Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 47


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, bel panjang pun berbunyi. menandakan bahwa pelajaran telah selesai. dan mereka sudah diperbolehkan untuk menuju ke kantin atau ke perpustakaan untuk merefresh otak agar tidak jenuh.


"Jovita, bolehkah saya bicara atau bertanya?"tiba-tiba saja, Miss Alicia datang menghampiri Jovita yang memang masih berada di dalam kelas.


Karena gadis tomboy itu tidak mengikuti teman-temannya untuk ke kantin. karena Jovita diberikan bekal sendiri dari sang suami.


"eh, ada apa Miss?" tanya Jovita dengan raut wajah heran. karena memang, gadis itu merasa aneh saat gurunya itu datang menghampirinya.


"bolehkah saya duduk?"tanya wanita cantik itu Seraya menatap Jovita dengan tatapan yang sulit diartikan.


" eh, silakan Miss."ucap Jovita Seraya sedikit menggeser tubuhnya agar gurunya itu dapat duduk di sampingnya.


"emm, tadi kamu berangkat sama siapa?"tanya Miss Alicia berusaha untuk berbasa-basi kepada muridnya itu.


Jovita yang mendengar itu, seketika merasa terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh gurunya itu.


"memangnya kenapa?"tanya jelita dengan raut wajah polos.


"tidak, saya hanya merasa penasaran saja. apa tadi kamu diantar oleh ayahmu?"tanya Miss Alicia sedikit mendesak gadis tomboy itu.


"tadi saya diantar..."Jovita tidak lagi meneruskan ucapannya. karena gadis itu merasa kebingungan harus menjawab apa pada gurunya itu.


Sangat tidak mungkin, jika dirinya berkata bahwa dia diantarkan oleh sang suami. karena yang tahu tentang statusnya ini, hanyalah sang kepala sekolah. tidak ada yang lain.

__ADS_1


"emm, diantar oleh kakak saya Miss, memangnya kenapa?"tanya Jovita menatap ke arah Miss Alicia.


"kakak, sejak kapan Dion mempunyai adik?"tanya Alicia pada dirinya sendiri. karena sepengetahuan wanita itu, Dion tidak memiliki seorang adik. laki-laki itu adalah anak tunggal dari seorang pengusaha terkenal di kota itu.


"Miss, kok malah melamun?"tanya Jovita Seraya melambaikan tangan ke arah wanita itu. membuat Miss Alicia, seketika tersadar dari lamunannya.


"eh, tidak apa-apa. kalau begitu saya permisi dulu."ujar Miss Alicia langsung beranjak dari duduknya. dan dengan segera, berjalan keluar dari kelas.


Membuat Jovita yang melihat itu, merasa ada yang tidak beres dengan gurunya itu. namun, gadis itu segera menggelengkan kepala karena merasa apa yang ia pikirkan itu, bukanlah urusannya.


****


Bel pulang sekolah pun berbunyi. dan membuat semua siswa segera berhambur keluar dari ruangan masing-masing. begitupun juga, dengan Jovita dan juga teman-temannya.


"eh, kita jadi ke rumah Cherry kan?"tanya Sandrina pada yang lain.


Selain karena, Jovita tidak ingin statusnya terbongkar oleh teman-temannya, juga karena Jovita akan pergi ke rumah Cherry untuk memastikan semuanya.


Mereka segera masuk ke dalam mobil Reiner dan melajukannya meninggalkan sekolah itu. dan tanpa disadari, ada sepasang mata yang menatap pergerakan mereka dengan tatapannya sulit diartikan.


"kenapa aku bisa berpikiran seperti ini?"tanya Miss Alicia Soraya memukul pelan kepalanya. merasa otaknya sudah tidak beres.


*****

__ADS_1


"kita sudah sampai,"ucap Jovita Soraya turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam teras rumah milik Cherry.


Gadis tomboy itu, melangkah menghampiri pintu utama untuk segera mengetuknya.


tok tok tok


Jovita mengetuk pintu rumah milik Cherry beberapa kali. namun, belum ada jawaban sama sekali.


"tuh kan, apa gue bilang Cherry itu tidak ada di rumah."ucap Sandrina pada Jovita.


"tapi, gue harus dapat informasi Di mana dia berada,"ucap Jovita dengan pelan.


Membuat semua orang yang mendengarnya, seketika menatap Jovita dengan tatapan heran dan penuh selidik.


"kenapa loe ngotot banget sih, mau ketemu sama Cherry? memangnya ada apa?"tanya Sandrina menatap lekat ke arah gadis tomboy itu.


Tentu saja, hal itu membuat Jovita yang mendengarnya, sedikit tersentak dan gugup. "ah, tidak apa-apa, aku hanya ngerasa khawatir dengan keadaan dia."ucapnya dengan nada dibuat setenang mungkin. agar semua temannya tidak curiga. apa yang terjadi sebenarnya.


Namun, setelah ditunggu cukup lama, pintu itu tidak kunjung dibuka. membuat mereka semua memutuskan untuk segera keluar dari rumah itu. tapi pergerakan mereka terhenti, saat mendengar pintu itu dibuka dari dalam.


"eh kalian, ada apa ke sini?"tanya asisten rumah tangga Cherry.


"Cherry Nya ada Bi?"tanya Jovita to the point kepada wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Tentu saja, ekspresi wajah dari wanita itu segera berubah saat mendengar pertanyaan dari Jovita.


Membuat gadis tomboy itu merasa semakin yakin jika wanita yang ada di hadapannya itu mengetahui sesuatu. namun sayangnya, wanita itu tidak kunjung bicara. hingga membuat Jovita dan teman-temannya, seketika memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2