Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 61


__ADS_3

Dion yang melihat itu, segera melangkahkan kakinya untuk mengejar istri kecilnya itu. namun, semuanya telah terlambat. karena gadis tomboy itu, telah mengunci pintunya dari dalam.


"sayang, aku mohon bukalah!"teriak laki-laki itu Seraya sesekali mendobrak pintu kamar. berharap, dirinya dapat membuka paksa pintu kamar itu. Namun, tentu saja hal itu tidak terjadi. karena Dion sendiri yang mendesain pintu itu sedemikian rupa agar tidak mudah dibobol oleh orang lain.


Sekarang ini, Dion merasa sangat menyesal karena telah membuat pintu ini untuk sulit dibuka. laki-laki itu tetap mencoba untuk membuka dari luar. Namun, hal itu sama sekali tidak berhasil.


"sayang, aku mohon bukalah! tolong jangan perlakukan seperti ini, aku ini suamimu ingat itu!" ucap Dion mencoba untuk mendobrak pintu itu berulang kali.


Sementara Jovita yang ada di dalam sana, terus memikirkan sesuatu yang ada di dalam otaknya. "apa memang benar apa yang aku pikirkan ini?"tanya Jovita pada dirinya sendiri.


"jika itu memang benar, maka memang seharusnya aku harus mundur!"sambung Jovita pada akhirnya. mata Gadis itu, seketika berkaca-kaca. dadanya terasa sesak. karena jika hal itu sampai benar-benar terjadi, berarti Jovita adalah manusia yang gagal. gagal dalam membina sebuah hubungan dalam waktu yang hampir berdekatan.


Padahal, itu mungkin hanya sugesti dari Jovita semata. karena pada kenyataannya, Dion adalah laki-laki yang sangat tulus mencintainya. bahkan laki-laki itu rela merasakan kesakitan yang terus-menerus hanya untuk mendapatkan ketulusan dan balasan Cinta dari gadis itu.


"kalau memang apa yang aku pikirkan ini benar, aku harus segera meninggalkan tempat ini,"ucap Jovita penuh dengan tekad.

__ADS_1


Gadis itu, dengan segera mulai mengemasi semua barang-barangnya dan juga barang milik putrinya. Setelah semuanya siap, Jovita segera menggendong baby Disya. dan dengan segera, gadis tomboy itu menyeret koper yang ada di tangan kirinya. sementara tangan kanannya, menggendong bayi kecil itu.


ceklek


Suara pintu yang dibuka dari dalam kamar, membuat Dion seketika tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri istri kesayangannya itu.


” sayang, akhirnya kamu keluar juga." ucap Dion Seraya mencoba memeluk gadis tomboy itu.


Namun dengan segera, pergerakan yang terhenti saat mata elangnya itu melihat sebuah koper yang lumayan besar berada di samping istrinya.


"kurasa, kita sudah tidak bisa bersatu lagi!"ucap Jovita dengan nada yang sangat tegas dan juga dingin.


jedaar


Seketika itu pula, tubuh Dian seakan tersambar petir di siang bolong. tubuh laki-laki itu, bergetar dengan cukup hebat karena menahan rasa yang berkecamuk di dalam hatinya.

__ADS_1


"sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melepaskan mu!"teriak laki-laki tampan itu tanpa sadar. hingga membuat bayi kecil mereka, seketika menangis kencang karena mungkin merasa sangat terkejut dengan teriakan yang tiba-tiba itu.


Jovita yang mendengar itu, seketika mulai menenangkan Putri kecilnya yang masih berada dalam gendongannya. kemudian setelah tenang, gadis tomboy itu mulai menatap mata sang suami dengan tatapan yang sangat dalam.


"kau itu tidak mencintaiku Mas, kau itu hanya terobsesi kepadaku!"ujar Jovita Soraya mulai tersenyum getir. karena untuk kedua kalinya, dirinya akan mengalami kegagalan yang mungkin lebih parah dari sebelumnya.


Karena sebelumnya, dirinya hanya mengalami kegagalan dalam bentuk hubungan pacaran. namun sekarang, dirinya akan benar-benar merasa hancur karena hubungan ini akan gagal dalam bentuk pernikahan.


Apalagi di tengah-tengah mereka saat ini, telah terlahir seorang putri yang sangat cantik dan juga menggemaskan yang merupakan buah cinta darimu mereka berdua.


Tentu saja ucapan dari istri kecilnya itu, membuat Dion seketika menggelengkan kepala. karena sungguh, apa yang dikatakan oleh Jovita itu tidaklah benar.


"tidak, kamu itu salah paham! aku benar-benar mencintaimu bukan hanya terobsesi semata!"ucap Dion sudah seperti orang yang tidak waras.


"Maaf Mas, tapi keputusanku sudah bulat. aku akan pergi dari sini dan memulai hidup yang lebih baik. aku harap, suatu saat nanti kau dapat menemukan wanita yang lebih baik dariku!"ucap Jovita Seraya melangkahkan kakinya dengan cepat.

__ADS_1


Sementara Dion yang melihat itu, dengan segera berlari mengikuti istri kecilnya itu dan berusaha untuk menarik Gadis itu kembali ke dalam rumahnya. sempat terjadi tarik ulur di antara mereka. hingga membuat baby Disya, seketika menangis kencang. dan hal itu membuat Dion, seketika melepaskan cengkeramannya di pergelangan tangan istri kecilnya itu. dan kesempatan itu, dimanfaatkan oleh Jovita untuk masuk ke dalam taksi yang telah ia pesan terlebih dahulu.


__ADS_2