
Alvaro memandang Jovita, dengan Tatapan yang sulit diartikan. hingga membuat gadis itu, seketika tersipu malu.
" Kamu kenapa sih, kok ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Jovita Seraya menatap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya, dengan tatapan berbinar.
" kamu malam ini cantik banget. Kenapa sih, kalau di sekolah bersikap tomboy seperti itu? seperti ini kan cantik," ucap Alvaro Seraya mengusap kepala gadis itu.
Seketika, wajah Jovita menjadi cemberut. dan pemandangan itu, membuat Alvaro menjadi sangat gemas." gemes banget sih kamu," ucapnya Seraya mencubit pipi gadis itu.
" arrgghh sakit Alvaro!" ucap Jovita mengerang kesakitan. sontak saja, wajah Alvaro menjadi sangat tegang.
" ini Kenapa Baby,?" tanya laki-laki itu Seraya menyentuh pipi Gadis itu yang terlihat sangat memerah.
" biasalah Al, berantem sama papi." ucap Jovita dengan ekspresi wajah yang sedikit cemberut.
Mendengar ucapan dari Jovita, membuat Alvaro seketika menghela nafas panjang." apa ini karena hubungan kita?" tanyanya dengan raut wajah sedihnya.
Jovita yang mendengar itu, segera menggenggam tangan laki-laki itu. Seraya menggelengkan kepalanya beberapa kali.
" Enggak Al, sampai kapanpun, kamu akan tetap menjadi pilihan hatiku." ucapnya tersenyum dengan sangat Tulus.
" Makasih ya, kamu mau nggak balik lagi sama aku?" tanya Alvaro penuh dengan sorot Mata permohonan.
Mendengar, ucapan dari laki-laki yang sangat Ia dambakan itu, seketika menganggukkan kepala." Iya aku mau," ucapnya dengan ekspresi wajah memerah menahan malu.
' Makasih ya Jovita, aku janji, tidak akan pernah membuatmu sakit hati lagi." ujar Alvaro dengan raut wajah bersungguh-sungguh.
Jovita yang mendengar itu, menganggukkan kepala." Oh ya Al, nanti aku mau balapan di Sirkuit, kamu mau kan anterin aku?" tanya gadis tomboy itu dengan senyuman yang sangat manis.
" tentulah sayang, Apa sih yang nggak buat kamu," ucap Alvaro Seraya menggenggam tangan kekasihnya itu.
Akhirnya, kedua muda-mudi yang sedang dimanakah Asmara itu, berbincang-bincang disertai dengan genggaman tangan. dan tanpa mereka ketahui, ada seseorang, yang menatap interaksi itu, dengan tatapan membunuhnya.
__ADS_1
Siapa lagi orangnya juga bukan Dion. sedari awal pertemuan antara Alvaro dan Jovita, Dion sudah ingin menghajar laki-laki itu. Laki-laki, dengan lancangnya menyentuh calon istrinya. Padahal, dirinya sebagai calon suaminya saja, belum pernah menyentuh kulit halus milik Jovita. Namun demikian, laki-laki Tampan itu tidak bisa berbuat apa-apa.
***
" Al, apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Jovita saat gadis itu, telah menyelesaikan candle light dinner bersama dengan kekasihnya. dan sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian khusus balapan.
" jadilah baby, Apa sih yang nggak buat kamu," ucap laki-laki itu Seraya mencubit kedua pipi kekasihnya. dan tentunya, interaksi itu membuat Dion yang sedari tadi menatap ke arah mereka, menjadi semakin geram.
" ini nggak bisa dibiarkan. aku harus cepat bergerak," ujar laki-laki itu Seraya beranjak dari sana.
Karena sepertinya, Dion sudah merasa tidak sanggup jika harus melihat pemandangan ini terlalu lama. terlalu menyakitkan untuk hatinya.
Setelahnya, laki-laki Tampan itu segera menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya. dirinya sudah tidak memperdulikan kondisi Jovita. karena Dion yakin, jika Gadis itu akan pulang dengan selamat. Lagi pula, Gadis itu sudah aman bersama dengan teman-teman dan kekasihnya.
" sialan!" maki laki-laki itu, entah pada siapa. karena memang, Dion tidak akan pernah berani memaki gadis itu, karena saat ini, hati laki-laki itu benar-benar telah terpaut dengan pesona gadis tomboy itu.
Dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya, laki-laki Tampan itu segera melajukan kendaraannya untuk menuju rumah orang tuanya.
" kok sudah pulang, sudah berhasil mengawal calon istrimu?" tanya Edgar. saat melihat Putra semata wayangnya, datang dan langsung menghempaskan tubuhnya di samping ke orang tuanya.
" kok Lesu begitu ekspresinya?" tanya Olivia dengan mata menatap putranya, dengan tatapan bingung.
Bingung, karena putranya pulang-pulang dalam keadaan ekspresi wajah cemberut. dan sangat kusut. persis seperti baju yang belum disetrika.
" nggak apa kok Mah," ujarnya Seraya mulai memperbaiki posisi duduknya." Oh ya, Dion mau bicara serius sama kalian," ucap laki-laki itu dengan Tatapan yang sangat serius.
" mau bicara apa?" tanya Edgar dan juga Olivia dengan suara yang hampir bersamaan.
" Dion mau, acara pernikahan diadakan lusa hari Minggu." ucapnya tegas tanpa ada bantahan.
Mendengar penuturan dari putranya itu, membuat Olivia dan Edgar, seketika Saling pandang. dan dengan segera, sama-sama menatap ke arah putranya dengan tatapan tidak percaya.
__ADS_1
" Apa kamu serius nak?" tanya Olivia untuk memastikan. dan pertanyaan itu, dijawab anggukan oleh putranya.
" Baiklah kalau begitu, Nanti Papa sama Mama akan datang ke rumah calon mertua kamu." ucap Edgar Soraya bangkit dari duduknya dan langsung menggandeng tangan sang istri untuk masuk ke dalam kamar mereka.
****
" ternyata melelahkan sekali menyimpan perasaan kepada orang yang tidak bisa kita jangkau," gumam Dion. saat laki-laki itu, telah berada di dalam kamarnya.
Dengan perlahan, laki-laki Tampan itu segera memejamkan matanya. untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya.
****
" Ayo Jovita Loe pasti bisa!" teriak tiga gadis cantik yang berada di pinggir lapangan sirkuit itu. siapa lagi orangnya, jika bukan Cherry, Sandrina, Ochi.
" Iya Jovita jangan sampai kalah, Apalagi kan sekarang sudah ada Ayang yang nyemangatin," Timpal Cherry dengan senyuman manisnya.
Sementara di depan sana, Jovita Tengah menatap lurus ke depan. dan di sampingnya, terdapat geng motor lain yang tak lain adalah musuh dari geng motor milik Jovita.
" siap semua, satu, dua, tiga !" seru seorang wanita berpakaian seksi yang memakai hotpants dan juga celana pendek. yang menuju ke tengah jalan dengan membawa Bendera.
Dengan segera, Jovita melesatkan motor kesayangannya untuk menyalip beberapa geng motor yang ada di samping kiri dan kanannya.
" gue harus menang, apalagi saat ini Alvaro sedang mendukung gue!" ucapnya dengan penuh Binar bahagia.
" loe pasti nggak akan menang!" teriak salah satu di antara mereka yang berada di samping kanan Jovita.
" heh, kita lihat saja nanti" gumamnya Soraya tersenyum miring. dan setelah melewati 3 putaran, akhirnya Jovita keluar sebagai pemenangnya.
"yeay!!" teriak semua orang atas kemenangan dari gadis tomboy itu. dan dengan segera, mereka semua datang menghampiri gadis tomboy itu.
" Ratu jalanan gitu loh, Ya pasti menang lah." ucap Cherry Seraya menepuk pundak milik Jovita.
__ADS_1
" Iya Jovita kita bangga!" sahut penonton yang ada di sana. yang memang, penonton itu sangat mengagumi pesona dari jupita.
Sementara Jovita yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil. dan Setelah turun dari motor, segera menghampiri sang kekasih yang telah berdiri menanti kemenangannya.