
Sampai jam istirahat berlangsung, Jovita masih memikirkan penyebab keluarnya Miss Alicia dari sekolah ini. karena menurut Jovita, hal itu sangatlah janggal.
"menurut kalian, kenapa ya Miss Alicia keluar dari sekolah ini?"tanya Jovita pada teman-temannya saat mereka tengah menikmati makanan di dalam kantin.
"kalau gue denger sih, dia itu dapat kerjaan di sebuah perusahaan terbesar di kota ini. makanya, Dia memutuskan untuk resign dari sekolah ini dan memilih menjadi karyawan kantor "ucap Reiner Seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Jovita dan teman-temannya yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. karena mereka tidak mengerti tentang hal seperti itu. karena memang mereka masih sangatlah kecil jika harus berurusan dengan dunia kerja yang sangat menakutkan itu.
Setelah selesai menikmati makanan, mereka berempat memutuskan untuk kembali ke sekolah. karena memang, kantin di sekolah itu terpisah dari bangunan utama. sehingga jika mereka ingin menikmati makanan, mereka harus keluar dari pagar sekolah.
Saat mereka tengah berjalan untuk masuk ke dalam lingkungan sekolah, tiba-tiba saja seseorang menghadang jalan Jovita dan teman-temannya. sehingga membuat Jovita dan ketiga temannya, menghentikan langkahnya.
Jovita segera melayangkan tatapan tajam ke arah orang yang duduk di atas motor itu yang tak lain adalah Alvaro. laki-laki itu, berjalan dengan santainya mendekati Jovita dan teman-temannya yang masih berdiam diri di tempat itu dan tiba-tiba saja...
plak
Satu tamparan keras seketika mendarat mulus di wajah laki-laki itu. hingga membuat Alvaro, mengerang kesakitan.
Laki-laki itu, segera menatap tajam ke arah Jovita. Namun demikian, Jovita tidak merasa takut dengan tatapan laki-laki itu.
"mau apa loe?!"tanya Jovita dengan nada yang sangat tinggi dan juga raut wajah yang sangat menyeramkan. karena sejujurnya, wanita itu merasa sangat muak saat melihat kehadiran Alvaro.
__ADS_1
"tentu saja menemuimu,"ucap Alvaro dengan gerakan cepat menarik lengan gadis tomboy itu. hingga membuat Jovita, seketika tertarik beberapa langkah ke depan.
Tentu saja, hal itu membuat Ochi dan yang lain, segera bereaksi dengan menarik tangan sahabat mereka. hingga gadis tomboy itu, berhasil ditarik oleh teman-temannya.
"jangan pernah sentuh gue!"ucapnya Seraya menaikkan nada suaranya. hingga sedikit menggelegar. dan membuat teman-temannya seketika menunduk ketakutan.
Namun hal itu tidak berlaku untuk Alvaro. laki-laki Playboy itu justru malah tersenyum miring ke arah Jovita.
"mau bagaimanapun juga, kau akan tetap menjadi milikku."setelah mengatakan hal itu, Alvaro segera melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu. dan dengan segera, mulai menaiki motor besar miliknya.
Meninggalkan para gadis yang masih menatap dengan tatapan tidak percaya. "jangan harap!"teriak Jovita dengan lantang.
Gadis itu seketika merosot ke tanah dan menangis tersedu-sedu. dirinya merasa sangat bodoh karena mencintai orang seperti Alvaro dan menyia-nyiakan laki-laki sebaik Dion Alexander.
Di situasi seperti ini, Reiner bersikap sangat bijak. laki-laki yang biasanya bersikap selengean itu, dapat bersikap sebijak itu. tentu saja hal itu membuat Sandrina dan yang lain, merasa begitu terkejut. mereka merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"dia kenapa bisa menjadi seperti ini? atau jangan-jangan ia sedang kesurupan?"tanya Ochi berbisik pada Sandrina.
"entahlah, tapi sepertinya memang iya."sahut Sandrina dengan berbisik.
Sementara Reiner yang mendengar itu, seketika mengeram kesal. Bisa-bisanya para gadis-gadis itu menyangka jika dirinya telah kesurupan. padahal Reiner melakukan hal ini, untuk mendapatkan simpati dari gadis pujaannya itu.
__ADS_1
Mereka segera membawa Jovita masuk ke dalam lingkungan sekolah. mereka mencoba untuk menghibur gadis tomboy itu. agar tidak bersedih.
"udah lah Jovita nggak usah sedih-sedih gitu. lu kan kuat, nggak usah terlalu dipikirkan. " ucap Ochi mencoba untuk menasehati sahabatnya itu.
Karena biasanya, Jovita akan bersikap dingin atau bahkan barbar kepada orang-orang yang telah menyakitinya. namun kali ini sepertinya berbeda. gadis tomboy itu sedikit rapuh dari biasanya.
Dan Jovita pun, merasakan hal yang sama. mengapa dirinya menjadi lebih sensitif seperti itu. mungkin karena efek dari fase melahirkan
******
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di perusahaan milik Dion Alexander, suasana menjadi semakin mencekam. karena Alicia, selalu mendapatkan tatapan tajam dari laki-laki
Namun demikian, wanita itu tidak memperdulikan tatapan dan ekspresi wajah dari laki-laki yang masih menjadi dambaannya sampai saat ini. yang dirinya perlukan, adalah menarik kembali laki-laki itu ke dalam pelukannya
"Tuan, anda ingin apa?"tanya Alicia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
"jangan pernah menyentuhku!"ucap Dion dengan nada yang sangat tinggi. hingga membuat wanita itu seketika menundukkan kepala karena merasa ketakutan.
"keluar kau dari sini ! dasar pengganggu!"teriak Dion sekencang mungkin.
Tentu saja hal itu membuat Alicia, bergetar hebat. dan dengan segera wanita itu keluar dari dalam ruangan Dion.
__ADS_1
begitulah Dion Alexander dirinya akan menjadi sangat lemah jika berada di dekat orang-orang yang sangat ia sayangi. contohnya adalah Jovita. dan akan bersikap keras atau bahkan kasar, kepada orang-orang yang tidak masuk ke dalam hatinya. contohnya saja adalah Alicia.