Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
bab 60


__ADS_3

Selesai melakukan aktivitas itu, mereka akhirnya berpamitan untuk kembali ke rumah.


"hati-hati ya nona, anda tidak boleh melakukan hal itu untuk seminggu ke depan,"dokter itu berkata Seraya melirik ke arah laki-laki. yang tak lain adalah sepupu dari dokter itu sendiri.


Dion yang mendengar itu kembali melayangkan tatapan tajam kepada Rania. nama dokter itu adalah dokter Rania. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh dokter cantik itu. bahkan dokter Rania, kembali menjelaskan pantangan-pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh Jovita saat masa-masa pemulihan seperti ini.


"baik Dok saya mengerti,"ucap Jovita Seraya tersenyum kecil. dan dengan segera, menarik tangan laki-laki itu agar menjauh dari tempat itu.


Karena dapat dipastikan, bahwa laki-laki itu pasti akan langsung melayangkan protes pada dokter Rania. untuk itu, sebelum suasana di antara mereka semakin memanas, Jovita dengan sigap langsung menarik tangan laki-laki itu untuk keluar dari tempat itu.


"kita ke restoran dulu ya Mas, kebetulan aku laper banget."ucap Jovita Seraya memasang wajah penuh senyum.


Namun, di luar dugaan. Dion hanya terdiam Soraya tetap hanya sesekali melirik ke arah istri kecilnya itu dengan tatapan sinisnya. membuat Jovita yang melihat itu, seketika menghilang nafas panjang.

__ADS_1


"dasar laki-laki ambekan.!"gumam Jovita dengan suara sedikit kencang. karena memang, gadis tomboy itu sengaja menyindir suaminya.


Membuat laki-laki itu, seketika menghentikan laju kendaraannya dan menatap Jovita dengan tatapan yang sangat tajam.


"jujur sama aku, kenapa kamu ngelakuin ini?"tanya Dion Seraya menyentuh kedua pundak gadis tomboy itu.


"memangnya, aku ngelakuin apa?"tanya Jovita pura-pura polos. padahal, gadis tomboy itu mengerti apa yang dimaksud oleh sang suami.


"jangan pura-pura polos Jovita! aku tanya sekali lagi, apa alasan kamu melakukan tindakan seperti ini?!"tanya Dion Seraya menekan kedua pundak gadis itu. hingga membuat si pemilik, seketika meringis kesakitan.


Suasana yang awalnya sangat ceria dan penuh canda tawa, berubah 180 derajat dalam sekejap mata. pasangan suami istri itu, kini bersikap dingin satu sama lain. Dion yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau gitu, Mas minta maaf!"ucap Dion mencoba untuk mengalah. karena laki-laki tampan itu, tidak menginginkan pertengkaran di antara mereka.

__ADS_1


Namun, Jovita sama sekali tidak menyahut ucapan Maaf dari sang suami. Gadis itu memilih untuk diam. hatinya masih merasa dongkol.


Apa tujuan semua laki-laki saat memiliki pasangan hanya untuk reproduksi? padahal mereka dinikahi untuk menjadi pasangan hidup yang saling melengkapi. dan soal anak, itu adalah bonus dari sang maha kuasa.


Namun, dengan sikap Dion yang baru saja ditunjukkan oleh laki-laki itu, Jovita semakin yakin. Bahwa dirinya dinikahi hanya untuk dijadikan alat. mungkin saja, suaminya itu hanya terobsesi padanya bukan benar-benar mencintainya.


"apa benar apa yang aku pikirkan itu?"tanya Jovita pada dirinya sendiri. namun naasnya, pertanyaan dari gadis tomboy itu didengar oleh Dion. hingga membuat laki-laki itu kembali menoleh ke arah Jovita.


Yap. Jovita pernah berpikir bahwa suaminya itu bukan mencintainya dengan tulus tapi hanya terobsesi saat melihat bagaimana laki-laki itu memperlakukannya secara berlebihan. Jika seorang wanita akan merasa senang jika diperlakukan secara spesial, namun itu tidak bagi Jovita. karena gadis tomboy itu merasa perlakuan suaminya ini sangatlah aneh dan juga berlebihan. entah dari mana pikiran buruk itu timbul.


"apa yang kamu pikirkan sayang?"tanya Dion Seraya menatap ke arah istri kecilnya itu. namun, lagi lagi Jovita hanya diam tanpa ingin mengatakan sesuatu pada laki-laki itu.


"aku minta maaf,"ucap Dion pada akhirnya. karena laki-laki itu tahu, saat ini istri kecilnya itu sedang marah. dan kemarahan wanita itu, akan jauh lebih mengerikan. apalagi selama ini, Jovita jarang sekali marah setelah mereka berbaikan.

__ADS_1


Tak ada sahutan sama sekali dari gadis itu. mobil yang mereka tumpangi, sampai di sebuah rumah mewah yang tak lain adalah rumah mereka sendiri. tanpa pikir-pikir lagi, Jovita segera keluar dari dalam mobil Seraya menggendong baby Disya. tanpa memperdulikan laki-laki itu. masih berusaha mengejar di belakang sana.


"sayang tolong maafkan aku,"ucap Dion dengan sedikit berteriak. namun hal itu sama sekali tidak di gubris oleh Jovita. gadis tomboy itu segera membawa putrinya ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.


__ADS_2