
Setelah pemilik apartemen itu meninggalkan unitnya, Dion segera masuk ke dalam apartemen itu. beruntungnya laki-laki yang ditemui oleh Dion, adalah seorang single. menjadikan laki-laki tampan itu tidak usah repot-repot untuk menjelaskan semuanya pada anggota keluarga dari pemilik apartemen.
Dion terus mengawasi kegiatan istrinya bersama dengan sang kekasih dari sebuah teropong yang memang telah dibawa oleh laki-laki tampan itu.
Sesekali dia menatap tajam saat melihat interaksi di antara mereka berdua yang menurutnya terlalu intim dan tidak ada jarak di antara mereka.
Mungkin, Dion adalah salah satu laki-laki yang sangat bodoh di dunia ini yang membiarkan istrinya berdekatan dengan laki-laki lain.
Namun apa mau dikata, rasa takut kehilangan lebih besar dari kewarasan yang dia miliki. sehingga membiarkan istri kecilnya bebas berinteraksi dengan laki-laki lain.
Dion segera bergegas keluar dari dalam apartemen itu, saat melihat istri kecilnya beranjak dari tempat duduk dan langsung menuju pintu apartemen itu.
Terlihat Jovita tengah tersenyum manis dan sesekali memukul pelan lengan Alvaro. tentu saja hal itu membuat Dion yang melihatnya, merasa panas karena terbakar api cemburu.
Tepat saat Jovita melangkahkan kakinya untuk menuju lift yang membawanya ke lantai dasar, Dion dengan segera menarik tangan gadis tomboy itu dan ikut masuk ke dalam kurungan besi itu.
Tentu saja, hal itu membuat Jovita yang melihat itu merasa sangat terkejut. "Om, Om ngikutin gue?"tanya gadis tomboy itu Seraya melotot tajam.
Sementara Dion yang ditanya, hanya tersenyum kecil. kemudian, mencoba menggenggam tangan gadis tomboy itu. namun dengan cepat, genggaman tangan dari Dion, ditepis oleh gadis tomboy itu.
"jangan pernah sentuh gue!"ujar Jovita Seraya mendorong pelan tubuh laki-laki itu
Hingga membuat Dion, seketika meringis. bukan karena sakit akibat dorongan dari gadis tomboy itu. melainkan karena ucapan yang seolah-olah, Dion adalah seekor kuman atau serangga yang menjijikkan.
"sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti ini? aku ini suamimu,"ucapnya Seraya menatap istrinya itu sekilas.
mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu, membuat Jovita seketika menatap sinis. "jangan pernah berharap sebuah batu akik akan bersanding dengan batu berlian, itu mustahil namanya."ucap Jovita Seraya keluar dari kotak besi itu saat telah terhenti.
__ADS_1
****
Beberapa hari setelah kejadian itu, Jovita masihlah mendiamkan sang suami. karena memang Jovita tidak memiliki selera untuk berbincang-bincang dengan laki-laki itu. padahal di luar sana, banyak orang yang menginginkan hanya untuk sekedar berbincang-bincang dengan laki-laki itu.
Tentu saja keadaan itu membuat Dion semakin merasa frustasi. karena setiap kali laki-laki tampan itu mengajak istrinya berbicara, maka tatapan sinis lah yang akan ia dapatkan.
Seperti saat ini. saat mereka tengah menikmati sarapan di ruang makan, Dion seringkali mengajak gadis tomboy itu untuk berbincang. Namun, sepatah kata pun ucapan dari Dion, tidak digubris oleh gadis tomboy itu.
"nanti kamu pulang jam berapa?"tanya Dion mencoba membuka percakapan pada gadis itu.
"kamu nanyea, kamu bertanya-tanyea?"ujarnya Seraya menirukan gaya yang sedang viral saat ini.
Membuat Dion yang mendengarnya, seketika tersedak makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya. dan setelahnya, menatap istri kecilnya itu dengan tatapan tak percaya.
Tidak percaya karena gadis tomboy seperti Jovita, ternyata mengikuti trend yang sedang viral di sebuah negara itu.
Membuat Dion yang melihat itu, seketika menggelengkan kepala. "semoga aku masih diberikan kesempatan untuk terus berada dan menjaga dirimu sampai nanti,"ujar Dion tersenyum kecil.
Dion dengan segera menyelesaikan sarapannya. dan langsung menuju ke arah pintu depan, untuk berangkat ke kantornya.
Tepat saat laki-laki tampan itu membuka pintu, dirinya tertegun dengan raut wajah heran. karena melihat Jovita yang terdiam di depan sana.
"sayang, kamu kenapa?"tanya laki-laki itu Seraya menghampiri istri kecilnya.
Namun masih belum ada sambutan dari gadis tomboy itu.hingga perlahan, laki-laki tampan itu, juga ikut menatap ke arah pandangan istrinya berada.
"mama,"ucap laki-laki itu saat menyadari sang Ibu ternyata telah berdiri di samping mobil. dengan segera dan tanpa basa-basi, Dian segera merengkuh pinggang gadis tomboy itu dan membawanya untuk menemui sang ibu.
__ADS_1
"Mama ke sini kok nggak bilang-bilang?"tanya laki-laki itu Seraya menyalami Olivia sang ibu.
"sengaja, Mama mau lihat seperti apa dan sedekat apa hubungan kalian, ternyata kalian semakin romantis ya,"ujar wanita paruh baya itu Seraya tersenyum kecil.
Membuat Jovita yang mendengarnya seketika merasa ingin muntah karena ucapan dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.
"hehehe iya Mah, kita semakin mesra kok. iya nggak sayang?"tanya Dion Soraya mengecup pipi istri kecilnya itu. hingga membuat si pemilik pipi, seketika melayangkan tatapan tajam yang sangat menohok.
"dasar om om mesum!"gumamnya dalam hati. Seraya menginjak kaki laki-laki itu saat melihat ibu mertuanya memandang ke arah lain.
"au! sayang, kenapa dicubit sih?"tanya Dion dengan raut wajah yang sangat manis dan juga menggemaskan. hingga membuat Jovita merasa begitu terkejut.
"kenapa Dion?"tanya Olivia Seraya membalikkan badannya dan menatap ke arah laki-laki itu dengan tatapan heran.
"nggak papa kok Mah, kalau gitu kita berangkat dulu ya. takut telat,"ujar Dian Seraya menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam mobil.
"Om, gue gue nggak mau berangkat sama Om ya,"ucapnya Seraya mendelik tajam.
Namun ucapan sinis dari gadis tomboy itu sama sekali tidak digubris oleh Dion. laki-laki tampan itu malah semakin menarik tangan gadis tomboy itu untuk segera masuk ke dalam mobil.
"jangan berantem di sini, kasihan Mama nanti kalau beliau sendiri gimana?"tanya laki-laki itu berbisik di telinga Jovita.
Hingga tanpa sadar Jovita pun ikut menatap ke arah wanita paruh baya yang tengah tersenyum ke arah mobil yang ditumpangi olehnya.
"kalian hati-hati ya, jangan suka ribut karena memang kalian itu masih pengantin baru nikmati saja kehangatan yang ada,"ujar Olivia penuh makna.
Membuat Jovita yang mendengarnya seketika memutar bola mata malas."nggak anak nggak emak, sama-sama nyebelin!"gerutunya dalam hati.
__ADS_1
"iya Mah, Mama tenang aja kita akan selalu romantis kok, kan kita memang saling mencintai."ujar Dion dengan penuh percaya diri. Tentu saja, perkataan laki-laki itu, mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.