
Jovita telah sampai di depan rumah dengan sebuah taksi. dengan segera gadis tomboy itu masuk ke dalam rumah. pikirannya saat ini sedang kacau karena memikirkan nasib Cherry. karena bagaimanapun juga, Cherry adalah sahabatnya. mereka telah bersahabat hampir 5 tahun lamanya. dan itu bukanlah waktu yang sebentar.
Bahkan saking fokusnya Gadis itu memikirkan masalah sahabatnya, dirinya sampai tidak sadar bahwa telah melewati sang suami yang tengah menggendong Putri kecilnya itu.
"ekhem,"sengaja, Dion berdehem cukup kuat agar membuat lamunan istrinya itu buyar. karena tepat beberapa meter di depan sana, Jovita akan menabrak meja. jika tidak dihentikan.
Dan benar apa yang ia Duga, gadis tomboy itu langsung terdiam. dan seketika itu pula, Jovita membulatkan kedua matanya. saat menyadari akan sesuatu.
"astaga!" pekik gadis tomboy itu Soraya melangkah mundur. tentu saja hal itu membuat Dion yang berada di belakang sana, menahan tawa. melihat tingkah absurd dari istri kecilnya itu.
"makanya kalau jalan itu lihat-lihat," ujar Dion Seraya melangkahkan kakinya untuk mendekati istri kecilnya itu. dan dengan segera, menyentil kening gadis tomboy itu. membuat si pemilik, seketika meringis.
"memangnya, apa sih yang kamu pikirkan?"tanya Dion Seraya menyerahkan Putri kecil mereka kepada Jovita. dan dirinya, merengkuh pinggang istri kecilnya itu.
Sementara Jovita, masih saja terdiam. sepertinya, pikiran gadis tomboy itu masih belum berada di tempat. masih melayang-layang di udara.
"Jovita!"panggil Dion sekali lagi. dan hal itu membuat gadis tomboy itu kembali tersadar.
"aku hanya kepikiran tentang Cherry, Mas."ucap Gadis itu Seraya berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mereka.
Jovita dengan perlahan-lahan menidurkan bayi mungil itu ke dalam tempat tidur yang telah disediakan oleh sang suami. dan dengan segera, duduk di samping Dion yang telah menunggunya dari tadi.
__ADS_1
"memangnya ada apa dengan Cherry?"tanya Dion dengan raut wajah yang tidak suka. karena gara-gara gadis itu, istri kecilnya hampir saja kehilangan nyawa.
Jovita yang melihat reaksi dari suaminya, segera mengusap pipi laki-laki itu. "tidak baik menyimpan dendam seperti itu,"ucapnya Seraya menepuk lembut wajah tampan laki-laki itu.
"lagi pula, aku bahkan merasa bersyukur. karena berkat mereka, aku dapat menemukan ketulusan di dalam hubungan kita. dan hal itu membuatku sadar."ujar Jovita Seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Dion yang mendengar itu, seketika melingkarkan tangan kakaknya, di perut istrinya. dan mengeratkan pelukannya.
"memang, setiap ada masalah itu pasti ada hikmah yang bisa kita petik. entah itu hikmah baik ataupun pelajaran yang sangat berharga."gumam laki-laki itu Seraya mendaratkan beberapa kecupan di kepala istri kecilnya.
"tapi tetap saja, gara-gara mereka, kamu hampir kehilangan nyawa!"ucapnya mengeram kesal. namun setelah itu, Dion kembali luluh saat mendengar nasehat dari gadis tomboy itu.
"jangan terlalu mengikuti bisikan iblis. karena itu aku pasti akan menyesatkanmu suatu saat nanti,"ucap Jovita dengan tatapan yang sangat dalam.
"ternyata, istriku sudah banyak berubah ya sekarang,"ucap Dion menggoda gadis tomboy itu.
"ya begitulah, aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari musibah yang terjadi dalam hidupku."ucapnya tersenyum hangat.
Dion yang mendengar itu, juga ikut tersenyum dan mereka sama-sama berpelukan. namun tiba-tiba saja, senyuman Jovita luntur berubah menjadi wajah yang kembali murung.
"hei ada apa?!"tanya Dion Seraya mengangkat dagu istri kecilnya itu. hingga laki-laki itu, dapat melihat kedua mata indah istrinya tergenang oleh air.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Dion, merasa begitu panik. laki-laki itu dengan segera kembali memeluk tubuh mungil istri kecilnya itu.
"ada apa sayang?"tanya Dion sekali lagi. sungguh, laki-laki itu sangat takut jika hal-hal buruk terjadi pada gadis kesayangannya.
"aku hanya merasa kasihan dengan Cherry,"sontak saja ucapan dari istri kecilnya itu, membuat Dion merasa kebingungan.
"maksud kamu bagaimana?"tanya laki-laki itu yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Jovita.
"kata teman-teman, saat ini jari tengah hamil. dan aku curiga, itu adalah perbuatan Alvaro!"ucap Jovita Seraya menggigit bibir bawahnya.
Sementara Dion, laki-laki itu hanya terdiam. karena memang, tidak tahu apa yang harus dia lakukan. laki-laki tampan itu memutuskan untuk mendengarkan semua keluh kesah istrinya.
"sudah tidak usah dipikirkan,"ucap laki-laki itu Seraya mengusap kepala istri kecilnya yang masih berada di atas dada bidangnya.
"oh iya, kamu mau kasih nama anak kita siapa?"tanya Dion yang baru menyadari sesuatu.
"aku sudah memiliki nama yang cantik untuk anak kita."ucap Jovita Seraya tersenyum tipis.
Dion yang mendengar itu dibuat penasaran dengan ucapan istrinya. "memangnya siapa nama yang akan kamu kasih?"tanya Dion dengan raut wajah yang sangat penasaran.
Namun, bukannya menjawab gadis tomboy itu malah melerai pelukan suaminya. dan setelahnya, berjalan menjauhi laki-laki itu. dan setelah dirasa cukup jauh, Jovita pun berkata dengan sedikit meledek.
__ADS_1
"rah-asi-a"selesai mengatakan hal itu, gadis tomboy itu segera berlari masuk ke dalam kamar mandi. karena memang, gadis tomboy itu belum mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.