Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 32


__ADS_3

Setelah kepergian kedua orang tua Dion dan juga Jovita, suasana di dalam ruangan VVIP tersebut, menjadi sangat hening. Berkali-kali, Dion ingin berbicara dengan istri kecilnya itu. walaupun hanya sekedar memberi selamat ataukah mengusap perut rata gadis tomboy itu.


Namun selalu diurungkan oleh laki-laki tampan itu saat melihat tatapan mengerikan dari sang istri. membuat Dion merasa sangat kebingungan. akhirnya karena sudah tidak tahan dengan sikap istrinya itu, Dion dengan segera menarik tangan gadis tomboy itu.


Membuat si pemilik seketika terkejut dan menatapnya semakin tajam. "apa yang lu lakuin?"tanya Jovita Seraya menepis tangan kekar suaminya.


"kenapa kamu marah sama aku?"tanya Dion yang merasa tidak mengerti dengan sikap yang ditunjukkan oleh istri kecilnya itu.


Membuat Jovita dengan segera, mencabut selang infus yang ada di tangannya. dan hal itu sukses membuat Dion. membulatkan mata. "apa yang kamu lakukan?"tanya laki-laki tampan itu dengan nada yang sangat panik.


"kamu terluka!"ucapnya Seraya mencoba meraih tombol yang ada di dinding kamar itu.


Sementara Jovita, gadis tomboy itu menatap Dion dengan tatapan yang sangat dingin dan juga senyum menyeringai.


"aku memang sudah terluka Om tua, jadi jangan pernah menasehatiku ataupun mengkhawatirkanku. karena ini semua tentang karena anda!"ujarnya Seraya mendorong tubuh kekar Dion .


Membuat laki-laki tampan itu, seketika melangkah mundur karena tidak siap dengan dorongan yang dilakukan oleh istri kecilnya itu.


Jovita segera melangkahkan kakinya menuju ke pintu ruangan VVIP tersebut. berniat ingin keluar dan segera pulang. namun dengan segera, tangan mungilnya ditarik oleh sang suami hingga membuat tubuhnya jatuh ke dalam pelukan Dion.


"apa yang kamu lakukan? kamu itu masih belum sembuh!"ujar laki-laki tampan itu Seraya menarik istrinya untuk berbaring kembali diranjang rumah sakit.


Jovita masih dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari laki-laki yang tengah membopong dan merebahkan dirinya ke ranjang itu.


"lepaskan b******!"maki Jovita Soraya melayang katakan tajam pada sang suami.

__ADS_1


Sontak saja, ucapan dari Jovita itu membuat Dion yang mendengarnya, tertegun di tempat. kali ini hatinya benar-benar merasa sakit. dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut istri kecilnya itu.


"ya sudah terserahmu saja,"ucap laki-laki tampan itu Seraya beranjak dari duduknya. kemudian membuka pintu, dan langsung menutupnya dengan sedikit keras.


Hingga membuat Jovita yang melihat itu, merasa sedikit tercengang. namun setelah itu, mengedikkan bahu tak perduli.


drrrttt drrttt


Jovita segera mengangkat panggilan telepon dari benda pipih yang ada di samping ranjangnya itu. dan seketika itu Pula, senyumnya mengembang saat melihat siapa yang menelponnya.


"halo sayang, kamu ada di mana?"tanya Alvaro dari seberang sana.


Pertanyaan dari sang kekasih itu, sukses membuat gadis tomboy dan cantik itu membungkam mulutnya rapat-rapat. Jovita sangat merasa kebingungan bagaimana cara menjelaskan ini semua pada kekasihnya.


"halo sayang, kok kamu malah diam?"tanya Alvaro yang masih setia menunggu jawaban kekasihnya.


"jangan mencoba untuk membohongiku, kamu tahu kan kunci dari sebuah hubungan itu adalah kepercayaan?"tanya Alvaro mengintimidasi.


Jovita yang mendengar itu, seketika terdiam. dengan segera, menarik nafas dalam-dalam. "aku ada di rumah sakit,"ucapnya dengan ada yang salah lirih


"apa kamu ada di rumah sakit? kamu sakit apa sayang?"tanya Alvaro dari seberang sana yang terdengar sangat panik.


Jovita yang mendengar itu, seketika tersenyum senang. "duh pacarku perhatian banget sih,"ucapnya sedikit menggoda.


"aku serius Jovita sayang, memangnya kamu kenapa sampai di rumah sakit?"tanya laki-laki itu dari seberang sana.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari kekasihnya itu, membuat Jovita seketika terdiam. wajah gadis tomboy itu kembali murung.


"Jovita,"ucap Alvaro dari seberang sana. tentu saja hal itu membuat gadis tomboy itu, seketika gelagapan.


"sebaiknya kamu ke sini saja, sama bawa juga teman temanku ya,"pinta Jovita pada sang kekasih.


Gadis tomboy itu segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang. setelah selesai berbincang-bincang dengan kekasihnya itu.


"aku harus mengatakan apa ini?"tanya gadis itu seorang diri. dan dengan segera, menatap perutnya yang masih rata itu.


"ini semua gara-gara kamu, aku tidak pernah bermimpi dan mengharapkan kehadiranmu,"ucap Jovita seraya memukul perutnya.


Semua yang dilakukan oleh gadis tomboy itu, disaksikan langsung oleh Dion. laki-laki wajah tampan itu, merasa sangat hancur saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu.


Tanpa berpikir panjang lagi, laki-laki tampan itu segera berlari dan menghampiri istri kecilnya yang masih saja memukuli perutnya sendiri.


"jangan pernah sakiti anakku!"ucapnya Seraya mencengkeram tangan gadis tomboy itu.


Membuat Jovita yang mendengarnya, seketika menatap ke arah Dion dengan tetapan bengisnya.


" apa urusanmu?"tanya gadis itu Seraya menepis tangan sang suami.


"dia anakku! jika kamu tidak menginginkannya, maka bersabarlah hingga anak itu berusia 7 atau 8 bulan di dalam perutmu. lalu setelah itu, aku akan menyuruh dokter untuk mengambil anak itu dari dalam perutmu."ucap Dion dengan nada dingin tak tersentuh.


Membuat Jovita yang mendengar itu, sedikit merasa tersentak. namun dengan segera, senyuman miring tercetak dari wajah cantiknya.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, setelah bayi ini lahir segera bawa pergi dia dari hadapanku. dan kau bisa langsung menceraikanku,"ucap Jovita dengan gampangnya.


Tentu saja ucapan dari istrinya itu, membuat Dion, merasa sangat tercengang. laki-laki tampan itu tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti ini dari Jovita.


__ADS_2