Terjerat Cinta Sang Bos

Terjerat Cinta Sang Bos
58


__ADS_3

"Ya Tuhan, kenapa gue paling mengsad di sini?" keluh Margaretha. Pasalnya hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan resmi saat ini. Ketiga sahabatnya sudah bergelar istri, sedangkan dirinya masih saja setia menyandang gelar joker alias Jomlo Kere.


"Makanya buruan nikah, Mar. Apa mau gue bilangin ke Andra biar nikahin elu sekarang aja?" goda Zahra yang saat ini sedang bersandar di bahu Arga.


"Iya, mumpung penghulunya masih di sini." Rasya pun ikut menggoda. Sementara Zety hanya diam dan merasa gugup karena Kiano sejak tadi terus saja berdiri di belakangnya.


"Ogah! Kalian kalau ngomong jangan ngaco deh!" cebik Margaretha. Bersidekap kesal.


Pandu yang sejak tadi diam pun mengajak Rasya untuk pulang. Karena sudah waktunya mereka berisitirahat apalagi Baby Bisul yang sudah mulai rewel. Rasya pun hanya menurut dan berpamitan pada Bram juga Zety, begitu juga dengan yang lainnya. Setelah kepergian mereka, Zety merasa hampa dan canggung.


"Tidurlah, Nona. Sudah waktunya Anda beristirahat." Kiano berbicara sopan. Melirik jam yang sudah menunjuk angka delapan malam.


"Nanti. Aku masih mau ke kamar papa." Zety berjalan ke kamar Bram dan diikuti Kiano.


Melihat Zety yang masuk ke kamar, Bram pun tersenyum simpul. "Papa pikir kamu sudah tidur," kata Bram.


"Nanti dulu lah, Pa. Aku cuma mau lihat Papa. Yakin udah enakan?" tanya Zety menatap wajah Bram yang tampak lebih segar.


"Tentu. Papa sudah sehat seperti biasa. Lebih baik sekarang kamu ke kamar. Kasihan, Kiano pasti sudah sangat lelah," ucap Bram. Melirik Kiano yang memang sudah terlihat kelelahan.


"Nantilah, Pa. Kalau dia ngantuk biarin aja tidur. Toh, dia udah punya kamar sendiri," ucap Zety malas. Bram yang mendengarnya pun hanya bisa menggeleng.

__ADS_1


"Zet, Kiano itu sekarang sudah menjadi suamimu. Jadi, kalian harus saling berbagi termasuk ranjang. Mulai saat ini kalian akan tidur dalam satu kamar," ujar Bram. Zety mendelik karena terkejut.


"Tapi, Pa ...."


"Tidak ada tapi-tapian. Pokoknya sekarang lebih baik kamu tidur dan biarkan Kiano istirahat."


Zety pun mencium pipi Bram lalu berjalan ke luar tanpa peduli pada Kiano. Dia berjalan melewati begitu saja. Kiano pun merasa enggan, tetapi Bram terus memaksanya agar ikut masuk ke kamar Zety.


"Gue tahu sekarang kita udah sah jadi suami-istri. Tapi, gue belum cinta sama lu, apakah lu bakal minta hak gue se—"


"Tidurlah, Nona. Sudah waktunya Anda beristirahat. Saya akan tidur di sini." Kiano duduk di sofa yang berada di kamar Zety. Sementara Zety menutup rapat mulutnya. Tidak menyangka kalau Kiano akan sepasrah itu padanya.


"Lu yakin? Sofa itu terlalu sempit buat lu." Zety merasa tidak enak sendiri.


Cukup lama Zety terdiam dan tidak ada pergerakan sama sekali dari Kiano. Zety memosisikan dirinya setengah bangkit karena ingin melihat Kiano. Lelaki itu saat ini sedang membaringkan tubuhnya di sofa dengan kaki bergelantung karena tidak muat. Zety merasa tidak tega, tetapi dia pun belum siap jika harus melakukan hubungan suami-istri malam ini.


Dengan gerakan perlahan Zety turun dari tempat tidur. Berjalan mengendap mendekati Kiano untuk melihatnya. Ketika telah sampai di samping lelaki itu, Zety mengamati Kiano yang sedang memejamkan mata. Wajah Kiano terlihat tampan jika dilihat dalam jarak sedekat itu. Membuat Zety terpesona. Sebelum makin terpikat, Zety segera bangun dan hendak melangkah menjauh. Namun, dia terkejut saat Kiano tiba-tiba menariknya hingga tubuh Zety ambruk di atas Kiano. Persis seperti adegan di film-film.


Jantung Zety berdegup kencang apalagi saat Kiano membuka mata dan tatapan mereka saling bertemu. Zety merasa tatapan Kiano terlihat berbeda dari biasanya—seperti penuh cinta. Hingga Zety pun terhanyut dan tidak sedikit pun menghindar.


Di menit selanjutnya, Zety tersentak saat Kiano tiba-tiba meraup bibirnya cukup lama. Zety tidak menolak karena tubuhnya justru membatu. Tangan Kiano pun saat ini sudah memegang tengkuk Zety, sedikit mendorongnya agar ciuman itu makin dalam. Zety yang awalnya diam, kini justru memejamkan mata dan menikmatinya. Apalagi Kiano yang sudah memasukkan lidahnya dan mengakses seluruh rongga mulut Zety. Membuat gadis itu makin terbuai pada sentuhan Kiano yang begitu lembut.

__ADS_1


Zety mendes*h tanpa sadar saat Kiano sudah menurunkan ciumannya ke leher jenjang Zety, sedangkan tangan Kiano sudah mengusap punggung belakang Zety yang saat ini masih menindihnya. Tubuh Zety meremang. Merasakan setiap sentuhan-sentuhan itu.


"Lu ...."


Ucapan Zety terhenti saat Kiano lagi-lagi mencium bibirnya sesaat.


"Saya akan melakukan dengan perlahan, Nona." Napas Kiano memburu. Terlihat jelas kalau hasrat lelaki itu sudah berada di puncaknya. Zety yang awalnya menolak pun pada akhirnya mengangguk perlahan. Dia tidak ingin munafik kalau menginginkan sentuhan yang lebih dari itu.


Melihat Zety mengangguk, senyum Kiano pun merekah sempurna. Kiano bangkit lalu membopong Zety menuju ke ranjang. Merebahkan dengan perlahan lalu kembali menghujami dengan banyak ciuman hingga Zety pun terbuai. Lupa kalau dirinya sudah meminta Kiano agar tidak meminta haknya saat ini.


Kiano melakukan sentuhan sangat lembut karena dia ingin membuat Zety merasa nyaman terlebih dahulu. Mendaratkan beberapa ciuman di leher dan bibir Zety hingga tanpa terasa mereka berdua sama-sama sudah tak terbalut sehelai benang pun. Zety memalingkan wajah saat melihat adik kecil Kiano yang sudah berdiri menantang. Merasa gugup dan takut. Namun, lagi-lagi Kiano membuatnya terbuai. Melakukan pemanasan hingga membuat kegugupan Zety perlahan sirna. Apalagi saat Kiano dengan rakusnya melahap dua buah pepaya milik Zety yang masih ranum.


"Tahan sedikit, Nona. Akan sedikit sakit." Kiano berusaha memasukkan adik kecilnya. Sangat sulit karena lubang itu masih sempit. Bahkan, Zety terlihat meringis karena menahan rasa sakit saat benda tumpul itu hendak merobek selaput daranya.


"Arrgghh. Sa-sakit."


Gerakan Kiano terhenti. Padahal adik kecilnya baru masuk setengah. Membiarkan Zety tenang terlebih dahulu dengan menghujami banyak ciuman di wajah gadis itu. Setelah dirasa tubuh Zety mulai menerima. Kiano pun kembali memasukkan adik kecilnya hingga mentok. Akhirnya, percintaan panas itu pun terjadi. Pengantin baru itu saling berbagi desah*n dan erang*n sampai menuju puncak bersama. Bermandi peluh hingga tubuh mereka ambruk karena mencapai puncak.


😜😜😜😜


Asekkk malam pertama 😆😆😆

__ADS_1


Tanpa drama seperti biasa.


Lanjut enggak nih?


__ADS_2