Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 18


__ADS_3

Jovita menatap nanar ke arah nya. saat gadis tomboy itu, baru saja menyadari tentang apa yang terjadi di dalam hidupnya.


Dengan tubuh bergetar hebat, gadis tomboy itu menghampiri kedua orang tuanya yang tersenyum manis menatapnya.


"a-pa mak-sud sem-ua ini?"tanya gadis itu dengan suara tercekat di tenggorokan dan perkataan yang terbata-bata.


"selamat ya sayang, kau telah menikah dengan Dion,"ucap Vania tersenyum manis. walaupun, di dalam hati wanita paruh baya itu, merasa sangat takut. takut jika putrinya akan membenci dan menjauhinya.


karena Vania tidak akan pernah bisa membayangkan dan nya, jika hal itu sampai terjadi.


"kalian semua menjebakku?"tanya Jovita dengan tatapan tajam namun dengan lelehan air mata yang membasahi pipi.


" tidak sayang, itu tidak benar. kami hanya,--"ucapan Vania terhenti saat melihat tangan Jovita terangkat ke atas. pertanda jika gadis tomboy itu, tidak ingin mendengar alasan apapun.


Yap, beberapa menit yang lalu, gadis cantik itu baru saja menandatangani berkas dan dokumen-dokumen pernikahan. dan setelah itu, Jovita mendengar sendiri jika Dion mengucapkan ikrar janji pernikahan di hadapan dirinya dan semua orang.


Kejadian yang begitu cepat, membuat gadis cantik itu merasa sangat blank dan juga syok. sehingga tidak ada waktu dan ruang untuk menggagalkan semuanya. dan Jovita baru menyadari, jika dirinya telah terikat, saat sah menjadi istri dari Dion Alexander.


Bahkan, waktu gadis itu diajak untuk berfoto oleh Dion, dirinya menurut saja. Seakan-akan, ada sesuatu yang tengah mengendalikannya.


Dengan tanpa basa-basi, Jovita berlari dengan sangat kencang keluar dari dalam ballroom hotel itu. bahkan gadis cantik itu, tidak memperdulikan para tamu yang masih tersisa di dalam sana. yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang bertanya-tanya.


Karena memang, para tamu undangan itu menunggu di luar halaman hotel Seraya sesekali bercengkrama dengan yang lainnya.


Jadi dapat dikatakan, jika yang berada di dalam ballroom hotel itu, hanyalah inti keluarga dan juga pihak sekolah. karena mengingat, jika Jovita masihlah berstatus sebagai pelajar di sebuah sekolah ternama di kota itu.


Walaupun, mereka bisa saja melakukan pernikahan tanpa persetujuan dari pihak sekolah. Karena sekolahan itu, masihlah milik dari keluarga Jovita.


Dengan segera Dion mengejar istrinya yang berlari entah ke mana. dengan sesekali, memanggil namanya.


"ayo Dion, kejar istrimu! jangan sampai, gadis itu berbuat nekat. mengingat, jika Jovita masih termasuk dalam kategori remaja. pastilah, emosinya masih sangat meledak-ledak. "ucap Olivia Seraya ikut menyusul sang putra tercinta.

__ADS_1


Dion yang mendengar itu, menganggukkan kepala dan dengan segera melangkahkan kakinya menuju tempat parkir. untuk mencari keberadaan sang istri.


"Nyonya Olivia, maafkan kelakuan putri saya."ucap Aksa saat berhasil menyusul Dion dan juga yang lain.


Mendengar hal itu, Olivia segera berbalik badan. kemudian menatap besannya itu, dengan tatapan yang sangat hangat dan bersahabat.


"tidak apa Tuan, saya mengerti kok. kita berdoa saja, semoga seiring berjalannya waktu sifat dari Jovita dapat sedikit berubah menjadi sedikit lebih dewasa."ucapnya tersenyum tulus.


"sekali lagi, maafkan putriku ya Olivia,"ucap Vania mendekat ke arah sahabatnya sekaligus menjadi besanya itu.


"tidak masalah, sudah jangan dipikirkan. pasti Dian bisa mengatasi semuanya. lebih baik sekarang, kita jamu para tamu-tamu undangan dengan performa terbaik yang ada di dalam hotel ini. Hitung-hitung, untuk sebagai permintaan maaf,"ujar Edgar Seraya menggandeng tangan istrinya.


Akhirnya, mereka semua kembali masuk dan berbaur dengan yang lain. kemudian, memberikan performa yang terbaik tanpa kehadiran sang pengantin yang entah pergi ke mana.


*****


Sementara itu di tempat lain, Jovita mengendarai mobil miliknya dengan sangat ugal-ugalan. nggak membuat sebagian pengendara lain, merasa sedikit terganggu Dan hampir saja celaka.


Namun, itu sama sekali tidak membuat Jovita merasa takut. bahkan gadis tomboy itu, tidak memperdulikan lagi jika nantinya dirinya akan celaka atau bahkan tiada. karena menurutnya, semua dunianya telah runtuh. seiring dengan statusnya yang telah berubah.


"Jovita, hentikan sayang!"tiba-tiba saja, lamunanya buyar saat mendengar ucapan dari seseorang yang sangat ia benci.


ciittt


brakk


Dengan sengaja, gadis tomboy itu menabrakkan mobil yang tengah ia kendarai, ke pembatas jalan. hingga membuat mobil itu ringsek tak berbentuk.


Dion dengan segera, keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri sang istri yang sepertinya, tidak sadarkan diri.


"hei sayang, bangun!!"teriak Dion dengan wajah panik dan juga dengan tubuh yang sedikit menegang.

__ADS_1


sepertinya laki-laki tampan itu sangat takut, jika sesuatu telah terjadi terhadap gadis yang baru saja, menjadi istrinya itu.


Tanpa basa-basi, akhirnya Dion segera mengangkat dan membawa tubuh tak berdaya Jovita ke dalam mobil miliknya.


Sementara, mobil milik Jovita segera diurus oleh anak buah yang memang telah dipersiapkan oleh laki-laki tampan itu.


"jangan sampai, kejadian ini menjadi headline berita. jika itu terjadi, maka pekerjaan kalian akan dipertaruhkan!"ucap Dion dengan nada datar namun syarat akan ancaman.


membuat mereka semua, seketika menganggukkan kepala dan segera melaksanakan perintah dari bos mereka itu.


*****


Dion segera membawa istrinya menuju rumah sakit ternama di kota itu. "sayang, aku mohon bertahanlah!"ucapnya Seraya menggenggam tangan gadis tomboy itu.


Sengaja, Dion memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menyupiri perjalanannya menuju rumah sakit. karena dia tahu, perjalanannya tidak akan pernah mulus jika dikuasai oleh rasa panik yang melanda dirinya.


Tak terasa, laki-laki tampan itu menangis sesenggukan Seraya memeluk dan menciumi tubuh lemah istrinya yang telah bersimbah darah itu.


"sayang, aku mohon maafkan aku! jangan hukum aku seperti ini! kau bisa berbuat sesukamu bahkan menyakitiku, tapi tolong jangan sakiti dirimu sendiri. karena aku tidak akan pernah sanggup jika hal itu terjadi,"racau Dion Soraya menangis sesenggukkan.


Tentu saja, itu membuat pengawal yang tengah menjadi sopir itu merasa sedikit terenyuh. ternyata, bosnya yang terlihat garang dan juga tegas itu, dapat juga menangis sesenggukan seperti ini.


"Tuan, apa Tuan tidak ingin mengabarkan Nyonya dan Tuan besar?"tanya orang itu dengan nada sangat hati-hati.


Membuat Dion dengan segera, langsung merogoh benda pipih yang ada di saku celananya.


"halo Mah, segera kalian datang ke rumah sakit yang ada di jalan X,"ucap Dion dengan nada bergetar hebat. karena menahan sesak yang menyeruak di dalam dadanya.


"memangnya kenapa?"terdengar dari seberang sana, jika kedua orang tuanya, sangatlah panik.


"nanti akan aku ceritakan semuanya,"ujar Dion Seraya menutup panggilan telepon itu.

__ADS_1


__ADS_2