
Setelah acara serah terima hadiah, Jovita dan yang lainnya segera menuju ke tempat biasa untuk merayakan keberhasilan ini.
" Kalian mau pesan apa? biar gue yang traktir, itung-itung sebagai tanda terima kasih karena kalian sudah menyuport gue untuk balapan." ucap Jovita dengan ekspresi wajah datarnya.
Seketika itu, Cherry Sandrina dan Ochi, segera berebut buku menu yang ada di hadapan mereka itu. dan dengan segera, mereka semua memesan makanan yang mereka suka. kapan lagi ya kan, mendapatkan rezeki nomplok seperti ini.
Karena memang, Jovita terkenal sebagai orang yang sedikit perhitungan terhadap orang lain. dan Gadis itu tidak mengenal yang namanya teman jika telah menyangkut masalah uang.
Karena menurut gadis cantik itu, Kalau masalah uang, yang jauh akan mendekat. dan yang tidak kenal, akan berpura-pura seperti seorang saudara.
Ya walaupun mereka berempat, telah menjalin hubungan persahabatan semenjak kecil. namun, itu tidak berarti Jovita akan menyepelekan sebuah masalah. apalagi masalah itu menyangkut uang, Dia tidak akan semudah itu untuk mengabaikan masalah sensitif seperti ini.
" Ayo dong baby kamu juga makan," tegur Alvaro, saat melihat kekasihnya malah asik melamun.
Tentu saja, ucapan itu membuat ketiga sahabat Jovita, memutar bola mata malas Seraya mendengus kesal.
"hais, gini nih kalau jalan sama pasangan yang bucinnya minta ampun, semua serasa milik berdua. yang lain mah ngontrak," ucap Cherry.
Jovita dan Alvaro yang mendengar itu, seketika menatap ke arah ketiga Gadis itu dengan Tatapan yang mengejek." iri ya Bos, makanya pacaran cari gandengan sana, biar nggak merasa iri sama yang pacaran." ucap Jovita Seraya menjulurkan lidah.
Suasana kembali menjadi sangat hening, karena orang-orang yang ada di bangku itu, Tengah menikmati makanan mereka masing-masing.
" guys, Gue pamit dulu ya," ucap Jovita Seraya beranjak dari duduknya. dan diikuti oleh Alvaro sang kekasih.
" mau ke mana kalian?" tanya Cherry Seraya menatap sepasang kekasih itu dengan tatapan menyelidik.
" kepo!"
Setelah mengatakan itu, Jovita dan Alvaro, segera berjalan keluar dari dalam restoran itu dengan saling bergandengan tangan.
" gandengan aja terus, truk aja kalah!" seru Ochi dari dalam restoran itu.
__ADS_1
Namun, hal itu sama sekali tidak digubris oleh Jovita dan juga Alvaro. karena mereka berdua, telah masuk ke dalam mobil yang memang dibawa oleh Alvaro. karena memang Jovita tidak membawa mobil sendiri.
" Aku senang baby, akhirnya kita bisa bersatu kembali. maafkan aku ya, karena aku pernah menyakitimu dan menyia-nyiakan cinta tulus yang kau berikan. aku janji, Aku tidak akan pernah menyakitimu lagi," ujar Alvaro Seraya menggenggam jemari lentik milik kekasihnya itu.
Ucapan dari kekasihnya itu, sukses membuat wajah Jovita bersemu merah. karena merasa malu dan grogi.
" kita mau ke mana?" tanya Jovita untuk menyamarkan rasa gugup yang melanda hatinya.
" ke apartemen aku aja ya," tawar Al Faruq pada kekasihnya. dan penawaran itu, dibalas anggukan oleh gadis tomboy itu.
Akhirnya, mobil yang ditumpangi oleh Alvaro melesat menjauh dari tempat restoran itu. membelah padatnya jalan raya yang masih merayap Hingga jam 09.00 seperti ini. Terkadang, Jovita berpikir, Apakah manusia-manusia di bumi ini tidak akan merasa lelah hingga masih berlalu Lalang hingga larut malam seperti ini? Entahlah, itu hanya mereka dan Tuhan yang tahu.
****
" ini kenapa Jovita belum pulang Pi, jangan-jangan anak itu kabur?" tanya Vania yang semakin merasa khawatir. karena Putri semata wayangnya, belum menginjakkan kakinya di rumah mereka.
" Papi juga tidak tahu Mi, apa jangan-jangan apa yang papi lakukan itu keterlaluan?" tanya Aksa pada sang istri.
" sangat keterlaluan Pi, apalagi, seumur hidup Jovita belum pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Papinya sendiri." ucap Vania menata suaminya dengan perasaan jengkel.
" Halo Dion, kamu di mana?" tanya Aksa pada calon menantunya itu.
" Halo om aku ada di rumah emangnya kenapa?" tanya Dion dari seberang sana.
" Om boleh minta tolong?" tanya Aksa pada Dion
" minta tolong apa?" Dion balik bertanya.
" boleh carikan Jovita, anak itu belum pulang. dan sekarang, sudah hampir jam 11.00 malam." ucap Aksa sedikit frustasi.
Degh
__ADS_1
" baik Om, kalau gitu Dion cari dulu." setelah mengatakan hal itu, Dian segera menutup panggilan teleponnya.
***
" Kenapa dia belum pulang, atau jangan-jangan,--" Dion tak berani untuk melanjutkan ucapannya. dan dengan segera, langsung menyambar kunci yang ada di atas nakas yang ada di sebelahnya.
dengan langkah tergesa-gesa, Dian segera keluar dari dalam kamar. dan langsung menuju garasi rumahnya.
" mau ke mana?" tanya Olivia sang mama.
" mau pergi sebentar," teriak Dion dari ambang pintu. dan dengan segera, langsung melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.
" Kamu ke mana sih Jovita, apa kamu benar-benar marah dengan Papi kamu," Dion bergumam seorang diri Selama perjalanan untuk mencari calon istrinya itu.
Tak berapa lama, mata elang laki-laki itu seperti menangkap seseorang yang ia kenal." itu bukannya teman-teman Jovita?" tanya laki-laki itu seorang diri.
Dengan segera, laki-laki Tampan itu melajukan kendaraannya menghampiri ketiga gadis itu. Tentu saja itu membuat ketiganya, sedikit terkejut.
" kalian teman Jovita kan?" tanya Dion. saat laki-laki itu, turun dari motornya.
" omnya ini siapa? kok kenal sama teman kami?" tanya Cherry menatap Dion dengan tatapan menyelidik.
" Hah Om memangnya aku udah setua ini? gila aja?" pikirnya dalam hati.
" Om, kok malah diam?" tanya Cherry Soraya Melambaikan tangan ke arah laki-laki itu.
" Oh saya, kerabat Jovita dari jauh. Saya baru saja datang dari kota lain. dan diperintahkan oleh kedua orang tuanya untuk menjaga Jovita." ucap Dion dengan wajah datarnya.
Perkataan dari Dion, membuat ketiga gadis itu seketika menganggukkan kepala mengerti." Oh Jovita sama Alvaro katanya mau pacaran sih, nggak tahu kalau aku mau ke mana." ucap Ochi Soraya tersenyum tipis.
" oke, boleh minta alamat laki-laki itu?" tanya Dion bersikap tenang. Padahal, di dalam hati laki-laki itu Tengah bergemuruh hebat karena membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada calon istrinya itu.
__ADS_1
" ini om alamatnya," ucap Sandrina Seraya menyerahkan selembar kertas kepada Dion. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu meninggalkan ketiga gadis cantik itu, setelah mengucapkan terima kasih kepada mereka.
" tolong lindungi calon istriku Ya Tuhan, jangan sampai terjadi sesuatu dengan dirinya." gumamnya dalam hati. dan dengan segera, menambah laju kendaraannya agar cepat selesai.