
Setelah mengalami drama yang cukup melelahkan, Jovita dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk pulang ke kediaman Dion Alexander. walaupun awalnya, Vania menginginkan putrinya untuk tinggal di rumah mereka saja. karena wanita paruh baya itu, juga memiliki ide untuk memisahkan pasangan suami istri itu.
"jangan pernah berpikiran seperti sahabatmu itu,"bisik Aksa pada suami istri. tentu saja hal itu membuat wanita paruh baya itu, mengurungkan niatnya. karena selain melihat raut wajah suaminya yang sangat menakutkan, Vania juga melihat ketulusan yang tercipta dari menantu dan putrinya itu.
"semoga, kau bisa menepati janjimu untuk menjaga putriku dengan baik. karena jika tidak, aku akan mengambil dia dari sisimu" ujar Vania Soraya menarik tangan suaminya untuk pergi dari sana.
Dion yang mendengar ucapan dari mertuanya itu, hanya tersenyum manis Seraya menggenggam jemari istrinya yang saat ini tengah menggendong bayi mungil itu.
"Mami tenang saja, semua pasti baik-baik saja."ujarnya Soraya mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir. di mana saat ini, mobilnya telah siap untuk membawa istri dan anaknya keluar dari area rumah sakit itu.
"hati-hati di jalan,"ucap Aksa Seraya melambaikan tangan kepada pasangan orang tua muda yang baru saja di karuniai seorang anak itu.
"iya Pi,"ujar Jovita dan juga Dion secara bersama-sama. dan dengan segera, mobil itu melaju meninggalkan rumah sakit itu.
Vania masih menatap kepergian putrinya itu dengan pandangan sendu. "sudah tidak usah dipikirkan, yakinlah Putri kita akan baik-baik saja di tangan Dion. karena dia, adalah laki-laki yang tepat."ujar Aksa yang langsung menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam mobil.
"iya Pi, semoga saja. karena, jika anak kita kembali terluka, maka aku tidak akan segan-segan untuk merebutnya kembali dan membawanya pergi sejauh mungkin dari laki-laki itu."ucapnya dengan nada yang bersungguh-sungguh.
Aksa yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. dan langsung menarik tangan istrinya,untuk benar-benar masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
*****
"aku bahagia. karena akhirnya, aku dapat menikmati kebahagiaan ini."ucap Dion Seraya menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
sementara Jovita, gadis tomboy itu hanya menundukkan kepala dengan raut wajah yang merah pada. karena merasa sangat malu dengan perlakuan laki-laki itu.
Apalagi, saat ini mereka tidak sendiri alias ada seorang sopir yang menemani mereka. tentu saja hal itu membuat Jovita merasa sangat malu dengan sikap laki-laki itu.
" Om, malu ih,"ucap Jovita dengan mendorong pelan tubuh suaminya. gadis tomboy itu seketika terdiam setelah melihat raut wajah dari suaminya.
"Om kenapa?"tanya gadis tomboy itu dengan raut wajah kebingungan.
"benar kamu sudah mencintaiku?"bukannya menjawab, Dion malah mengajukan pertanyaan pada istri kecilnya itu.
"Tentu saja aku mencintaimu, emangnya kenapa?"tanya gadis tomboy itu yang sepertinya masih belum menyadari kebodohannya itu.
"lalu kenapa kamu masih memanggilku dengan sebutan "Om"?"tanya laki-laki tampan itu Seraya memasang wajah datar menatap ke arah istri kecilnya itu.
"astaga gue lupa!"ucap gadis tomboy itu yang merutuki kebodohannya sendiri. "Maaf tapi aku bingung aku harus memanggilmu apa,?"ujar gadis tomboy itu dengan menundukkan kepala.
__ADS_1
Dion yang mendengarnya segera menarik dagu istri kecilnya. sehingga membuat mereka berdua, saat ini tengah saling pandang dengan tatapan yang sama-sama memancarkan perasaan cinta yang sangat dalam.
"terserahmu saja,"ucap Dion Seraya meraih Putri kecilnya itu dari dekapan ibunya. dan dengan segera, menggendongnya dan menimang-nimang.
Tentu saja perlakuan Dion yang begitu aneh, membuat Jovita mengerutkan dahinya."kenapa aneh sekali, tadi saja marah-marah saat aku panggil Om, tapi kenapa sekarang malah terserah?"kuman gadis tomboy itu yang masih saja kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan oleh suaminya itu.
"emm, oke kalau begitu. gimana kalau aku panggil Mas aja,"tawar gadis tomboy itu.
"iya sayang, panggil aku sesukamu. asal jangan om,"ujarnya Seraya mengusap pelan kepala gadis tomboy itu
"memangnya kenapa?"tanya Jovita dengan raut wajah yang sangat jahil. "bukankah memang sudah pantas dipanggil om, kan memang umurmu hampir mencapai 30?"tanya Jovita Soraya menahan senyum saat melihat ekspresi dari suaminya itu.
"ssshh ah bodo amat,"ucap laki-laki itu merajuk.
"buahahaha!"seketika itu pula Jovita tertawa terbahak-bahak. dirinya sampai tidak menyadari jika saat ini telah memiliki seorang putri.
tentu saja sikapnya itu, membuat Putri kecil mereka terbangun dan menangis histeris. dan setelahnya, Jovita mendapatkan tatapan tajam dari sang suami yang khusus ditujukan kepada dirinya.
"Ups, Maaf Mas nggak sengaja."cengir Jovita tanpa dosa. berharap agar suaminya itu tidak memarahinya.
__ADS_1
Namun, laki-laki tampan itu malah terdiam saat mendengar panggilan merdu itu keluar dari bibir mungil istrinya.
"aku senang kamu memanggilku Mas,"ujarnya Seraya menggoyang-goyangkan badannya. agar Putri mereka segera tertidur kembali.