Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
BAB 36


__ADS_3

Jam pulang sekolah pun telah berdering beberapa saat yang lalu. dan semua temannya telah melangkah pergi dari tempat itu. termasuk juga dengan ketiga sahabatnya.


Hanya Jovita lah yang masih sendiri di tempat itu. alasannya yang tak lain dan tak bukan adalah karena Dion mengancam gadis itu dengan akan membongkar semuanya. jika gadis itu tidak ingin mengikuti perintahnya.


Tentu saja hal itu membuat Jovita yang mendengarnya, merasa begitu kesal. sesekali gadis tomboy itu juga mengumpati laki-laki itu. dengan sesuka hatinya.


"dasar egois om om tak tahu diri!"maki Jovita Seraya menghentak-hentakkan kedua telapak kakinya.


"Jovita, kamu dipanggil seseorang."ujar seorang kepala security berjalan menuju ke arahnya.


"baik Pak, terima kasih."ujar gadis tomboy itu Seraya melangkahkan kakinya mengikuti petugas keamanan itu.


Sesampainya di depan gerbang, Jovita segera berhenti Seraya melipat tangannya di depan dada. dengan raut wajah yang begitu menyeramkan. namun, hal itu tidak membuat Dion merasa takut. justru laki-laki tampan itu merasa sangat gemes saat melihat ekspresi wajah dari sang istri.


"kalau begitu, kamu permisi dulu Pak!"ujar laki-laki tampan itu memberi salam kepada petugas keamanan sekolah tempat tidurnya berada itu.


"sama-sama. semoga, selamat sampai tujuan."ucap petugas keamanan itu Seraya melambaikan tangan.


*****


Suasana di dalam mobil itu seperti tidak ada kehidupan. karena sudah dari tadi, gadis tomboy itu tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun. tentu saja, Dion mengetahui apa yang telah terjadi dengan gadis tomboy itu.


"semoga setelah ini, kau akan sadar!"ujarnya tanpa menoleh ke arah lawan bicara.


Tentu saja, ucapan dari laki-laki itu membuat Jovita seketika menoleh ke arah sumber suara.


"apa maksudnya?"tanya gadis tomboy itu Seraya melayangkan tatapan tajam. Namun hal itu tidak digubris oleh Dion. laki-laki tampan itu terus melajukan mobilnya tanpa berniat untuk menanggapi ucapan dari gadis tomboy itu.

__ADS_1


Dahi Jovita seketika mengernyit saat mobil yang ia tumpangi, berhenti tepat di sebuah penginapan yang berada di kota itu.


"ngapain Om?"tanya gadis tomboy itu dengan raut wajah ketakutan. karena Jovita menyangka, Dion akan membawanya untuk melakukan sesuatu hal yang buruk.


Padahal jika Dion mau, mereka akan berlibur ke tempat yang lebih mewah dari itu. apalagi untuk bersenang-senang dengan istri sendiri.


"Om pasti mau macam-macam kan sama gue?!"tanya gadis tomboy itu Soraya menepis tangan Dion. saat laki-laki itu, hendak menarik tangannya.


"sudah. ikut saja nanti juga kamu akan tahu,"ucap Dion yang masih saja menarik tangan gadis itu.


Hingga, membuat Jovita, seketika mengikuti langkah sang suami. karena memang, postur tubuhnya yang sangat kecil. mudah sekali untuk diseret.


"om, kalau mau macam-macam model dikit kek, ngapain nginep di sini? nggak model banget!"cibir Jovita berniat untuk membuat suasana hati laki-laki itu menjadi kacau.


"kalau saya mau, saya akan menyewa pulau pribadi untuk kita ber bulan madu,"ucapnya masih dengan langkah lebar.


Dahi Jovita kembali mengkerut, saat menyadari bahwa laki-laki yang ada di sebelahnya itu, tidak menariknya untuk masuk ke dalam kamar seperti dugaannya.


Tak lama berselang kedua matanya menyipit untuk memperjelas gambar yang di tangkap oleh kedua matanya itu. seketika itu pula matanya membulat saat melihat dua orang yang sangat ia kenal.


"Cherry, Alvaro? untuk apa mereka di sini atau jangan-jangan?"Jovita kembali membekap mulutnya sendiri saat membayangkan sesuatu yang tiba-tiba saja melintas di depan kepalanya.


"nggak, itu pasti nggak mungkin."ujar Jovita menggelengkan kepalanya karena merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu.


Gadis tomboy itu hendak berdiri untuk mendamprat dua orang yang saat ini sedang menuju ke arah salah satu kamar yang memang sudah terbuka. Namun, tindakan itu langsung dicegah oleh sang suami.


"jangan gegabah, kamu lagi hamil. aku tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan anak yang ada dalam kandunganmu."ujar Dion memperingatkan gadis tomboy itu.

__ADS_1


Namun, hal itu sama sekali tidak digubris oleh Jovita. gadis tomboy itu tetap melangkahkan kakinya menuju ke tempat dua orang penghianat itu.


prok prok


suara tepukan itu membuat Cherry dan juga Alvaro, seketika menoleh dan mereka semua, merasa begitu terkejut.


"honey!"


"Jovita!"


Ucap keduanya secara bersamaan dengan raut wajah yang begitu terkejut.


Sementara Jovita yang mendengar itu, hanya tersenyum miring Seraya melayangkan tatapan tajam pada keduanya.


"ternyata selama ini, gue melihara parasit!"ujar gadis tomboy itu Seraya menatap keduanya dengan tatapan membara.


"aku bisa jelasin honey!'ujar Alvaro yang hendak meraih tangan gadis jomblo itu. namun dengan segera, Jovita menghempaskan tangan laki-laki itu.


"jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu itu!" sentak dengan raut wajah merah padam.


Sementara itu, Cherry yang mendengar itu hanya terdiam. dan tiba-tiba,...


brugh


Duk


Gadis itu, mendorong Jovita hingga membuat gadis tomboy itu terjatuh dan kepalanya menghantam tembok. setelah itu, Cherry dan juga Alvaro segera pergi meninggalkan tempat itu. saat melihat Jovita telah tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2