Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 64


__ADS_3

Sementara itu di sekolah, Jovita tampak sekali murung. gadis tomboy itu, merasa hatinya sangat gelisah.


"oke kalau gitu, nanti setelah pulang sekolah, aku harus ke rumah Mas Dion."gumam gadis tombo itu pada dirinya sendiri.


door


Seketika itu pula, Jovita terlonjak kaget karena teman-temannya memberi kejutan yang membuat jantung gadis tomboy itu, seperti ingin lepas dari tempatnya.


"astaga! kalian buat gue kaget aja,"ucap Jovita Seraya mengusap dadanya dengan telapak tangan.


Membuat semua teman-temannya, seketika hanya temannya saja. " hehehe maafkan kita ibunda ratu,"ucap mereka secara bersamaan Seraya menunggu hormat seperti seseorang yang tengah berhadapan dengan keluarga kerajaan.


"dasar kalian ini nyebelin banget sih!"ucap gadis tomboy itu menggerutu kesal. namun di dalam hatinya, Jovita masih merasa bersyukur karena teman-temannya, masih mau menghibur. seketika itu pula, senyuman Jovita luntur saat mengingat sesuatu.


"apa kalian akan tetap bersama gue, jika kalian tahu tentang rahasia gue?"tanya Jovita pada dirinya sendiri.


"ye kok malah bengong sih?"tanya Sandrina Seraya menepuk pundak sahabatnya itu.


Membuat Jovita yang mendengarnya, seketika gelagapan dibuatnya. "eh, nggak papa kok."ucapnya Seraya tersenyum simpul.


"lebih baik, nanti gue cerita sama mereka aja. siapa tahu, mereka punya solusinya."ujar Jovita pada akhirnya.


Gadis tomboy itu memutuskan, untuk jujur saja pada teman-temannya. siapa tahu, mereka semua memiliki solusi yang tepat untuk hubungannya.


Bel istirahat berbunyi.

__ADS_1


Dengan segera, Jovita mengajak semua teman-temannya untuk menuju ke Kanti. dan hal itu membuat Sandrina dan yang lain, cukup merasa terkejut dengan sikap gadis tomboy itu.


"kenapa loe ngajak kita kemari? tumben-tumbenan banget,"ucap Sandrina Seraya menatap ke arah Ochi dan juga Reiner.


Jovita tampak berpikir sejenak. sebelum akhirnya, gadis tomboy itu mulai memberanikan diri untuk berbicara pada teman-temannya.


"sebenarnya, gue mau ngomong sesuatu. tapi kalian janji, jangan pernah marah sama gue."ucap gadis tomboy itu Seraya menundukkan kepala karena merasa takut. jika teman-temannya itu, akan langsung meninggalkannya saat mengetahui rahasianya.


"memangnya loe mau ngomong apa, sih? sampai takut banget sama kita bertiga?"tanya Sandrina dengan sedikit penasaran. karena melihat gelagat dan tingkah sahabatnya itu yang tampak sekali aneh.


Dengan perlahan-lahan, gadis tomboy itu mulai menceritakan semua yang ada di dalam hatinya. membuat Sandrina dan yang lain, seketika menganga tidak percaya.


"jadi sekarang loe udah nikah? dan loe juga udah punya anak?"tanya Ochi masih dengan ekspresi wajah tidak percaya.


Jovita yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu, hanya mampu untuk menganggukkan kepala.


Tentu saja hal itu membuat Sandrina dan yang lain, merasa kebingungan dengan masalah yang dihadapi oleh sahabatnya itu. di satu sisi mereka marah karena Jovita tidak pernah jujur kepada mereka, tapi di sisi lain mereka juga sadar, bahwa Sandrina dan yang lain, hanya sahabat Jovita bukan keluarga ataupun saudara. jadi, mereka tidak berhak untuk memusuhi ataupun menghakimi gadis tomboy itu.


"kalau menurut gue, lebih baik loe balikan aja sama suami loe. karena dia menurut gue sangatlah baik. selagi laki-laki itu tidak melakukan kekerasan, itu tidak masalah menurut gue."ucap Sandrina mencoba untuk menasehati sahabatnya itu.


Tiba-tiba saja, Reiner yang dari tadi hanya diam, seketika langsung bangkit dari duduknya. laki-laki itu tampak menatap datar ke arah Jovita. hingga membuat gadis tomboy itu, merasa sangat kebingungan.


"loe kenapa, Reiner?"tanya Jovita dengan raut wajah keheranan.


Namun, bukannya menjawab Reiner malah langsung meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan sepatah kata pun.

__ADS_1


"dia itu kenapa?"tanya Jovita memandang sahabat laki-lakinya itu dengan raut wajah heran.


Sementara Sandrina dan Ochi yang melihat itu, seketika saling pandang. seakan mereka berdua mengetahui tentang sesuatu.


Jovita yang melihat itu, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah mereka berdua. "jangan pernah ada rahasia di antara kita,"ucap gadis tomboy itu dengan suara tegas.


Membuat Sandrina dan Ochi, seketika langsung mencibir. "hilih ngomong kayak gitu, padahal dirinya sendiri yang merahasiakan sesuatu,"ucap Ochi mendengus kesal.


Membuat Jovita seketika terdiam. sementara Sandrina dan juga Ochi yang merasa tidak tega dengan sahabat mereka itu, mulai menceritakan semuanya pada Jovita.


Gadis tomboy itu, seketika membulatkan kedua matanya."jadi selama ini, dia suka sama gue?"tanya Jovita dengan raut wajah tidak percaya. Sandrina dan Ochi yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala.


*****


Sementara itu di kantor, terlihat Dion sangat tidak semangat untuk melakukan pekerjaannya itu. tak berselang lama, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar.


"hai Dion, aku boleh masuk?"sapa Alicia dengan senyuman merekahnya.


brak


Tanpa basa-basi, laki-laki tampan itu menggebrak meja. hingga membuat Alicia, seketika terlonjak kaget.


"kamu itu nggak punya kuping atau gimana sih? sudah aku katakan aku tidak tertarik denganmu, sampai kapan kau akan merendahkan dirimu seperti ini?"tanya Dion menatap ke arah wanita itu dengan tatapan tajamnya.


"sampai kau melihatku dan menganggap ku bagian dari hidupmu."ucap dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Memang, Alicia adalah salah satu wanita yang tidak tahu diri. Dion sudah terang-terangan menolaknya, tapi wanita itu masih tetap mengejarnya. dasar definisi wanita bermuka tembok.


__ADS_2