
Kini Dion, berada di sebelah Jovita yang masih belum sadarkan diri. laki-laki tampan itu, masih menggenggam tangan milik istrinya. berharap, jika gadis itu segera tersadar dari kondisi seperti ini. dan Tentu saja, dia tidak akan pernah merasa lelah menunggu keajaiban datang.
"sayang, kamu tahu sekarang Anak kita sudah lahir. dia begitu menggemaskan. walaupun terlahir dalam keadaan prematur, tapi anak kita dalam keadaan sehat."ujar Dion Seraya menggenggam tangan gadis itu.
Dion tersentak kaget saat merasakan pergerakan dari istri kecilnya itu. dan dengan segera, laki-laki tampan itu mendongak, untuk memastikan semuanya.
Dion segera bangkit dari duduknya dan langsung menekan tombol yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
Tak berselang lama, berapa dokter datang dan menghampiri ruangan gadis tomboy itu. membuat Dion dengan segera langsung menyingkir untuk memberikan ruang bagi para tenaga medis itu untuk memeriksa keadaan istrinya.
"selamat pak Dion, istri anda telah melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya. dan sebentar lagi, pasien akan segera sadar."ujar salah satu dari mereka yang berjalan menghampiri laki-laki itu.
Tentu saja, hal itu membuat Dion yang mendengarnya merasa sangat bahagia. karena pada akhirnya, penantiannya tidaklah sia-sia. walaupun nantinya, Dion akan mendapatkan penolakan dari istrinya itu. Namun, itu masih lebih baik daripada dirinya harus mendapati kondisi istrinya yang seperti ini.
Benar saja, di saat semua tenaga medis telah kembali keluar dari dalam ruangan itu, Jovita perlahan-lahan membuka matanya. tentu saja hal itu membuat Dion, yang melihat itu merasa sangat bahagia. laki-laki tampan itu langsung menghampiri dan memeluknya dengan sangat erat. tak lupa, laki-laki tampan itu mendaratkan beberapa kecupan di kepala sang istri.
"akhirnya, kau sadarkan diri juga sayang. aku sangat takut jika kehilangan kamu,"ujar Dion Seraya menatap wanita itu dengan tatapan yang bersinar-sinar.
Namun, betapa terkejutnya laki-laki tampan itu, saat mendapati istrinya menangis tersedu-sedu. "hei, kau kenapa?"tanya Dion Seraya mengusap air mata istrinya.
"maafkan aku,"ucap Jovita dengan menundukkan kepala dan juga menggunakan suara yang sangat lirih.
Dion yang mendengar itu, tertegun sesaat. karena tidak akan pernah menyangka jika istri kecilnya itu, meminta maaf seperti itu.
Senyum Dion seketika mengembang dan langsung kembali memeluk tubuh gadis kesayangan yaitu dengan sangat erat.
__ADS_1
"tidak usah meminta maaf, karena kamu tidak pernah salah dalam hal ini. aku yang seharusnya minta maaf, karena telah menghancurkan semua keinginanmu dan kebebasanmu."Jovita menggelengkan kepala Seraya menatap laki-laki itu dengan tatapan yang sangat dalam.
Dion segera teringat dengan sesuatu hal. dan dengan segera, laki-laki tampan itu duduk di sebelah sang istri. sementara Jovita, gadis tomboy itu berusaha bangkit dari posisi berbaring.
Namun, dengan segera gadis tomboy itu meringis kesakitan saat merasakan nyeri yang luar biasa di area perut bawahnya.
"ini ada apa?"tanya Jovita saraya menatap ke arah perut dan juga suaminya secara bergantian.
Dion yang mendengar pertanyaan istrinya itu, segera tersenyum dan menggenggam tangan gadis kecil itu dengan erat.
"kau baru saja melahirkan sayang!"ucap laki-laki itu Soraya tersenyum penuh kebahagiaan.
"oh, eh, Apa?!"ucap Jovita dengan nada yang meninggi karena gadis itu merasa sangat terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh suaminya itu.
"jadi aku sudah melahirkan?"tanya gadis tomboy itu dengan raut wajah tidak percaya. dan dengan segera, kembali menangis tersedu-sedu.
Namun, gerakannya terhenti saat mendengar suara dari istrinya. dan juga tarikan kecil dari gadis itu.
"aku tidak apa-apa, aku hanya merasa bodoh dengan diriku sendiri. karena bertahan dan tidak mengetahui semua kebusukan mereka."ujar Jovita Seraya kembali memeluk tubuh suaminya itu.
"sudahlah, semuanya sudah berlalu. yang terpenting untuk saat ini, kita sudah bersama dan sudah memiliki seorang anak."ujar Dion Soraya mengusap kepala istrinya dengan gerakan lembut.
"apa kau benar-benar mencintaiku?"tiba-tiba saja, Jovita bertanya seperti itu. tentu saja hal itu membuat Dion yang mendengarnya, merasa sedikit terkejut.
Namun, dengan segera, menganggukkan kepala sebagai jawaban dirinya benar-benar mencintai gadis tomboy itu.
__ADS_1
"kalau begitu, apakah aku boleh meminta sesuatu?"tanya Jovita dengan raut wajah serius.
"apapun yang kamu inginkan, pasti akan aku kabulkan selagi aku mampu."Dion berkata dengan bersungguh-sungguh.
Jovita yang mendengar itu, sejenak terdiam. dan dengan segera, kembali mengutarakan keinginannya pada sang suami.
"tolong bantu aku untuk menghilangkan rasa yang ada di dalam sini,"ucap Jovita Soraya menunjuk ke arah dadanya.
Dion yang mengerti akan keinginan dan maksud dari istrinya, langsung menganggukkan kepala. "tidak perlu khawatir, di dalam sini nanti, hanya akan tertera namaku."ucapnya Seraya tersenyum lebar.
Jovita yang mendengar itu, seketika wajahnya langsung memerah. karena ini pertama kalinya gadis tomboy itu mendapatkan gombalan seperti ini. dan itu sangat berbeda. terdengar begitu terus dan bersungguh-sungguh.
Mereka akhirnya berpelukan dengan saling menatap dan tersenyum satu sama lain. Dion hampir mendekatkan wajahnya. dan hampir mendaratkan kecupannya di benda kenyal menurut istrinya itu.
Namun hal itu segera berhenti, saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. Tentu saja, itu membuat keduanya melepaskan diri satu sama lain.
"syukurlah anda sudah sadar,"ucap seorang perawat yang berjalan menghampirinya Seraya membawa sebuah box yang tak lain berisi bayi.
"sekarang waktunya anda untuk memberikan ASI pada Putri Anda ini,"ujar perawat itu caranya menunjukkan seorang bayi mungil yang sepertinya berjenis kelamin perempuan itu.
Tentu saja, itu membuat Jovita kembali menitikan air mata karena merasa terharu dengan semua ini. dan dengan segera, perawat itu memberikan bayi mungil itu kepada ibunya.
"kalau begitu, saya permisi dulu."ucapnya hendak melangkah pergi. namun terhenti saat mendengar ucapan dari Jovita.
"apakah dia perlu perawatan khusus?"tanya Jovita yang mengetahui jika putrinya ini terlahir dalam keadaan prematur.
__ADS_1
Perawat itu segera menggelengkan kepala. "tidak usah nyonya, karena Putri anda dalam keadaan baik."ucap perawat itu dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu.