
Akhirnya setelah melakukan perjalanan hampir 30 menit, mobil yang ditumpangi oleh Jovita telah sampai di depan sebuah rumah mewah milik Dion. dan setelahnya, laki-laki taman itu segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk gadis tomboy itu.
" Mami sama Mama, mau mampir dulu atau bagaimana?"tanya Dion pada dua wanita paruh baya yang saat ini berada di kanan dan kiri istrinya.
" tidak usah, kami langsung pulang saja. biar bumil cantik ini, bisa langsung beristirahat."ucap Vania Seraya mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Olivia, ibunda dari Dion itu juga melakukan hal yang sama. bahkan mertua dari Jovita itu memeluk dan mengusap perut gadis itu berkali-kali.
Hingga sih pemilik merasa begitu risih dan sedikit menggoyangkan tubuhnya agar tidak tersentuh oleh tangan wanita paruh baya itu. tentu saja, perbuatan dari gadis tomboy itu membuat rahang Dion sedikit mengeras.
Dada laki-laki tampan itu seketika naik turun saat merasakan amarah yang membawa akibat pemandangan yang baru saja terjadi itu.
"sebegitunya kah kamu tidak ingin disentuh oleh ibuku?"gumam laki-laki itu Seraya mengepalkan tangannya kuat.
"ya sudah kalau begitu, kami pulang dulu."kedua wanita paruh baya itu seketika melambaikan tangan dan langsung menuju kendaraan masing-masing.
__ADS_1
Jovita yang melihat itu, segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. namun, langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di belakangnya.
"perbuatanmu itu, sungguh menyakitiku!" ucapnya mengeram kesal. membuat Jovita yang mendengarnya, seketika membalikkan tubuhnya dan menatap laki-laki itu dengan tatapan tak mengerti.
"apa maksudmu?"tanya Jovita dengan ekspresi wajah polosnya. karena memang gadis itu merasa sangat tidak mengerti apa yang dikatakan oleh laki-laki itu.
"kenapa kamu menolak disentuh oleh ibuku?"tanya laki-laki tampan itu Seraya malaikat ada tempat tajam ke arah Jovita.
Membuat gadis tomboy itu, seketika mengangguk-anggukkan kepala saat mendengar ucapan dari Dion.
Membuat Dion yang mendengar itu seketika menampakan ekspresi merah padam. menandakan bahwa laki-laki itu merasa begitu marah dan terhina dengan ucapan istri kecilnya itu.
"kau boleh membenci aku sepuas yang kau mau, tapi jangan pernah melibatkan ibuku dalam masalah ini. karena beliau tidak tahu tentang hubungan kita!"ucapnya dengan nada yang sangat dingin. hingga membuat Jovita yang mendengar itu, tertegun sesaat.
Kemudian gadis tomboy itu mengedikkan bahunya merasa tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.
__ADS_1
"kau mengerti atau tidak?!"tanya Dion Seraya meraih pundak gadis tomboy itu dan sedikit menekannya. membuat Jovita seketika menoleh dan melayangkan tatapan tajam pada suaminya itu.
"iya gue ngerti, bawel banget sih jadi orang." ujarnya Seraya melangkah pergi dari sana.
Setelah kepergian dari Jovita, Dion segera mengusap wajahnya dengan kasar. "aku harus bersabar. mungkin setelah bayi itu lahir, Jovita akan berubah lebih baik."ujar Dion pada dirinya sendiri.
Laki-laki tampan itu mencoba untuk menepis rasa kesal dan lelah dalam hatinya. karena memang, Dion tidak ingin menyerah begitu saja. menurutnya, apa yang telah menjadi miliknya tidak boleh terlepas begitu saja.
Beberapa bulan kemudian,..
Kini kandungan Jovita telah memasuki usia 5 bulan. gadis tomboy itu merasa sangat risih sebenarnya. namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa akibat dari perjanjian yang telah ia sepakati dengan sang suami. di mana dirinya, harus menjaga kandungan itu sebaik mungkin hingga kelahiran itu tiba. dan jika kandungannya kenapa-napa, maka gadis tomboy itu tidak akan pernah mendapatkan keinginannya.
Yaitu berpisah dengan Dion. dan gadis tomboy itu tidak ingin hal itu sampai terjadi. karena Jovita sudah merasa lelah terus terkurung dalam penjara seperti ini. dirinya ingin merasakan kebebasan seperti dulu lagi.
"sabar Jovita tinggal 4 bulan lagi,"ujarnya pada dirinya sendiri.
__ADS_1