
Setelah selesai bersiap-siap, gadis tomboy itu segera melangkahkan kakinya untuk menuruni anak tangga. karena memang hari sudah semakin siang.
"apa kau tidak ingin sarapan dulu?"tanya Dion saat melihat istri kecilnya itu menuruni anak tangga.
membuat Jovita yang mendengarnya, mengedikkan bahunya dan dengan segera langsung menuju pintu keluar. membuat Dion seketika menghela nafas dengan panjang dan juga kasar.
"sampai kapan aku harus bertahan seperti ini?"tanya laki-laki tampan itu seorang mengelap bibirnya dengan tisu. dan setelahnya bangkit dari kursi untuk menyusul istrinya.
"apa kau ingin aku antar?"tanya laki-laki tampan itu saat melihat gadis tomboy itu tengah berdiri di ambang pintu.
"tidak usah aku bisa sendiri!"ucapnya yang langsung melangkahkan kakinya untuk menjauh dari laki-laki itu.
Jangan sampai ucapan laki-laki itu menjadi kenyataan. karena sampai kapanpun, Jovita tidak ingin berangkat sekolah bersama dengan laki-laki itu. walaupun mereka sudah menjadi suami istri.
Akhirnya Jovita memutuskan untuk menaiki motor kesayangannya. gadis itu seakan tidak memperdulikan teriakan dari seseorang yang berada di belakangnya. yang Jovita tahu, pasti itu adalah suara dari laki-laki menyebalkan itu.
"bodo amat emang gue pikirin!"ucap gadis itu suaranya tersenyum sinis. dan terus melajukan motor itu untuk menuju sekolah yang menjadi tempatnya untuk belajar.
****
tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Jovita telah sampai di depan gerbang sekolah itu. dan dengan segera, gadis tomboy itu turun dari atas motornya saat benda itu telah berada di tempatnya dengan selamat.
"lu baru datang?"tiba-tiba saja para sahabatnya telah berada di sebelahnya Seraya menatap Jovita dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"ih kalian ada di sini?"tanya gadis tomboy itu sedikit terkejut. dan merasa sangat gugup karena ketiga sahabatnya itu menatap dirinya dengan tatapan misterius.
"kenapa loe semua lihatin gue kayak gitu?"tanya Jovita mencoba untuk menutupi ekspresi wajah terkejut dan juga takutnya.
"kok tumben lu pakai jaket kayak gini?"tanya Cherry menatap gadis tomboy itu dengan tatapan menyelidiki.
"euumm, gue nggak papa kok gue cuma nggak enak badan aja."ujar Jovita yang mulai sedikit gemetaran.
Tentu saja hal itu membuat ketiga sahabatnya yang mendengar ucapan dari gadis tomboy itu, semakin merasa curiga.
"jangan bilang kalau loe,...."ucap Ochi Seraya menatap gadis tomboy itu dengan tatapan yang sangat tajam.
"kalau gue apa?"tanya Jovita dengan nada sedikit meninggi. hingga membuat ketiga temannya, sedikit tersentak kaget.
"eh, sorry gue kebawa emosi,"ucap gadis tomboy itu Seraya menggigit bibir bawahnya karena merasa bodoh dengan tindakan yang ia lakukan itu.
Membuat mereka bertiga malah semakin menetap Jovita dengan tatapan penuh curiga. "loe lagi nggak berusaha bohongin kita, kan?"tanya Sandrina menatap ketuanya itu.
"apaan sih, gue nggak menyembunyikan apa-apa, udah ah mending kita ke kelas aja!"ucapnya seraya menarik tangan para teman-temannya itu untuk segera masuk ke dalam kelas. dan tanpa disadari oleh gadis tomboy itu, seseorang memperhatikan dirinya dari Balik pagar.
Siapa lagi orangnya jika bukan Dion sang suami. laki-laki itu berhasil mendarat dengan tepat di belakang sang istri dan memata-matainya.
Bukan karena tidak mempercayai gadis itu, namun dia melakukan ini untuk memastikan keadaan gadis dan bayi yang dikandung baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah selesai memantau gadis itu, Dion segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. meninggalkan area sekolah itu dengan sedikit tenang.
"nanti kalau ada waktunya pulang, aku akan menjemputmu."tulis laki-laki itu di dalam ponselnya lalu mengirimkannya pada sang istri.
Setelah selesai mengirimkan itu, Dion segera melajukan kendaraannya untuk menuju ke tempat kerja.
****
Sementara itu di dalam kelas XI, Jovita baru saja mendudukkan dirinya di tempat duduk yang biasa ia gunakan. dan tak lama berselang terdengar suara notifikasi dari ponselnya.
Jovita yang menduga jika notifikasi itu dari sang kekasih, sangat bersemangat mengambilnya. dan dengan segera, membuka pesan singkat yang terdapat di aplikasi berwarna hijau.
"nanti pulangnya saya jemput ya,"Dion Alexander.
"CK,"seketika itu pula Jovita berdecak sebal saat mengetahui pesan itu dikirim oleh seseorang yang sangat menyebalkan baginya.
"kenapa loe?"tanya Cherry Seraya menatap gadis tomboy itu dengan tatapan bingungnya.
"nggak apa-apa kok,"ujar gadis tomboy itu Seraya menggelengkan kepala. dan dengan segera memasukkan kembali benda pipih itu ke dalam saku seragamnya.
Saat dirinya hendak menyentuh perutnya karena merasa melilit, seketika itu juga Jovita terdiam. gadis tomboy itu baru menyadari, jika dirinya tengah mengandung saat ini.
"CK,"lagi lagi gadis tomboy itu berdecak Sebal. membuat teman-temannya kini menatapnya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"kenapa sih dari tadi kok kayak orang PMS? sewot terus dari tadi?"tanya Cherry yang saat ini menatap Jovita dengan tatapan keheranan dan penuh dengan tanda tanya.