Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 49


__ADS_3

Sore harinya, Jovita memutuskan untuk segera pulang ke rumah. karena gadis tomboy itu merasa, telah terlalu lama berada di luar rumah. dan pasti, Putri kecilnya sudah kehausan saat ini. karena memang Jovita tidak menyetok ASI di dalam kulkas.


"eh guys gue pulang dulu ya,"ucap Jovita pada teman-temannya saat mereka baru saja akan masuk ke dalam mobil. setelah berbincang-bincang dengan asisten rumah tangga Cherry.


"nggak mau bareng gue?"tanya Reiner pada gadis tomboy itu.


"nggak usah Rein, makasih."ujar Jovita pada laki-laki itu disertai dengan senyuman tipis.


Tentu saja hal itu membuat semua orang yang melihatnya, merasa sedikit tercengang. dengan perubahan sikap gadis tomboy itu. karena biasanya, Jovita tidak akan pernah tersenyum pada seseorang. terlebih lagi, pada Reiner. karena laki-laki itu, seringkali mengganggu Jovita. dan membuat gadis tomboy itu, sering mengumpat kesal.


"ya udah kalau gitu, gue pergi dulu! Bye bye," ucap gadis tomboy itu Seraya melambaikan tangannya dan mendaratkan ciu*man jarak jauh. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika melongo karena merasa tak percaya dengan tingkah gadis tomboy itu.


"kenapa tuh anak?"tanya Ochi pada teman-temannya.


"jangan-jangan setelah koma kemarin, otaknya lagi geser terus sekarang jadi anak seperti itu,"Celetuk Reiner pada para gadis itu.


Tentu saja, ucapan dari laki-laki itu, membuat mereka semua, menjitak kepala laki-laki itu secara bersamaan.


"Otak loe tuh yang geser!"ucap Ochi segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu bersama dengan teman-temannya yang.


"kalian tega banget sih sama gue,"ucap Reiner disertai desa*an pelan. Namun demikian, laki-laki itu tetap mengikuti para wanita untuk segera masuk ke dalam mobil.


Karena memang, Reiner harus mengantarkan para gadis duduk ke tempat tujuan dengan selamat. itu adalah permintaan dari Jovita sang primadona di dalam geng mereka.

__ADS_1


*****


sementara itu di lain tempat, terlihat seorang wanita paruh baya tengah duduk di dalam sebuah restoran mewah di kota itu. sepertinya, wanita itu telah menunggu seseorang untuk datang. terbukti dengan pandangannya, yang sesekali mengarah ke arah pintu.


"tante Olivia!"seseorang memanggil nama wanita paruh baya itu dari arah belakang. dan hal itu seketika membuat si pemilik nama itu, segera menoleh ke arah sumber suara.


"hei Alicia!"ucap wanita paruh baya itu disertai lambaian tangan.


"tante apa kabar?"tanya wanita itu yang tak lain adalah Alicia Seraya melakukan cipika-cipiki kepada wanita paruh baya itu.


"silakan duduk!"ujar wanita paruh baya itu Seraya menarik tangan wanita muda yang ada di hadapannya untuk duduk di hadapannya.


"gimana? kamu sekarang kerja di mana?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap Alicia dengan senyuman manis yang terpatri di bibirnya.


Olivia yang mendengar itu, sejenak terdiam seperti seseorang yang tengah memikirkan sesuatu.


"kamu kenal sama Jovita?"tiba-tiba saja wanita paruh baya itu melontarkan sebuah pertanyaan. yang membuat Alicia, seketika mengerutkan keningnya.


"kenal tante emangnya ada apa?"tanya Alisa pada wanita paruh baya itu.


Olivia yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala. "tidak apa-apa, lupakan!"ucapnya dengan raut wajah masam.


Tentu saja tingkah laku dari wanita paruh baya itu, membuat Alicia semakin bertanya-tanya. ada apa sebenarnya dengan hubungan mereka. apa ini waktu yang tepat, untuk dirinya bertanya tentang ucapan dari gadis tomboy itu.

__ADS_1


Tapi, rasanya masih belum memungkinkan. Apalagi, dirinya baru saja bertemu dengan Olivia. jangan sampai wanita paruh baya itu, mendapatkan kesan buruk saat bertemu dengan dirinya untuk pertama kali Setelah sekian lama terpisah. akhirnya Alicia memutuskan untuk berdiam diri.


"oh ya, kenapa kamu memilih jadi guru? Padahal kamu kan anak yang cerdas?"tanya Olivia setelah beberapa saat mereka sama-sama terdiam.


"habisnya, aku nggak tahu mau kerja apa lagi tante."ucap wanita muda itu disertai senyuman tipis.


Membuat, Olivia sejenak terdiam."lebih baik kamu bekerja di tempat Dion. sepertinya kamu lebih cocok menjadi wanita kantoran daripada menjadi seorang guru,"ucap Olivia Seraya menggenggam tangan mantan pacar dari putranya itu.


"tidaklah tante, saya merasa tidak pantas. apalagi, Dion kan sudah menikah."ucap Alicia Soraya tersenyum tipis.


uhuk uhuk uhuk


Seketika itu pula, Olivia tersedak air liurnya sendiri. saat wanita yang ada di hadapannya itu, mengatakan hal seperti itu.


"kamu dapat informasi itu dari mana?"tanya Olivia secara perlahan. setelah wanita paruh baya itu, berhasil untuk mengatur ekspresi wajahnya.


"nebak aja sih tante, masa iya Dion masih belum memiliki pasangan. Dion kan laki-laki yang sukses."ucapnya disertai dengan senyuman tipis.


Terdengar helaan nafas terdengar dari arah wanita itu. dan itu sangat jelas terdengar oleh Alicia.


"kenapa raut wajahnya seperti itu?"tanya Alicia dalam hati. jiwa keponya semakin meronta-ronta setelah melihat ekspresi dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.


"pasti ada yang tidak beres,"gumam Alicia dalam hati. dirinya bertekad akan mencari tahu semuanya. karena memang, perasaan yang masih sama seperti dulu. dan tidak ada yang berubah sama sekali.

__ADS_1


"aku harus mencari tahu sendiri,"gumam wanita itu dalam hatinya.


__ADS_2