercengang dengan ucapan Zety barusan. "Jangan dianggap serius, Mas. Aku cuma bercanda." Zety menutup tawa, sedangkan Gatra mendengkus kasar.
"Kamu jangan bikin aku baper, deh." Gatra beralih telentang karena tidak ingin Zety tahu kalau dirinya sedang salah tingkah saat ini.
"Enak, Mas. Baper coklat, keju ...."
"Berapa lapis? Ratusan! Hahaha seperti cintaku padamu." Kali ini, Gatra tak kuasa menahan tawa mendengar gombalan Zety. Dia tidak menyangka kalau Zety akan seberani itu merayu dirinya.
"Lebih baik kita tidur sekarang. Besok pagi aku akan ajak kamu jalan-jalan di tempat paling indah." Gatra membalik badan, memunggungi Zety.
"Baiklah, jangan lupa mimpiin aku ya, Mas. Kita 'kan tidurnya deket, nanti kita bisa saling sapa di mimpi. Good night." Zety juga berbalik. Sementara Gatra hanya diam tidak menjawab. Padahal lelaki itu saat ini sedang tersenyum sendiri.
"Kenapa aku bisa tergoda oleh rayuan Zety. Sungguh terlalu," gerutu Gatra.
Tidak mendengar jawaban Gatra, Zety pun berusaha memejamkan mata. Dia merasa canggung, tetapi dia akan belajar untuk terbiasa.
__ADS_1
Mungkin untuk saat ini aku akan belajar mengejar cinta Mas Gatra, meskipun aku harus merendahkan sedikit harga diriku. Tapi bila memang kita tidak berjodoh, aku akan perlahan pergi. Aku yakin rencana Tuhan pasti sangatlah indah.
••••
Hallo guys, apa kabar kalian?
kemana aja elu, Thor? kok jarang update.
maaf ya guys, Othor sedang dalam masa pemulihan. Bukan hanya cinta Othor ke kalian yang naik, tapi asam lambung Othor juga ikutan naik.
Othor usahakan tetap bisa update meskipun slow 🙏🙏
kalau sudah benar-benar sembuh, Othor bakalan rajin update lagi.
terima kasih atas dukungan dana kesetiaan kalian.
l love you All 😘
Seperti biasa, Othor bawa rekomendasi novel untuk kalian.
Jangan lupa mampir ☺️☺️
__ADS_1