Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 20


__ADS_3

Bau obat-obatan, segera menguar masuk ke dalam indra penciumannya. saat pertama kali, Jovita sadarkan diri. dengan segera, gadis tomboy itu, mencoba bangkit dari duduknya. dan saat itu pula, gadis tomboy itu baru tersadar akan sesuatu.


Dengan cepat, Jovita menoleh ke arah kiri dan di sana, gadis tomboy itu mendapati seseorang yang tengah tertidur Seraya menggenggam tangannya.


Sesaat, gadis itu terdiam. entah apa yang dipikirkan oleh Jovita. hingga membuatnya, terdiam seperti itu. dan tanpa sadar, tangannya terangkat Seraya mengusap lembut kepala laki-laki itu.


Hingga membuat si empunya kepala seketika bergerak karena mungkin merasa terusik. Sontak saja, Jovita merasa sangat terkejut. Dan dengan segera, gadis tomboy itu kembali memejamkan mata.


"oh aku mimpi ternyata," ucap Dion Seraya mengucek-ucek kedua matanya. untuk memperjelas penglihatannya.


"saking inginnya perasaanku kau balas, hingga masuk ke dalam mimpiku."gumam laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.


Kemudian dengan segera, mengusap kepala gadis yang telah sepenuhnya berada di dalam hatinya. saat ini telah berstatus menjadi istri kesayangannya.


Entahlah, sampai kapan Dion akan bertahan jika mengetahui sikap gadis tomboy itu sangat barbar dan juga buruk sekali.


"aku mencintaimu,"ucapnya Seraya mendekatkan wajahnya ke wajah gadis tomboy itu.


Sontak saja hal itu membuat Jovita yang memang telah terbangun, seketika mendorong tubuh laki-laki itu. hingga membuatnya terjengkang ke belakang.


"hei Om tua, jangan pernah sentuh aku. karena aku tidak akan pernah sudi disentuh oleh laki-laki licik seperti mu!!"ucap Jovita Seraya bangkit dari brangkar rumah sakit.


Sementara Dion yang melihat itu, hanya dapat terdiam Seraya mengusap punggungnya yang terasa sakit akibat dorongan dari Jovita. dan dengan segera, laki-laki tampan itu bangkit dari duduknya kemudian mencoba mendekati gadis tomboy itu.


Sontak saja Jovita yang melihat itu, seketika melangkah mundur. hingga membuat selang infus yang ada di tangannya, seketika tercabut dan mengeluarkan darah segar.


Membuat mata Dion seketika membulat sempurna."sayang, tanganmu berdarah!" pekiknya dengan raut wajah yang sangat khawatir. dengan segera langsung meraih tombol yang ada di samping berangkar yang memang ditujukan untuk kondisi darurat seperti ini.


"mundur, atau aku akan berbuat nekat?"tanya Jovita Seraya menyentuh pisau kecil yang memang ada di atas nakas samping brangkar.


Dion yang melihat dan mendengar itu, seketika mematung di tempatnya. karena laki-laki tampan itu, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Untung saja, dokter dan beberapa perawat, segera masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"ada apa ini?"tanya dokter Martin Seraya menghampiri keduanya.


"Martin, tolong istriku tangannya berdarah tolong sembuhkan dia."pinta Dion dengan wajah yang sangat khawatir.


Para perawat itu segera menghampiri dan ingin menyentuh gadis tomboy itu. namun dengan segera, Jovita menepis tangan para perawat itu.


"sebelum kalian mengobati lukaku, tolong perintahkan dia untuk pergi dari sini. karena aku tidak ingin melihat wajahnya lagi."ucap Jovita Seraya menatap Dion dengan tatapan yang sangat tajam.


Melihat hal itu, dokter Martin segera memberikan kode kepada Dion untuk segera keluar dari ruangan itu.


Akhirnya, karena tidak ingin membuat keributan dan juga membuat kondisi gadis itu semakin memburuk, dengan terpaksa Dion akhirnya keluar dari ruang rawat VVIP tersebut.


Yap, Dion telah memindahkan ruang perawatan istrinya menjadi ruang perawatannya sangat bagus dan juga mewah. karena ingin gadis itu mendapatkan perawatan yang sangat maksimal.


Tak lama berselang, dokter Martin pun juga ikut keluar menghampiri Dion yang tengah terduduk di ruang tunggu.


"bro, gadis itu minta ponselnya. karena katanya, dirinya sudah ada janji dengan kekasihnya."ucap Martin dengan nada yang sangat hati-hati.


"apa dia sudah baik-baik saja?"tanya Dion mengalihkan topik pembicaraan. karena memang, laki-laki tampan itu tidak ingin membahas tentang orang ketiga.


"sudah. kau tidak perlu khawatir, dia sudah baik-baik saja."ucap Martin Seraya menepuk pundak laki-laki itu.


ceklek


Fokus kedua laki-laki tampan berbeda profesi itu, segera teralihkan saat mendengar suara pintu yang dibuka dari dalam. dan tak lama berselang, gadis yang pernah dibicarakan muncul dari balik pintu.


"balikin ponsel gue!"ujarnya dengan nada yang sangat datar dan juga dingin.


Namun, bukannya memberikan Dion justru malah bangkit dari duduknya dan menatap gadis yang telah menjadi istrinya itu dengan tatapan yang sangat lekat dan juga dalam.


"siapa laki-laki yang ada di dalam ponselmu yang kau beri nama my love itu?"dengan sengaja, Dion menanyakan hal itu.

__ADS_1


Padahal, laki-laki tampan itu tahu apa yang akan dijawab oleh gadis yang ada di hadapannya itu.


"kenapa Om, bukannya Om sudah tahu ya, kalau gue udah punya pacar. dasar pepacor!"ucapnya dengan nada yang sangat terang.


Membuat kedua laki-laki berbeda profesi itu, seketika saling pandang. dengan raut wajah yang berbeda-beda.


"apa itu pepacor?"teletub Martin Seraya menatap sahabatnya dan juga gadis yang ada di hadapannya itu, dengan raut wajah bingung.


"perebut pacar orang!"ucap Jovita dengan nada yang sangat datar. namun, penuh dengan penekanan. dan tanpa basa-basi lagi, Jovita segera merebut ponsel miliknya yang berada di genggaman tangan Dion.


Kemudian, dengan segera melenggang pergi dari sana. sementara Dion, laki-laki itu masih mematung di tempatnya.


"kenapa malah bengong, kejar istrimu!" tepukan dari Martin, sukses membuat Dion seketika tersadar.


Dengan secepat kilat, laki-laki tampan itu segera berlari untuk mengejar istrinya.


"pasangan yang aneh!" gumam Martin Seraya menggelengkan kepala. Seraya berlalu dari sana.


*****


Sementara itu di parkiran rumah sakit, Jovita tengah kebingungan mencari keberadaan kendaraan yang bisa dipakai. karena memang, mobilnya pasti telah hancur berantakan akibat kecelakaan yang ia sengaja itu.


"shiitt, gue pakai apa ini?"tanya gadis tomboy itu Seraya mengumpat kesal.


"aku antar ya,"ucap seseorang dari arah belakang. membuat Jovita seketika menoleh dan mendapati, Dion telah berdiri di belakangnya.


"jangan pernah dekati gue, gue nggak sudi deket sama loe!"ucapnya dengan sangat kasar.


Namun, alih-alih tersinggung, Dion malah tersenyum manis. dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan ucapan kasar dan ketus yang keluar dari mulut istrinya itu. karena mungkin, level bucin milik Dion, sudah level akut dan tidak bisa disembuhkan lagi.


"kau ingin bertemu dengan kekasihmu kan? lebih baik, aku antar saja. daripada nanti telat," ucap Dion menawarkan.

__ADS_1


Sejenak, gadis tomboy itu terdiam. seakan tengah memikirkan sesuatu


__ADS_2