
Bel pulang sekolah pun telah berbunyi beberapa saat yang lalu. dan membuat semua murid yang ada di dalam kelas masing-masing, segera berhambur untuk segera pulang ke rumah mereka.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi keempat gadis itu. karena mereka masih berada di dalam kelas dan tidak ingin segera keluar dari ruang kelas itu. terutama si gadis tomboy, karena memang Jovita, sangat malas jika harus bertemu dengan laki-laki itu.
"kita ke mall yuk,"ujar Sandrina dengan tiba-tiba. hingga membuat Jovita yang mendengarnya seketika berbinar-binar.
" ayo, udah lama gue nggak ke mall!"ucapnya penuh dengan semangat. hingga membuat ketika temannya seketika menatap Jovita dengan tatapan heran.
"kenapa kalian lihatin gue kayak gitu?"tanya gadis tomboy itu yang tidak menyadari sesuatu.
"kok loe jadi heboh gini?"tanya Ochi dengan raut wajah kehilangan.
Degh
Seketika itu buah jantung Jovita seakan ingin terlepas dari tempatnya. "astaga bego gue!"rutuknya pada diri sendiri.
Tentu saja, ketiga teman gadis tomboy itu merasa sangat keheranan karena melihat ekspresi dan tingkah pentolan geng mereka yang tampak antusias saat mendengar kata mall.
"ya nggak papa, soalnya gue lagi suntuk banget di rumah,"ujar Jovita bersikap seperti biasa saja. membuat ketiganya menggangguk setuju. _udah yuk kita jalan-jalan aja,"ujar Jovita Seraya menarik tangan ketiga temannya itu agar segera keluar dari dalam kelas.
Mereka segera berjalan menyusuri koridor sekolahan dengan gaya khas masing-masing. dan itu sering membuat beberapa siswa seakan terpana melihat keempat bidadari. karena memang, lingkungan sekolah masih belum sepi karena bel pulang sekolah baru saja berbunyi.
"naik mobil masing-masing kan?"tanya Sandrina pada yang lain.
"iya,"
"ngak,"
Terdengar jawaban yang berbeda dari para gadis itu. membuat Sandrina yang mendengarnya, menautkan alis karena merasa bingung.
"gue bareng kalian aja soalnya gue males nyetir,"ucap Jovita yang langsung paham saat melihat tatapan teman-temannya yang mengarah ke arah dirinya.
"telepon aja pacar loe,"ujar Sandrina memberi membuat Jovita yang mendengar itu, segera menepuk keningnya karena merasa seperti melupakan sesuatu.
"oh iya, gue sampai lupa,"cengir gadis tomboy itu tanpa dosa. dan hal itu membuat teman-temannya, seketika menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"by, kamu bisa tolongin aku nggak?"tanya gadis tomboy itu saat sambungan telepon telah terhubung.
"tolong apa?"ujar Alvaro dari seberang sana.
"bisa tolong jemput aku?"
"dengan senang hati tuan putri,"senyum Jovita segera mengembang saat mendengar ucapan dari kekasihnya itu.
"oke kalau gitu aku tunggu ya,"ujar Jovita Seraya memutus sambungan telepon itu.
Kemudian, gadis tomboy itu menatap para sahabatnya dengan tatapan acuh. karena gadis tomboy itu tahu, pasti saat ini sahabat-sahabatnya telah menggibah di dalam hati.
"gue tahu kok kalau kalian lagi ngapain gue kan dalam hati? udah mending kalian berangkat aja. biar gue berangkat sama Alvaro nanti,"ucapnya dengan tangan yang dikibas-kibaskan.
"CK, "dasar bucin!"ucap ketiga gadis itu Seraya berdecak sebal. namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh gadis tomboy itu. dan akhirnya, para teman-teman Jovita segera mengambil kendaraannya masing-masing.
"kita ketemu di tempat biasa ya,"ujar Sandrina Seraya membuka kaca mobil miliknya.
"Yo,i"
"halo baby, ayok naik,"ternyata Alvaro telah berada di depan gadis tomboy itu tanpa disadari.
Tentu saja hal itu membuat Jovita merasa sangat terkejut. "astaga ngagetin aja sih kamu,"ujar Jovita Soraya memukul pundak laki-laki itu dengan pelan.
Sementara laki-laki itu, hanya menanggapinya dengan mengusap kepala gadis tomboy itu Seraya terkekeh pelan. " hehehe, Maaf sayang kalau kamu kaget. ya udah yuk naik,"ujar Alvaro Seraya memberikan helm pada gadis tomboy itu.
Jovita yang mendengar itu segera menghembuskan nafasnya kasar. dan setelahnya, menaiki kuda besi milik kekasihnya itu.
"udah ya jangan cemberut terus, jelek kalau cemberut terus. " ujar Alvaro yang melirik kekasihnya dari spion sepeda motor.
Jovita yang mendengar itu, seketika tersenyum manis. dan langsung memeluk tubuh kekar kekasihnya dengan erat. dan dengan segera, Alvaro melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata. karena memang jalanan di sana, sedikit lenggang.
Tanpa disadari oleh Jovita, ada seseorang yang diam-diam memotretnya dari balik pohon. dan kemudian mengirimkannya pada seseorang. setelah melaksanakan tugasnya, orang itu segera pergi dari tempat itu.
****
__ADS_1
"apa yang harus aku lakukan?"tanya seorang laki-laki tampan yang tengah menata ponselnya dengan tatapan sedikit kosong. saat baru saja membuka aplikasi di dalam ponsel.
"apa aku harus melakukan cara itu? agar dia kembali mengingat kodratnya sebagai seorang istri?"tanya laki-laki yang tak lain adalah Dion, pada dirinya sendiri.
"ya sepertinya aku harus melakukan hal itu,"ujar Dion Seraya beranjak dari duduknya. dan dengan segera, memanggil seseorang yang memang telah berada di balik pintu ruang kerjanya.
"Tuan memanggil saya?"tanya seorang laki-laki yang memiliki tubuh gempal.
"tolong kamu belikan aku obat ini,"ujar Dion Soraya menyerahkan sebuah kertas kecil dan juga uang berwarna biru.
Laki-laki tubuh gempal itu menganggukkan kepala. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari tempat kerja atasannya.
"maafkan aku, aku harus melakukan ini semua agar kau menjadi milikku sepenuhnya."ujar Dion Seraya menyandarkan kepalanya di kursi kebesaran.
*****
Sementara itu di tempat lain lebih tepatnya di sebuah mall ternama di kota itu, Jovita dan teman-temannya baru saja sampai.
"yuk kita masuk,"ujar Alvaro yang menggenggam tangan kekasihnya dengan lembut. membuat ketiga sahabat Jovita, kembali berdecak sebal.
"pacaran aja terus,"sindir Sandrina dengan sengaja sedikit menyenggol lengan Jovita.
"iri aja, makanya cari pacar!" ujar Jovita dengan menjulurkan lidahnya. Setelahnya, menarik tangan Alvaro untuk segera masuk ke dalam bangunan megah itu.
"kita makan siang dulu lah,"ujar Ochi membuat teman-teman yang mengangguk setuju.
Tiba-tiba saja, Jovita sangat menginginkan burger yang dicampur dengan steak. membayangkannya saja, sudah membuat gadis tomboy itu merasa sangat ngiler sekali.
"boleh, gue minta steak Sama burger dicampur ya,"ucapnya dengan antusias. tentu saja ucapan dari gadis tomboy itu, membuat keempat anak manusia itu, merasa sangat kebingungan.
"maksudnya bagaimana?"tanya Ochi yang merasa kurang paham dengan ucapan sahabatnya itu.
"iya steak sama burger dicampur menjadi satu,"ujar Jovita santai.
"hah, emang enak?"tanya mereka secara bersamaan.
__ADS_1