Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 45


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Jovita dan juga Dion, telah beraktivitas seperti biasanya. pergi ke sekolah dan pergi ke kantor, adalah rutinitas mereka. hanya saja kali ini berbeda. karena mereka telah memiliki seorang bayi mungil di tengah-tengah keluarga kecil mereka.


"aku tidak menyangka, jika momen kebahagiaan ini, benar-benar menghampiriku!"gumam Dion Seraya menatap ke arah istrinya itu dengan tatapannya penuh kasih sayang.


Sementara Jovita, gadis tomboy itu hanya menunjukkan kepala karena merasa sangat malu dengan kenyataan yang baru saja ia hadapi itu.


"kenapa wajahmu merah seperti itu?"tanya Dion dengan raut wajah polos. walaupun sebenarnya, laki-laki tampan itu mengetahui alasan dibalik wajah istri kecilnya yang memerah.


Karena selalu digoda oleh suaminya, membuat Jovita seketika melayangkan tatakan tajam pada laki-laki tampan itu. dan dengan segera, mencubit perut Dion. membuat si pemilik, seketika menjerit dan meringis kesakitan.


"awwh! sayang, kenapa aku dicubit sih?!"ucap laki-laki itu dengan nada yang sangat menggemaskan seperti seorang anak kecil yang tengah merajuk kepada ibunya.


" utututu, suami aku ngambek nih, ceritanya?"tanya Jovita Seraya menaik turunkan alisnya karena merasa gemas dengan tingkah suaminya itu.


"sayang, ihh."ujar Dion semakin melancarkan aksinya. tentu saja, perlakuan dari Dion, membuat gadis tomboy seketika tertegun di tempatnya. karena merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


"ini beneran Tuan Dion Alexander, kan?"tanya gadis tomboy itu masih menetap suaminya dengan tatapan tak percaya.


"ya iyalah ini aku sayang, memangnya kamu pikir siapa?" tanya laki-laki itu yang merasa heran dengan tingkah laku istrinya. padahal, Dion sendiri juga melakukan tingkah yang sangat aneh pagi hari ini.

__ADS_1


"terus kenapa jadi manja begini?"tanya Jovita masih memasang ekspresi wajah tidak percaya.


"ish kamu Mah gitu,"ucap laki-laki tampan itu dengan raut wajah cemberut. tentu saja hal itu semakin membuat Jovita merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"gila gila! orang yang tadinya dingin, ya tapi siap manja dan bucin juga!"ucap Jovita yang masih tidak percaya dengan perubahan yang dialami oleh suaminya itu.


"ya sudah kita berangkat sekarang,"ujar Jovita yang langsung menarik tangan suaminya untuk segera menuju ke tempat tujuan masing-masing.


Sementara bayi mungil mereka, yang memang belum memiliki nama, dititipkan oleh sang asisten rumah tangga. walaupun mereka berdua masih belum merelakan jika buah hatinya diasuh oleh orang lain. namun Jovita dan juga Dion, tidak memiliki pilihan lain selain harus membiarkan Putri mereka diasuh oleh seorang Nanny.


Sesampainya di dalam mobil, suasana menjadi sangat hening. tentu saja hal itu membuat Dion, merasa sangat heran. karena biasanya, istri kecilnya itu, akan bercerita tentang banyak hal.


ya, semenjak gadis itu sadar dari komanya, Jovita telah berubah menjadi sosok gadis yang sangat cerewet. tapi kecerewetannya itu, hanya ditunjukkan di hadapan sang suami.


"kamu ini kenapa?"tanya Dion dengan raut wajah khawatir dan juga panik karena mengira, jika istrinya mengalami kesakitan yang serius.


"apa kita akan tetap bercerai dan kamu akan mengambil anak kita?"pertanyaan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Jovita.


Seketika itu pula, kedua mata laki-laki itu, membulat sempurna. "maksud kamu apa? kenapa kamu berpikir seperti itu?"tanya Dion dengan raut wajah tegangnya.

__ADS_1


Karena laki-laki itu mengira, istri kecilnya itu akan menagih janji yang mereka telah sepakati sebelumnya.


"tentang perjanjian itu, apakah Mas masih akan tetap menceraikan ku?"tanya Jovita dengan raut wajah sendunya.


Membuat Dion seketika menggelengkan kepala. "itu tidak akan pernah terjadi!"ucapnya penuh dengan penekanan. dan dengan segera langsung memeluk tubuhmu istrinya itu dengan dekapannya sangat erat.


"janji sama Mas, jangan pernah kamu berpikiran seperti itu!"ucapnya seraya menarik tangan istrinya dan mengecupnya berapa kali.


"kenapa?"tanya Jovita yang heran. karena pada dasarnya, dirinya telah menyakiti laki-laki itu. lalu apakah pantas, dirinya masih menerima cinta setulus ini? itu tidak adil rasanya.


Dion yang mendengar pertanyaan dari istrinya, seketika membenamkan bibirnya di kepala gadis tomboy itu. membuat si pemilik, ketika memejamkan mata. karena merasakan ketenangan yang teramat sangat saat mendapatkan kecupan itu.


"karena aku mencintaimu! dan sampai kapanpun, akan tetap mencintaimu!"ucap laki-laki tampan itu Seraya kembali fokus ke arah depan. karena saat ini, mereka berdua telah melajukan kendaraan menuju ke sekolah Jovita.


****


"terima kasih ya Mas, sudah mengantarkan aku!"Seraya tersenyum simpul. membuat Dion yang mendengarnya, semakin merasakan bahagia.


"ya sudah masuk sana, nanti keburu teman-temanmu datang!"ucap laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari arah ruang guru.


"bukankah itu Dion Alexander? untuk apa laki-laki itu ada di sini?"tanya orang itu pada dirinya sendiri.


__ADS_2