Terjerat Cinta Sang Bos

Terjerat Cinta Sang Bos
06


__ADS_3

Sesudah selesai buang air kecil, dua gadis itu kembali ke tempat di mana Rasya dan Zahra masih sibuk memilih-milih. Padahal dalam troli belanja sudah hampir penuh, tetapi Rasya seolah belum puas. Masih terus memilih apa pun yang sekiranya menarik dan langsung memasukkan ke troli tanpa banyak berpikir.


"Astaga, Ra. Banyak amat. Kenapa kagak sekalian aja elu borong seisi toko ini." Zety menggeleng, tetapi Rasya justru melirik sekilas lalu kembali fokus memilih-milih.


"Jangan macem-macem, ibu hamil itu biasanya sensi dan mudah tersinggung. Elu salah bicara dikit aja, bisa kelar hidup elu, Suk," bisik Margaretha.


"Gue lupa." Zety juga membalas dengan berbisik.


"Kalian jangan bisik-bisik, deh. Percuma. Telinga gue masih bisa denger dengan baik. Mending sekarang kita ke kasir terus makan. Gue udah laper banget." Rasya mengusap perut buncitnya yang sudah merasa lapar.


Baru saja Rasya berbicara seperti itu, datanglah tiga orang bertubuh kekar, memakai kemeja hitam dan langsung membungkuk hormat di depan Rasya.


"Anda sudah selesai berbelanja, Nona?" tanya salah satu di antara mereka. Rasya hanya mengiyakan dan tanpa berbicara apa pun lagi. Entah kenapa, moodnya mendadak buruk saat bayangan Pandu yang pergi secara mendadak kembali mengangguk pikiran dan perasaannya.


"Kalau begitu, lebih baik sekarang Anda langsung pulang dan biarkan barang-barang ini menjadi urusan kami," sahutnya sopan.


"Baiklah. Jangan sampai ada yang terlewat satu pun," ucap Rasya. Kemudian, dia pergi bersama ketiga sahabatnya menuju ke salah satu tempat makan yang cukup ramai meskipun masih ada beberapa meja kosong di sana. Mereka pun segera duduk di salah satu meja kosong dan tak lupa memesan banyak makanan terutama yang memiliki citarasa sangat pedas.


Walaupun hanya berempat, tetapi mereka sangat heboh. Bahkan, gelakan tawa mereka kadang terdengar keras hingga membuat beberapa pengunjung di sana mengalihkan perhatian. Namun, Rasya dan sahabatnya tidak peduli dan tetap asyik bercanda.


"Zae, makanan ini elu yang bayarin ya. Gue belum gajian." Zety menatap beberapa makanan yang tersaji di depan mereka. Air liurnya serasa menetes saat melihat berbagai hidangan makanan yang sangat jarang bahkan ada yang belum mereka cicipi.


"Sama, gue juga belum gajian. Lagian, Zaenab 'kan sekarang udah jadi anak orang kaya. Bayar makanan segini mah kecil pastinya." Margaretha mengompori.


"Gampang itu mah. Silakan kalian makan sepuasnya. Gue juga mau beliin buat anak panti. Nanti kita pulang mampir ke sana dulu," ucap Zahra. Menyantap makanan yang berada di depannya.

__ADS_1


"Gue salut sama elu, Zae. Masih tetep Zaenab yang dulu meski status elu kini udah berubah." Zety menepuk pundak Zahra cukup kencang.


"Elu itu mau muji gue apa mau nganiaya gue, Suk!" Zahra mengusap bekas tepukan Zety yang terasa sedikit memanas. Bukannya minta maaf, Zety justru tergelak keras. Namun, tawa Zety meredam seketika hingga membuat ketiga sahabatnya terheran-heran.


"Kenapa, Suk?" tanya Rasya melambaikan tangan tepat di depan wajah Zety.


"Mar, gue lihat cewek cakep itu lagi," ucap Zety tanpa mengalihkan pandangannya dari Shifa.


"Cewek cakep?" Zahra dan Rasya bertanya bersamaan, sedangkan Margaretha memusatkan pandangannya ke tempat di mana telunjuk Zety mengarah ke tempat Shifa. Rasya dan Zahra pun melakukan hal yang sama.


"Dia siapa?" tanya Zahra. Keningnya terlihat mengerut dalam mengamati sosok Shifa yang memang terlihat sangat imut.


"Entah, tuh. Suketi kesambet di toilet tadi sampai terpesona bidadari toilet," sahut Margaretha asal.


"Diem! Diem! Tuh cewek cantik juga mau makan di sini." Zety menepuk pundak Margaretha cukup kencang. Tanpa peduli pada rintihan sahabatnya, Zety tetap menatap Shifa yang benar-benar membuatnya terpesona.


"Tunggu dulu, Suk. Bukannya itu Mas Gatra?" Pertanyaan Zahra berhasil mengejutkan mereka yang memang melihat Gatra berjalan cepat di belakang Shifa. Mereka makin terkejut saat melihat Shifa yang terlihat akrab mengobrol dengan Gatra.


"Kira-kira, itu cewek siapa ya?" tanya Margaretha. Ketiganya menggeleng karena memang tidak mengenali siapa Shifa.


"Jangan-jangan itu pacarnya Mas Gatra," celetuk Zahra begitu saja.


"Ah iya, bisa jadi!" Margaretha dan Rasya menyahut bersamaan. Sementara Zety justru tampak muram. Rasya yang melihat itu pun menjadi curiga, tetapi dia hanya diam-diam mengamati.


•••••

__ADS_1


Selamat pagi guys,


hallo Thor, kok sekarang jarang update? udah gitu sekali update pelit banget cuma satu bab 😂


Maafin Othor ya, awal bulan Othor sibuk banget di dunia nyata. Othor janji kalau udah enggak sibuk bakal crazy up buat kalian 😘


bab selanjutnya masih Othor ketik ya


sambil nunggu Suketi update lagi, Othor kasih rekomendasi novel buat kalian. Masih anget kaya hubungan kita 🙈😂😂


Judul : Pandeka (Dendam Sang Mafia)


Blurb ....


Melihat sang ayah dibantai dan mati dihadapannya, membuat Deka trauma. Apalagi sejak sang ayah tiada, dia dipelihara dan dididik oleh seorang mafia, membuat Deka tumbuh menjadi sosok yang dingin dan kejam.


Bertahun-tahun dia mencari orang yang tega melenyapkan ayahnya, namun tak pernah dia temukan.


Dan pertemuannya dengan Starla yang super ceria, membuat sikap serta hidup Deka perlahan mulai berubah, mereka akhirnya saling jatuh cinta. Namun sebuah kenyataan membuat Starla meninggalkan Deka.


Deka merasa hancur dan terluka, apalagi saat sebuah rahasia besar akhirnya terbongkar, dia tak bisa lagi menahan diri.


Bagaimana kisah seru nya?


__ADS_1


__ADS_2