Terjerat Cinta Sang Bos

Terjerat Cinta Sang Bos
57


__ADS_3

Ruang tamu di rumah milik Bram tampak ramai. Meskipun pernikahan Zety dan Kiano digelar secara mendadak, nyatanya Bram bisa menyiapkan dekorasi pesta di ruangan tersebut meskipun tidak mewah. Anak buah Bram lah yang dikerahkan untuk mengerjakan semuanya. Bram pun memanggil seorang MUA untuk merias wajah Zety. Awalnya Zety menolak dan ingin sederhana saja, tetapi Bram tidak kalah akal. Dia meminta bantuan ketiga sahabat Zety untuk merayu putrinya meskipun yang bisa datang lebih awal hanya Margaretha. Dengan terpaksa, Zety hanya diam saat MUA tersebut mulai bermain di wajahnya.


"Gue kagak nyangka kalau elu bakal nikah secepat ini, Suk." Margaretha menggeleng tidak percaya. Semua masih terasa seperti mimpi untuknya.


"Gue juga sama aja." Zety menyahuti.


"Kalau gitu, habis ini gue mau nyolong kembang elu ini. Elu pura-pura kagak tahu aja ya, Suk," kata Margaretha. Zety seketika menoleh dan menatap malas ke arah sahabatnya.


"Gue doain lu cepet nikah sama Andra."


"Aamiin," kata Margaretha secara refleks. Di detik selanjutnya Margaretha menutup mulut karena telah keceplosan, sedangkan Zety terkekeh sendiri. "Kenapa harus Andra sih, Suk!"


"Ya emang siapa lagi? Cuma Andra yang deket sama elu. Lagian nih, ya. Andra 'kan juga cakep, gagah, macho."


"Tapi mulutnya kaya bubuk cabe level dewa. Pedes gila!" sambung Margaretha. Zety lagi-lagi tertawa. Namun, hanya sesaat karena MUA itu menyuruh Zety untuk terdiam terlebih dahulu agak riasan wajahnya tidak berantakan.


***


Bram sudah duduk di depan meja yang digunakan sebagai saksi bisu acara sakral itu. Berhadapan dengan Kiano yang tampak gugup. Tidak ada keluarga Kiano yang hadir karena lelaki itu memang tidak memiliki siapa pun di sini. Seorang penghulu pun duduk tepat di samping Bram. Menuntun jalannya acara ijab kabul tersebut.


"Kamu sudah siap, Ki?" tanya Bram. Menjabat tangan Kiano yang langsung disambut oleh lelaki itu. Meskipun Kiano berusaha untuk tetap terlihat tenang, tetapi Bram bisa tahu kalau Kiano sedang sangat gugup saat ini. Terbukti dari tangannya yang basah karena keringat dingin.


"Sudah, Tuan." Kiano menjawab yakin. Dia melirik tempat kosong di sebelahnya. Seharusnya Zety duduk di sana, tetapi Bram justru melarang Zety untuk keluar sebelum ijab kabul selesai dilaksanakan. Akhirnya, Zety hanya melihat ijab kabul tersebut di kamar bersama ketiga sahabatnya. Entah mengapa, Zety merasa sangat gugup.


"Sebelum dimulai, aku ingin mengatakan beberapa hal padamu, Ki. Aku menitipkan Zety padamu. Tolong, jagalah dia dengan segenap jiwa dan ragamu. Aku yakin kamu bisa melimpahinya dengan kasih sayang dan perhatian. Setelah ijab kabul ini terlaksana maka Zety menjadi tanggung-jawabmu. Jangan sakiti ataupun bentak dia. Ketika salah, maka ingatkanlah dengan cara baik-baik. Apa kamu bersedia?" tanya Bram lagi.

__ADS_1


"Saya bersedia, Tuan." Kiano menjawab tanpa keraguan sama sekali. Senyum Bram pun merekah sempurna.


"Baiklah. Kita mulai."


"Bismillahirrahmanirrahim. Saudara Kiano Arman Prasetyo bin Eric Candra, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Zety Kirania binti Bram Pradana dengan maskawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat lima puluh gram dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Zety Kirania binti Bram Pradana dengan maskawin tersebut, tunai!" ucap Kiano lantang dalam satu helaan napas.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah!"


"Alhamdulillah."


Zety yang melihat itu pun berusha keras menahan air matanya agar tidak terjatuh. Dia tidak ingin riasan wajahnya memudar. Ketiga sahabat Zety pun saling berpelukan erat dan menangis haru.


"Iya, Suk. Selamat. Doain gue cepet nyusul elu." Margaretha pun melakukan hal yang sama.


"Selamat ya, Suk. Setelah ini lu bakal praktek betapa nikmatnya surga dunia itu," celetuk Zahra. Langsung mendapat tonyoran dari ketiga sahabatnya.


"Kalian kenapa, sih!" Zahra bersikap seolah tak berdosa.


"Mulut elu kenapa sekarang jadi mesum gini," cebik Margaretha.


"Gue cuma bicara faktanya." Zahra membela diri. Sementara Zety hanya diam karena jantungnya berdebar kencang saat mendengar namanya disebut untuk keluar saat itu juga.

__ADS_1


Dengan langkah perlahan Zety berjalan sembari diiringi ketiga sahabatnya. Beberapa orang yang diundang oleh Bram pun, perhatian mereka terpusat pada keempat sahabat somplak. Apalagi Kiano yang terpukau melihat betapa cantiknya Zety dengan balutan gaun pengantin.


Ketika sudah sampai di samping Bram, Zety tidak berani mendongak sama sekali. Dirinya merasa grogi saat harus berhadapan dengan Kiano yang saat ini telah resmi menjadi suaminya. Jika biasanya Zety bersikap berani pada Kiano, tetapi tidak untuk saat ini. Gadis itu justru tampak sangat gugup.


"Zet, kamu tidak ingin mencium tangan suamimu?" tanya Bram. Menyadarkan Zety. Dengan gerakan sedikit kaku, Zety menarik tangan Kiano dan langsung mengecup punggung tangan lelaki itu. Hal tersebut langsung mendapat sorakan dari mereka yang hadir terutama sahabat-sahabat Zety.


Kiano pun membisu dan juga merasa gugup. Jantungnya berdebar kencang saat Zety mengecup punggung tangannya tadi. Ada perasaan aneh yang baru dia rasakan saat ini. Apalagi, dirinya jarang atau bahkan tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenis. Membuat Kiano makin merasa berdebar-debar.


"Kecup! Kecup! Kecup!"


Rasya, Margaretha, dan Zahra terdengar heboh sendiri. Meminta Kiano agar mengecup Zety. Kiano pun terlihat ragu-ragu apalagi saat melihat Zety yang memberi kode padanya agar tidak melakukan hal itu. Namun, Kiano justru menarik tubuh Zety dan mengecup kening gadis itu cukup lama.


Rasanya, jantung Zety seperti akan meledak. Wajahnya sudah bersemu merah, tetapi dia sangat gugup apalagi saat mendengar teriakan ketiga sahabatnya. Zety berusaha untuk menjauhkan tubuhnya, tetapi Kiano justru makin mengeratkan rangkulannya di pinggang Zety. Lalu memajukan wajahnya. Secara refleks, Zety pun memejamkan mata.


"Istriku."


Satu kata yang terlontar dari mulut Kiano membuat wajah Zety makin bersemu merah. Gadis itu menjadi salah tingkah sendiri.


🤪🤪🤪


Othor mau nanya nih?


Kalian mau Kisah Margaretha lanjut di sini atau terpisah dengan judul baru?


silakan jawab di kolom komentar, Guys 🤭🤭

__ADS_1


Othor tunggu 😁😁


__ADS_2