Terjerat Cinta Sang Bos

Terjerat Cinta Sang Bos
55


__ADS_3

Suasana di sana terasa mencekam. Ekor mata Margaretha melirik sekitar. Padahal ada beberapa orang yang berlalu-lalang, tetapi Margaretha merasa dirinya seperti di kuburan atau ruangan gelap. Sangat senyap. Apalagi saat melihat sorot mata lelaki itu yang tampak seperti hendak menerkamnya.


"Aku tidak menyangka kita bertemu di sini," kata lelaki itu. Seringai terlihat jelas di sudut bibirnya. Margaretha tidak mau berbicara dan keringat telah membasahi dahinya. Secepat kilat Margaretha berbalik dan berlari kencang. Berharap lelaki itu tidak mengejar. Napasnya terengah bahkan jantungnya seperti akan berhenti saat itu juga. Margaretha menoleh ke belakang dan melihat lelaki itu sedang berjalan setengah berlari untuk mengejarnya. Margaretha pun makin mempercepat larinya, dan ....


Bruk!


Lagi-lagi Margaretha terjerembab saat menabrak seseorang. Margaretha merasa khawatir dan tidak berani mendongak sama sekali. Namun, saat mendengar suara yang tidak asing baginya seketika membuat Margaretha mengangkat kepala.


"Kamu kenapa?" tanya Kiano heran. Menatap wajah Margaretha lekat. Ketakutan masih tampak jelas memenuhi wajah gadis itu.


Margaretha tidak langsung menjawab. Menoleh ke belakang dan mengembuskan napas lega saat tidak melihat lelaki tadi. Kiano yang melihat itu pun makin merasa heran.


"Hei! Kenapa kamu tidak menjawab? Apa ada sesuatu hal yang terjadi?" Kiano memberondong Margaretha dengan banyak pertanyaan.


"A-aku baik-baik saja." Margaretha menjawab terbata karena masih merasa takut sekaligus cemas.


"Kamu yakin?" tanya Kiano memastikan. Ekor mata Kiano melirik ke sekitar dan melihat seseorang yang sedang bersembunyi di balik tembok dan mengintipnya. Kiano pun tersenyum samar, sedangkan Margaretha mengangguk cepat. "Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang. Andra barusan menghubungiku."


"Andra?" Margaretha mengerutkan kening saat mendengar nama Andra disebut.


"Ya, bukalah pesan darinya. Dia bilang mengirimi kamu pesan, tapi tidak dibalas," kata Kiano. Margaretha segera bangkit berdiri dan mengambil ponsel dari dalam tas selempang miliknya. Lalu melihat sebuah pesan dan beberapa panggilan dari Andra.


Kamu di mana? Bukankah sudah kukatakan kalau jangan pergi sebelum aku menjemputmu! Bisakah kamu menurut? Ini semua demi keselamatanmu!


Margaretha mendes*hkan napas ke udara saat membaca pesan tersebut. Dia yakin kalau Andra pasti sedang gelisah sekarang. Margaretha pun segera membalas pesan tersebut dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja. Setelahnya, Margaretha dan Kiano ke menemui Zety terlebih dahulu untuk meminta izin pulang.


"Lu dari mana, Mar?" tanya Zety. Merasa sedikit heran dengan wajah Margaretha yang masih tampak pucat.

__ADS_1


"Gue di depan. Suk, gue mau pulang dulu." Margaretha meminta izin.


"Dengan siapa?" Zety celingukan dan tidak melihat keberadaan Andra di sana.


"Saya yang akan mengantarnya, Nona." Kiano menjawab. Zety pun membulatkan bibir dan mengiyakan. Lalu kedua orang itu pun berpamitan pergi dan Zety hanya mengantar sampai ambang pintu karena dirinya akan menjaga sang papa.


***


Saat Margaretha dan Kiano baru saja sampai di kontrakan, mereka langsung disambut oleh Andra yang sudah memasang wajah marah. Margaretha sedikit takut saat melihat sorot mata Andra yang menajam ke arahnya.


"Apakah kamu tidak mendengarkan perintahku?" Pertanyaan Andra terdengar penuh penekanan.


"Maafin gue. Gue mau tidur dulu, udah capek." Margaretha berlalu begitu saja tanpa peduli pada teriakan Andra yang terus memanggil namanya.


Andra mendengkus kasar saat tidak lagi melihat Margaretha. Setelahnya, Andra pun meminta Kiano untuk masuk terlebih dahulu, tetapi lelaki itu menolak karena dirinya harus segera ke rumah sakit. Kiano tidak bisa meninggalkan Zety terlalu lama.


"Sama-sama, Ndra. Oh iya, hati-hati di sekitarmu, Ndra. Barusan ada hal mencurigakan dan Margaretha terlihat ketakutan." Kiano berbicara setengah berbisik. Berjaga-jaga barangkali ada yang mendengar omongan mereka.


"Ya, akan kupastikan tidak akan lengah lagi."Andra berbicara yakin. Kiano pun mengangguk mengiyakan lalu bergegas pergi. Ketika motor Kiano sudah lenyap dari pandangan, Andra segera masuk kembali. Dia mengetuk pintu kamar Margaretha dan meminta gadis itu untuk segera keluar. Namun, tidak ada sahutan sama sekali.


Andra berbalik dan hendak kembali ke ruang depan. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar pintu terbuka dan dia melihat Margaretha keluar dari balik pintu. Andra mengamati wajah Margaretha dengan seksama.


"Ada apa?" Margaretha berusaha terlihat biasa saja.


"Katakan padaku hal apa yang terjadi tadi?" Andra bertanya begitu menuntut jawaban.


"Tidak ada papa." Margaretha menjawab singkat. Dia merasa sedikit enggan jika harus mengatakan semuanya.

__ADS_1


"Mar, ingat! Jangan pernah kamu tutupi hal apa pun dariku. Bukankah Om Eldrick sudah mengatakan kalau aku jadi pengawalmu sekarang? Kalau sampai ada sesuatu hal terjadi denganmu maka aku yang akan disalahkan!"


"Ya, gue minta maaf sama elu. Gua barusan ketemu sama lelaki itu." Suara Margaretha terdengar berat.


"Apa dia menyakitimu?" tanya Andra penuh kekhawatiran. Margaretha menggeleng lemah.


"Gue lari dan beruntung ketemu Kiano," sahut Margaretha. Andra menghela napas lega. "Ndra, gue takut."


"Jangan takut. Aku akan berusaha untuk menjagamu." Andra berbicara yakin.


"Kalau orang itu ngebunuh gue sama seperti apa yang dia lakukan pada orang tua gue?" Tanpa terasa Margaretha menitikkan air mata. Dengan cepat Andra memeluk gadis itu erat.


"Dan aku tidak akan pernah membiarkan satu orang pun menyakitimu. Aku akan selalu menjagamu dan kupastikan dirimu dalam keadaan baik-baik saja." Andra berbicara yakin. Tanpa sadar Margaretha membalas pelukan Andra karena merasa nyaman apalagi saat mendengar ucapan lelaki itu.


Aku harus bertindak cepat sebelum orang itu menyakiti Margaretha. Akan kupastikan tidak ada siapa pun yang bisa menyakiti gadis ini.


😜😜😜


Hallo hai, Guys.


Gimana nih? Masih semangat buat lanjutin cerita ini?


Kisah Markonah skip sebentar ya, ada yang mau mantenan πŸ˜†


Thor! Oe!


Gatra gimana? Kok dia malah hilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Tenang ... Semua kendali ada di tangan Othor πŸ˜†πŸ˜† dukungan jangan lupaπŸ™ˆ


__ADS_2