
Satu minggu kemudian, kondisi Jovita sudah lebih baik dari pertama kali gadis tomboy itu pulang ke rumah. tentu saja kedatangan gadis tomboy itu beserta bayinya, disambut hangat oleh Vania dan juga Aksa.
Namun, juga ada kebimbangan dari dalam hati laki-laki paruh baya itu. Aksa terus bertanya-tanya. tentang keadaan rumah tangga putrinya. namun itu sepertinya tidak berlaku bagi Vania. karena wanita paruh baya itu, malah merasa senang dengan kedatangan putrinya.
"apakah yang kita lakukan ini benar?"tanya Aksa saat mereka tengah duduk di atas ranjang yang berada di kamarnya.
"maksud Papi, apa?"tanya Vania yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu.
"apa Mami tidak khawatir, jangan-jangan Putri kita ada masalah dengan suaminya, makanya dia sampai nekat datang kemari?"tanya Aksa Seraya menatap ke arah istrinya itu.
Namun, Vania malah merasa tidak peduli dengan kekhawatiran suaminya. wanita paruh baya itu, justru merasa sangat senang jika putrinya memang ada masalah dengan sang suami. karena Vania, akan dengan mudah untuk memisahkan mereka berdua.
Namun, itu adalah rencana dari wanita paruh baya itu. dan Vania tidak akan pernah mengizinkan, untuk seseorang mengetahui rencananya. karena rencananya ini, akan ia lakukan seorang diri tanpa bantuan oleh siapapun.
"bukannya Mami tidak merasa khawatir Pi, tapi bukankah mereka sudah dewasa, mereka bisa melakukan dan mengatasinya semuanya sendiri,"ucap Vania yang mencoba untuk mengontrol dirinya sendiri.
Membuat Aksa yang mendengar itu, seketika menghina nafas panjang."Mami benar, mungkin Papi hanya khawatir berlebihan. Ya sudah kalau begitu, kita istirahat saja."ucap AXA Seraya menarik tangan istrinya untuk segera berbaring di atas ranjang untuk beristirahat.
__ADS_1
Vania yang melihat itu, hanya mengikuti kemauan suaminya. Vania seketika menatap langit-langit dengan tersenyum misterius. sepertinya, wanita paruh baya itu tengah menyusun sesuatu.
****
Sementara itu di kamar lain, terlihat Jovita tengah gelisah di atas tempat tidur. terlihat, gadis tomboy itu sesekali merubah posisi tidurnya. seakan malam ini, gadis tomboy itu dihantui oleh rasa yang tidak nyaman.
"kenapa rasanya seperti ini?"tanya Jovita pada dirinya sendiri. setelah puas berguling-guling di atas tempat tidur, Jovita memutuskan untuk bangkit dan duduk di atas kasur dengan tiba-tiba.
Sangat diuntungkan, karena baby Disya berada di box bayi yang sengaja dibuatkan oleh Aksa sang kakek. jika tidak, mungkin bocah kecil itu akan menangis histeris karena melihat tingkah laku dari sang ibu.
"apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar merasa cemas."ucap Jovita Seraya mere*mas sprei yang ada di tempat tidur.
****
"aku merindukanmu sayang, cepatlah kembali."ujar Dion yang mulai menitikkan air mata Seraya memeluk sebuah bingkai foto yang menampilkan sebuah keluarga yang sangat bahagia. itu adalah foto keluarga dirinya yang diambil beberapa hari yang lalu sebelum insiden ini terjadi. dan ini adalah permintaan dari Jovita.
Tentu saja, hal itu membuat Dion merasa sedikit heran. karena Jovita tidak biasanya meminta foto keluarga seperti itu. dan sekarang, laki-laki tampan itu baru mengerti apa yang dimaksud oleh istri kecilnya itu.
__ADS_1
"nggak papa Mas, ini buat kenang-kenangan aja kok. siapa tahu kita akan berpisah suatu Hari nanti."dan ucapan itu, sekarang menjadi kenyataan.
Karena memang, saat ini mereka benar-benar berpisah.
"sayang, aku rindu padamu,"ucap Dion Seraya kembali menangis terisak di dalam kamar.
pagi harinya,...
Dion terbangun seperti biasa. dan dengan perasaan malas, laki-laki tampan itu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"apa kamu selamanya akan seperti ini, sayang?"tanya Dion Seraya menatap ke arah bingkai foto itu.
"aku rindu," gumamnya Seraya melangkah pergi dari tempat itu.
Setelah selesai membersihkan diri, Dion segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar. dan langsung menuju ke depan rumahnya dan langsung masuk ke dalam mobil.
Entah mengapa, setelah kepergian istri dan juga anaknya, Dion merasa tidak berselera untuk mengurus dirinya. rambutnya mulai panjang dan acak-acakan. kumis dan jambangnya mulai panjang kemana-mana.
__ADS_1
Sungguh, Dion sekarang seperti seseorang yang tidak terurus sama sekali. jauh dibandingkan beberapa hari yang lalu saat masih bersama dengan Jovita. dan hal itu membuat para karyawannya, merasa sedikit kasihan kepada bosnya itu.
Namun sekali lagi, Dion merasa tidak peduli dengan anggapan semua orang. yang ia pedulikan saat ini, adalah kembalinya istri kecil dan juga putrinya ke dalam dekapannya.