
Akhirnya setelah bersusah payah dan berperang melawan diri sendiri, gadis itu berhasil menyelesaikan dan menghabiskan makanan yang ada di dalam Tupperware itu.
"aakkhh kenapa rasanya mual sekali?"tanya gadis tomboy itu pada dirinya sendiri. tidak biasanya Jovita berperilaku seperti ini. apalagi terhadap makanan yang sangat ia gemari.
Dengan tanpa menunggu lama, gadis tomboy itu segera berlari menuju ke arah pintu ruang kelas. membuat teman-temannya yang sedang asyik berbincang-bincang, seketika menatap gadis tomboy itu dengan tatapan bingung.
"hei loe mau ke mana?"tanya Sandrina pada gadis tomboy itu.
"toilet!"
Setelah mengatakan hal itu, Jovita segera berlari menuju ke arah bangunan belakang yang menjadi toilet di sekolahan itu.
Memang bangunan toilet di sekolahan Jovita, sedikit berbeda dengan sekolah yang lain. di mana toilet itu, terpisah dengan bangunan utama.
Jovita berlari dengan sangat kencang. hingga tidak sengaja, menabrak seseorang yang tampaknya adalah guru baru di sekolahan itu.
brugh
Seketika itu pula Jovita hampir saja terhubung ke belakang jika tidak pandai dalam menjaga keseimbangan. gadis tomboy itu segera mendongak menatap siapa yang ada di hadapannya.
"Maaf Miss saya tidak sengaja,"ucap gadis tomboy itu dengan menundukkan kepala hormat.
Perlu kalian ketahui, Jovita adalah salah satu siswa yang sangat menghormati seorang guru. walaupun dirinya jutek tomboy dan juga sedikit barbar, tapi jika masalah kesopanan, Jovita adalah ratunya. karena mampu menyesuaikan diri saat berhadapan dengan lawan bicaranya.
"tidak masalah, lain kali jangan terlalu kencang berlari. nanti kalau terjadi apa-apa denganmu, sekolah yang akan repot."ujar wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
Tentu saja perkataan dari wanita itu, membuat Jovita mengerutkan keningnya. Karena bisa mengetahui jika dirinya adalah anak dari pemilik sekolahan ini.
"Ibu tahu dari mana kalau saya adalah anak dari pemilik sekolah ini?"tanya gadis tomboy itu dengan raut wajah penasaran.
Wanita cantik itu segera tersenyum tipis."saya Alicia, guru baru di sekolah ini."ujarnya Seraya mengulurkan tangan pada Jovita.
__ADS_1
"saya Jovita,"gadis tomboy itu membalas uluran tangan Alicia. dan setelahnya, Jovita menepuk keningnya sendiri karena hampir saja lupa dengan tujuannya saat ini.
"Maaf Miss Alicia, aku harus ke toilet sebentar."ujar gadis itu Seraya berjalan dengan cepat.
Sementara Miss Alicia yang mendengar itu, menggeleng-gelengkan kepala karena melihat tingkah gadis yang satu itu.
"dasar bocah!"gumamnya Seraya melangkah pergi untuk segera menuju ke ruang kepala sekolah.
*****
hoekk,.. Hoek,...
suara muntahan itu, seketika menggema di dalam di sebuah ruangan kecil yang ada di belakang bangunan sekolah itu. sangat diuntungkan, suasana saat ini sangatlah sepi.
Sehingga gadis tomboy itu tidak akan pernah merasa malu jika ketahuan oleh teman-teman yang lain.
"kenapa perutku mual sekali ya Tuhan?"tanya gadis tomboy itu Seraya mengusap sudut bibirnya dari cairan bening yang baru saja ia keluarkan dari dalam perutnya itu.
"apa ini karena penyakitku kambuh?"tanya gadis cantik itu pada dirinya sendiri. seraya menyandarkan tubuhnya di tembok.
"kalian sudah lama berada di sini?"tanya Jovita sedikit gugup. jangan sampai mereka mendengar suara muntahan itu.
Karena pasti mereka akan berpikir macam-macam. secara Jovita, gadis tomboy itu tidak pernah sekalipun mengeluh sakit pada teman-temannya. ataupun terlihat pucat dan lemah di hadapan mereka.
"kita baru aja datang kok, emangnya kenapa?"tanya Ochi dengan raut wajah penasaran.
Dengan segera Jovita menggelengkan kepala."tidak apa-apa ayo kita pergi!"ujar gadis tomboy itu dengan cepat.
Membuat ketiga temannya seketika saling melempar pandangan. "sepertinya ada yang aneh dengan gadis itu,"ujar Sandrina pada yang lain.
Sementara Ochi dan juga Cherry yang mendengarnya, mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh Sandrina.
__ADS_1
****
Bel masuk sekolah telah berbunyi sekitar 30 menit yang lalu. namun di dalam kelas *the grls,* masihlah sangat kacau banyak suara gaduh yang mendominasi ruang kelas itu.
Karena memang, guru yang akan memasuki dan mengajar para murid itu, sedang berhalangan dan tidak bisa hadir. sehingga kalian dapat membayangkan bukan, akan seheboh apa ruang kelas itu?.
Namun kegaduhan itu tak berselang lama saat mendengar seseorang membuka pintu ruang kelas. hingga membuat semua siswa seketika terdiam.
"selamat pagi anak-anak, perkenalkan ini guru baru yang akan mengajar di kelas kalian. silakan mari perkenalkan diri anda,"ujar wanita tambun yang bernama Miss Margaret.
"halo semuanya perkenalkan saya Miss Alicia pindahan dari sekolah internasional school yang ada di negara S,"ujar wanita cantik itu memperkenalkan dirinya.
Semua siswa seketika menyambut kedatangan guru baru yang lumayan cantik dan juga muda itu dengan antusias. maklum saja, di sekolahan ini masih sedikit guru-guru yang terbilang muda dan juga cantik.
Rata-rata yang mengajar di sekolahan ini adalah wanita atau pria dengan umur di atas 40 tahun. dan para guru itu terkenal sangat killer jika tengah mengajar. dan sekarang setelah beberapa bulan purnama, akhirnya mereka dapat menikmati pemandangan yang sedikit menyegarkan mata.
"umur Ibu berapa?"
"sudah menikah apa belum?"
Begitulah bunyi pertanyaan dari beberapa siswa laki-laki dengan sesekali mengedipkan mata genitnya. tentu saja hal itu membuat Miss Margaret dan juga Miss Alicia tersenyum geli.
"dasar ya kalian, guru sendiri masak digombalin?"ucap Miss Margaret dengan tatapan tajamnya namun masih dengan senyuman kecil.
"ya nggak papa Miss, namanya juga usaha. siapa tahu kan jodoh,"celetuk yang lain dengan kekehan kecil mereka.
"sudah sudah, saya berusia 25 tahun, dan saya masih single." sontak saja, ucapan dari Miss Alicia itu membuat siswa laki-laki sedikit girang.
" saya ke sini itu sebenarnya ingin mencari kekasih saya yang tiba-tiba saja menghilang."tepat setelah Miss Alicia mengatakan hal itu, raut wajah para siswa laki-laki yang sempat berbinar, seketika mendadak lesu. dan itu membuat para wanita termasuk Miss Margaret, terkikik geli.
Sementara Jovita yang melihat dan mendengar ucapan dari wanita yang pernah ia tabrak itu, hanya menatap datar. entah mengapa, gadis tomboy itu merasa sedikit resah saat Miss Alicia mengatakan kalimat terakhir yang ia lontarkan.
__ADS_1
"issh gue ini kenapa sih?"ujar gadis tomboy itu dengan raut wajah sedikit kesal. entah apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Jovita pun tidak mengerti.
"sudahlah ini mungkin efek dari sakit yang ada di perut, makanya jadi sensitif gini."