Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 14


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain, sepasang kekasih terlihat tengah bermesraan. siapa lagi orangnya jika bukan Jovita dan juga sang kekasih, Alvaro.


"sayang, apa kita nggak pulang aja?tanya gadis tomboy itu seraya menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik kekasihnya.


"nanti dulu lah sayang, kok buru-buru banget lagi pula baru jam berapa?"tanya Alvaro seraya mengusap kepala kekasihnya itu dengan sangat lembut.


"tapi aku takut, sakit kalau Papi sama Mami marah."ujarnya seraya mendongakan kepala hingga membuat mata keduanya saling mengunci satu sama lain.


Mendengar ucapan dari kekasihnya, membuat Alvaro seketika menghela nafas panjang.


"apa kita akan selalu seperti ini?"tanya Alvaro seraya menatap pekat ke arah gadis yang tengah ia peluk itu.


"maksudnya bagaimana?"tanya Jovita bingung. karena memang gadis tomboy itu, tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kekasihnya.


"apakah kita akan terus backstreet seperti ini?"tanya Alvaro memperjelas pertanyaannya.


Hingga membuat Jovita seketika menundukkan kepala karena gadis itu memang tidak mengetahui jawabannya.


"maafkan orang tuaku!"ucap gadis itu dengan nada yang sangat lirih.


Alvaro yang mendengar itu, hanya dapat tersenyum tipis kemudian mengusap kepala kekasihnya itu dengan rasa sayangnya.


"sudah tidak usah dipikirkan, lagi pula, perjalanan kita masih panjang. aku masih banyak waktu untuk menaklukkan hati kedua orang tuamu."Alvaro tersenyum tipis.


"sayangnya, prediksi kamu sepertinya salah karena sepertinya mereka akan tetap menjodohkanku dengan laki-laki tua itu."ucap Jovita dengan nada yang sangat lantang.


Namun sayangnya, ucapan itu hanya keluar dari dalam hati gadis tombo itu. karena Jovita benar-benar tidak akan pernah rela, jika laki-laki yang sangat ia sayangi itu, malah berbalik membencinya.


Lama mereka duduk bersantai di atas sofa Seraya saling berpelukan, hingga membuat Jovita seketika bangkit dari duduknya. saat matanya, tak sengaja menatap ke arah belakang kursi yang terdapat jam dinding di sana.


"sepertinya, aku harus benar-benar pulang saat ini. aku tidak ingin, mereka semakin murka!"ucap Jovita Seraya beranjak dari sana.

__ADS_1


Gadis tomboy itu, berniat akan membuka pintu apartemen milik kekasihnya. namun, dengan segera Alvaro menyusulnya dan langsung memeluknya dari belakang. hingga membuat gadis tomboy itu, tersenyum malu-malu dan sesekali mereka bercanda Seraya membuka pintu bersama-sama.


Namun, ekspresi keduanya seketika berubah saat mendapati seseorang yang ada di hadapan mereka. seseorang, yang menatap mereka berdua dengan tatapan yang sangat tajam. hingga membuat gadis tomboy itu, sedikit merasa gentar.


Tapi dengan cepat, Jovita merubah ekspresi wajahnya. dari yang awalnya sedikit ketakutan, berubah menjadi sangat cuek seolah-olah tidak mengenal laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Sementara Alvaro, laki-laki itu menetap sesosok orang asing yang berdiri di depan pintu apartemennya.


"maaf, pasti Anda salah orang ya?"tanya Alvaro dengan nada jenakanya.


Namun, itu sama sekali tidak membuat raut wajah Dion menjadi membaik. malah, tatapan laki-laki itu, semakin tajam dan terasa menyesakkan bagi Jovita.


Namun demikian, gadis tomboy itu masih berlagak tidak peduli dengan apa yang tengah melanda hidupnya itu.


" Al, aku pulang dulu ya,"ucap Jovita pada kekasihnya. dan tiba-tiba saja,..


cup.


Terutama Dion laki-laki tampan itu, merasa ada yang meremas jantungnya dari dalam. rasanya sangat nyeri dan juga sakit melebihi sakit terhadap apapun.


Sementara Jovita yang melihat ekspresi dari laki-laki itu, senyum penuh kemenangan."rasain, memang enak, pasti sebentar lagi lu akan membatalkan rencana pernikahan ini," gumam gadis itu dengan yakin.


"mau aku anterin nggak?"tanya Alvaro yang sepertinya telah sadar dari teater keterkejutannya itu.


"nggak usah sayang makasih ya, atas semua yang kamu berikan padaku,"ucap Jovita sedikit manja.


Karena gadis tomboy itu memang sengaja untuk memanas-manasi laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan sikap mesra terhadap Alvaro.


Alvaro yang diperlakukan seperti itu, akhirnya menurut tanpa perdebatan lagi. dan setelahnya, gadis tomboy itu segera berpamitan kepada kekasihnya. kemudian, berjalan meninggalkan apartemen itu tanpa menyapa Dion sedikitpun.


"tunggu! apa begini caramu memperlakukan calon suamimu?"tanya Dion Seraya menarik tangan Jovita.

__ADS_1


Laki laki yang dapat dikatakan lebih dewasa itu, sudah merasa tidak tahan dengan sikap yang ditunjukkan oleh gadis yang ada di depannya itu. dirinya benar-benar merasa sangat cemburu dan juga merasa sangat dihinakan dengan perlakuan yang baru saja diperbuat oleh gadis itu.


"memangnya kenapa Om, apakah anda cemburu?"tanya Jovita dengan sedikit mengejek. dengan menyebut laki-laki itu, dengan sebutan "Om"


"aku ini calon suamimu!"ujarnya Seraya mencengkeram dagu gadis tomboy itu. hingga membuatnya meringis karena kesakitan.


"jangan mimpi gue akan menerima perjodohan ini! kalaupun aku terpaksa menikah denganmu, maka sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu."ucapnya dengan menepis kasar tangan kekar laki-laki itu. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk menuju jalan raya. mencari taksi.


"apa kamu Tuhan, yang bisa memprediksi setiap hati manusia?"Jovita menghentikan langkahnya. kemudian, berbalik dan menatap ke arah laki-laki itu dengan tatapan tajamnya.


"gue memang bukan Tuhan, tapi gua yakin 100%, gue tidak akan pernah jatuh cinta sama loe."gumamnya Seraya mempercepat langkah kakinya.


Namun tiba-tiba saja, Dion menarik tangan gadis itu dan membawanya ke dalam mobil. hingga membuat Jovita, seketika berusaha memberontak.


"hey lepasin gue! dasar pedofil!"Maki gadis tomboy itu. Sengaja agar membuat laki-laki kurang ajar yang telah menggendongnya itu, menjadi tersinggung dan melepaskannya.


Namun, ternyata ekspektasinya terlalu tinggi. karena laki-laki tampan itu, tetap membawanya dan memasukkannya ke dalam mobil.


"jangan membuat aku kehilangan kesabaran hingga menerkammu saat ini juga!"tepat setelah Dion mengatakan hal itu, Jovita terdiam seribu bahasa.


Gadis tomboy itu, merasa sangat ngeri saat mendengar kalimat itu terlontar dari mulut laki-laki yang ada di sebelahnya.


"dasar mesum!,"ucapnya mendengus kesal. kemudian, memalingkan wajahnya menatap ke arah pemandangan dari luar jendela.


"tidak apalah, karena kita sebentar lagi halal kan jadi tidak ada masalah,"ujar Dion dengan nada yang sangat santai.


Hingga membuat Jovita seketika melotot tajam. hal itu tidak membuat Dion merasa takut. karena memang, laki-laki tampan itu pada awalnya hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada calon istrinya.


"jangan harap gue mau di sentuh sama loe, najis!"hardiknya dengan nada yang sangat ketus.


Dion yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang. karena Sepertinya, perjuangannya agak sedikit melelahkan kali ini.

__ADS_1


__ADS_2