
Akhirnya setelah melalui perdebatan cukup lama, Jovita menurut untuk ikut bersama Dion. Tentu saja hal itu membuat laki-laki tampan itu merasa sangat bahagia.
Di sepanjang perjalanan, Dion tak henti-hentinya menatap gadis tomboy itu dengan tatapan yang sangat memuja. Tentu saja, hal itu membuat Novita merasa sangat risih.
"ngapain sih loe lihat-lihat gue, disumpahin bintitan baru tahu rasa loe!"ucap Jovita dengan nada yang sangat ketus.
Membuat Dion yang mendengarnya seketika tertawa renyah. hingga membuat Jovita, seketika mendengus kesal.
"ngapain sih malah ketawa? gue nggak lagi ngelawak ya,"ucap Jovita semakin melayangkan tatapan tajam kepada laki-laki itu.
Lalu tiba-tiba, Dion menghentikan laju kendaraan roda empatnya. hingga membuat Jovita, seketika bersikap waspada. karena gadis tomboy itu tahu, apa yang akan dilakukan oleh seorang pria jika telah mendapati situasi seperti ini.
Apalagi, Dion adalah laki-laki dewasa yang pasti mengerti tentang masalah seperti ini. tentu saja memikirkan semua itu, membuat Jovita semakin panik. berulang kali, gadis tomboy itu mencoba untuk membuka pintu mobil. namun selalu gagal. karena Dion, telah menyetel semuanya menjadi otomatis.
"Om, jangan macam-macam ya. atau saya akan teriak,"ancam Jovita.
Bukannya merasa takut, Dion malah tertawa terbahak-bahak. hingga membuat gadis tomboy itu, merasa semakin kesal.
"kau mau teriak, jika kamu teriak, maka kamu yang akan malu sendiri."ujar Dion santai.
"maksudnya apa?"tanya Jovita yang mendadak lemot dan juga blank
Dion yang mendengar itu, seketika tersenyum lebar. dan dengan perlahan, memajukan tubuhnya hingga membuat mereka tak memiliki jarak. walaupun hanya satu senti saja.
"kamu lihat ini kan,"ujar Dion Seraya menunjukkan cincin berlian yang tersemat di jari manisnya.
Membuat Jovita seketika terdiam seribu bahasa."dasar bodoh!" rutuk gadis tomboy itu dalam hatinya. Bisa-bisanya, seorang Jovita yang terkenal tomboy di sekolah, melupakan suatu hal yang penting seperti ini. dan setelahnya, gadis tomboy itu tak lagi menjawab. yang ia lakukan, hanyalah berdiam diri.
Sementara Dion yang melihat itu, seketika tersenyum bahagia. karena akhirnya, dirinya dapat menaklukkan gadis tomboy dan dingin ini.
"tunggu, berhenti di sini!"ujar Jovita saat mereka telah berada di depan sebuah butik kecil di kota itu.
Dion yang mendengar itu, seketika menghentikan laju kendaraannya. dirinya merasa heran apa yang akan dilakukan oleh gadis tomboy yang ada di sampingnya itu. Namun demikian, Dion tidak berniat untuk menanyakan hal itu pada gadis tomboy itu.
__ADS_1
Sementara Jovita segera turun dari dalam mobil saat mobil itu benar-benar berhenti. Seketika, senyuman miring terbit dari kedua sudut bibir gadis tomboy itu.
"lihat apa yang akan gue lakukan,"gumamnya Seraya melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam butik itu.
Tak berselang lama, akhirnya Jovita keluar dari dalam butik itu dengan penampilan yang sangat berbeda. hingga membuat Dion seketika terpanah.
Laki-laki tampan itu, terus menetap Jovitam hingga gadis tomboy itu, masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahnya.
"dia pasti terpana dengan pesona gue,"gumamnya dalam hati Seraya membusungkan dada karena merasa bangga. karena telah membuat laki-laki itu tidak berkutik sama sekali.
"ngapain masih liatin gue kayak gitu? terpana, dasar buaya!"ucap gadis tomboy itu dengan nada yang sangat sinis.
Dion yang mendengar itu, tak menyahut. laki-laki tampan itu, masih menikmati keindahan tubuh seseorang yang ada di hadapannya saat ini.
Tidak ada salahnya kan menikmati karunia Tuhan yang begitu sempurna seperti ini, apalagi, mereka adalah sepasang suami istri yang tentunya telah halal dalam hal apapun.
"kamu cantik,"tanpa sadar, Dion berucap. Seraya, sesekali menatap ke arah gadis tomboy itu.
Kali ini, ucapan dari Jovita membuat hati laki-laki tampan itu, merasa sangat nyeri. apalagi, saat mendengar cacian yang keluar dari mulut Jovita.
"*dasar murahan!"begitulah bunyi umpatan gadis tomboy itu. hingga membuat Dion seketika menyentuh area dadanya karena rasa nyeri yang luar biasa.
"apa sedikitpun tidak berarti perasaanku* di hatimu?"tanya Dion pelan Seraya menetap ke arah istri kecilnya itu.
membuat Jovita yang mendengarnya, seketika melayangkan tatapan tajam. Disertai, kedua sudut bibirnya, tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman sinis.
"sama sekali tidak dan tidak akan pernah!" ucap Jovita penuh dengan penekanan.
Membuat Dion lagi Dan lagi, menghela nafas panjang. "turun!"ucapnya dengan nada yang sangat datar.
Membuat Jovita seketika menautkan alisnya karena merasa bingung. "loe ngusir gue? oke kalau gitu, gue pergi."ujarnya Seraya membuka pintu mobil yang telah disetel menjadi setelan manual.
Namun, gerakannya terhenti saat tangannya ditarik dengan lembut oleh Dion. Membuat Jovita seketika menatapnya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"apalagi?"tanya Jovita dengan nada yang sangat sinis.
"aku tidak bermaksud untuk mengusirmu, karena memang sudah sampai."jadian mencoba untuk menjelaskan.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Padahal, Jovita sama sekali tidak memerlukan penjelasan darinya. namun, entah mengapa, Dion mengatakan hal itu.
"nggak perlu ngejelasin, gue nggak butuh itu."setelah mengatakan hal itu, Jovita segera turun dari dalam mobil.
Sementara Dion yang mendengar itu, segera menghela nafas berkali-kali. dan sesekali, laki-laki tampan itu memukul-mukul dadanya yang terasa nyeri.
"ingat Dion, perjalananmu masih panjang. ku harus memiliki stok sabar yang sangat banyak untuk menghadapi istrimu itu."ujar Dion menyemangati dirinya sendiri.
*****
Dengan perlahan, laki-laki tampan itu keluar dari dalam mobil dan segera menyusul istrinya. setelah memarkirkan mobilnya, dengan aman. karena dia tidak ingin, terjadi sesuatu pada istri kesayangannya itu.
Sementara itu di depan sana, terlihat Jovita duduk bersama beberapa perempuan dan juga seorang laki-laki.
"maaf ya guys, gue telat, "ujar Jovita Soraya tersenyum simpul.
"nggak papa kok, lagian kita juga baru nyampe"sahut Cherry. dan mendapat anggukan dari yang lain.
"kamu kenapa nggak bales chat aku baby?"tanya Alvaro Seraya menggenggam jemari lentik kekasihnya.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika berdecak sebal. "CK, kalau udah pacaran gini, dunia serasa milik berdua. yang lain mah ngontrak!"ujar Sandrina dengan nada ketus.
membuat kedua temannya, mengaggukan kepala menyetujui ucapan dari gadis itu.
"iri aja kalian wleee!"Jovita meledek ketika temannya Seraya menjulurkan lidah. membuat Sandrina dan yang lain, semakin merasa sebel.
"dasar bucin akut,"sahut Ochi Seraya melempar pandangan ke arah lain. membuat Jovita semakin senang menggoda teman-temannya.
Dengan sengaja, gadis tomboy itu menggenggam dan mengecup jemari kekasihnya berulang kali. membuat ketiga temannya, menjadi semakin panas. Namun, ternyata bukan hanya mereka saja yang panas dan terbakar hatinya. Melainkan, ada seseorang yang merasa sangat kepanasan.
__ADS_1