Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 51


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, kehidupan rumah tangga Dion dan juga Jovita, semakin lama semakin harmonis. itu membuat kedua keluarga mereka merasa sangat bahagia. Terkecuali, Olivia. wanita paruh baya itu masih menatap menantunya itu dengan sebelah mata.


Padahal, Olivia sendirilah yang mengatur perjodohan itu. Namun, wanita paruh baya itulah yang menolak kehadiran Jovita


"cobalah menerima kehadiran Jovita,"ucap Edgar mencoba untuk menasehati sang istri. saat mereka tengah duduk di ruang tamu rumah Dion. mereka telah menunggu kedatangan tuan rumah itu yang masih sibuk di dalam kamar.


"mereka ini ke mana sih? nggak sopan!"bukannya menimpali ucapan sang suami, Olivia malah mengomel Seraya malaikat tatapan tajam ke arah pintu kamar Dion yang masih terkunci rapat.


"tidak usah heran seperti itu, kita juga pernah muda."ujar Edgar yang berusaha untuk menggoda sang istri.


Namun, Olivia justru berdecak sebal. Soraya sesekali menghentak-hentakkan kakinya.


"kalau bukan karena suatu hal yang penting, aku tidak akan pernah mau berkunjung ke sini,"ucapnya menggerutu.


Sementara Edgar, laki-laki paruh baya itu hanya tersenyum kecil karena mendengar penuturan dari istrinya itu.


Di lain tempat, terlihat sepasang suami isteri yang tengah berbahagia Seraya menggendong bayi mungil itu.


"Mas, apa tidak sebaiknya kita menemui mama sama papa?"tanya Jovita Soraya menimang-nimang Putri kecil yang masih terlelap di dalam gedungnya itu.


"nggak usah nanti aja,"ucap Dion Seraya merangkul pinggang istrinya itu dan membawanya untuk duduk di kursi panjang dalam kamar.

__ADS_1


Karena Dion, laki-laki itu seperti mengetahui apa yang dimaksud dan diinginkan oleh sang ibu. tidak mungkin, Olivia mau menginjakkan kakinya di rumah ini. karena semenjak kejadian itu, sang Ibu sangat membenci Jovita. dan beberapa kali pula, wanita paruh baya itu menyuruh Sang putra untuk mencari pengganti yang lain.


Tentu saja, hal itu langsung mendapatkan penolakan tegas dari laki-laki itu. Dan semenjak kejadian itu, hubungan mereka semakin mendingin dan juga berjaga.


"nggak boleh gitu, Mas."tegur Jovita Soraya melayangkan tatapan tajam ke arah sang suami. disertai cubitan kecil di pinggangnya.


"awww! sayang kenapa kau berbuat seperti ini padaku? kau menyakitiku,"ucap Dion dengan raut wajah cemberut.


Jovita yang melihat itu, seketika menganga tidak percaya. karena dapat menemukan laki-laki semanja itu di hidupnya.


"dasar alay!"cibir gadis tomboy itu Seraya menimang-nimang bayi kecil itu yang sepertinya merasa haus. terbukti dengan tangan mungilnya yang langsung masuk ke dalam mulut.


"oh, ternyata anak bunda haus ya?"tanya Gadis itu Seraya tersenyum tipis.


Tentu saja, hal itu membuat Dion yang berada di sampingnya, merasa sangat terkejut. laki-laki itu segera mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"apa yang membuatmu menang sayang?"tanya Dion dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"hiks hiks hiks aku merasa sangat bersalah pada anak kita,"ucap gadis tomboy itu Soraya mendaratkan beberapa kecupan di wajah mungil bayi itu.


"sttt tidak usah terlalu dipikirkan, yang penting semuanya telah berakhir dan kita telah bahagia. jangan pernah membahas hal itu lagi! oke,"ucap Dion mencoba untuk menenangkan sang istri.

__ADS_1


Jovita yang mendengar itu segera menganggukkan kepala. "lebih baik mas segera keluar. aku tidak ingin, mama makin membenci aku,"ujar Jovita Soraya tersenyum tipis.


Dion yang mendengar itu, menganggukkan kepala. dan dengan segera, laki-laki tampan itu keluar dari dalam kamar.


****


"nah ini dia si pengantin baru,"baru saja laki-laki itu sampai di ruang keluarga, sang Ibu telah melayangkan tatapan tajam dan memberikan kata-kata itu dengan nada yang sangat sinis.


"Maaf mah, anakku sedang sedikit rewel!"ujar Dion berbohong. karena laki-laki itu, tidak ingin berdebat dengan sang ibu.


"Halah alasan! bilang aja, kamu menolak kehadiran kami kan?"tanya Olivia Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah putranya.


"terserah kalau mama tidak percaya!" Dion memilih untuk berdiam dan tidak melanjutkan perdebatan itu. karena pastinya, semua akan menjadi panjang dan rumit.


"langsung saja, Mama ke sini ada permintaan untukmu."Olivia berkata Seraya menatap wajah putranya dengan tatapan yang sangat serius.


"sudah kuduga,"ucapnya dalam hati Seraya menatap ke arah ibunya dengan tatapan datar.


"mama mau, kamu mengangkat Alicia menjadi asisten atau sekretaris pribadi kamu!"ucap Olivia dengan entengnya.


Tentu saja hal itu membuat Dion yang mendengarnya, merasa begitu terkejut. lebih terkejut lagi, dengan reaksi dari ibunya. seakan telah mengatakan hal sepele. padahal hal-hal itu adalah hal besar.

__ADS_1


"Maaf mah tapi aku tidak bisa,"ujar Dion Seraya bangkit dari duduknya. laki-laki tampan itu, hendak menyusul sang istri. namun terhenti saat mendengar pintu dibuka. dan tak lama berselang, muncul Jovita dengan menggendong seorang bayi.


__ADS_2