Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 17


__ADS_3

Setelah aksi peluk-pelukan itu, Jovita dan kedua orang tuanya, segera kembali duduk di tempat masing-masing. dengan raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah gadis tomboy itu.


Aksa dan Vania seketika saling pandang dan memberikan kode satu sama lain untuk membicarakan hal itu pada putrinya.


"sayang, Mami mau bicara."ujar Vania akhirnya memberanikan diri untuk berbicara dengan gadis itu.


"mau bicara apa Mami?"tanya Jovita Seraya mendongakkan kepalanya.


Hening,..


Seketika, suasana di antara mereka menjadi sangat hening. karna Vania, masih belum berani untuk membuka suara.


Lucu memang, seorang ibu yang tidak berani untuk berbicara terus terang kepada Putri kandungnya sendiri. mungkin karena terlalu sayang atau anaknya yang terlalu pendiam dan juga menakutkan. sampai-sampai, membuat ibunya sendiri merasa enggan dan sungkan untuk berkata sesuatu.


"kok malah diam, kalau nggak jadi, Jovita mau kembali ke kamar."ucap gadis tomboy itu Seraya beranjak dari duduknya.


Namun dengan segera, langkahnya tertahan saat mendapati tarikan kecil dari sang ibu. dan hal itu membuat Jovita kembali duduk di tempatnya semula.


"sebenarnya, Mami sama Papi ada undangan pernikahan dari anaknya teman mami, kamu ikut ya?"tanya Vania. yang akhirnya, memiliki ide cemerlang.


"hah aku, ikut ke pesta? nggak deh Mam, makasih." tolak Jovita dengan tegas.


Tentu saja itu membuat Vania seketika meringis. karena sepertinya, usahanya akan gagal kali ini.


"ayolah sayang, nggak lama kok cuma 2 jam. setelah ini, kamu boleh pergi."ini giliran Aksa yang mencoba untuk membujuk gadis tomboy itu.


Hingga terdengar helaan nafas dari Jovita. sebelum akhirnya, gadis tomboy itu menganggukkan kepala menyetujui ajakan kedua orang tuanya.


"ya sudah kalau begitu, Jovita ganti baju dulu.":ucap gadis itu akhirnya mengalah.


Tentu saja itu membuat Aksa dan juga Vania yang mendengarnya, seketika saling pandang Seraya mengukir senyum tipis.


Jovita segera berlari menaiki anak tangga untuk segera mengganti pakaian dengan pakaian sedikit feminim.

__ADS_1


Tak lupa juga, gadis tomboy itu berpamitan dengan sang kekasih. jangan sampai, Alvaro mencarinya ke rumah saat mendapati telepon atau pesan yang tidak dibalas olehnya.


Jovita : Al, aku pergi dulu ya, ikut sama Mami Sama Papi, kalau sudah selesai nanti aku kabari.


Setelah selesai mengirimkan pesan itu, Jovita segera berjalan menuju lemari pakaian yang ada di sebelah kamar miliknya.


Memang, desain kamar ini, atas request-an dari gadis tomboy itu sendiri. yang menginginkan, ruang ganti dan ruang kamar pribadinya terpisah. alasannya, hanya agar memberi kenyamanan yang lebih untuk pemiliknya.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya Jovita selesai merias dirinya. kini gadis tomboy itu, mengenakan kain jarik berbentuk rok di atas lutut, dengan kebaya modern berwarna putih. yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"sempurna!" gumam gadis itu tanpa sadar. dan setelahnya, mulai memutar tubuhnya sendiri di depan cermin besar itu.


tok tok tok


Perhatian gadis itu, seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan dari balik pintu. dan dengan segera, gadis tomboy itu berjalan untuk membukakan pintu.


Dilihatnya, Vania telah berdiri Seraya menatap Jovita dengan tatapan yang sangat kagum. dan dengan segera, wanita paruh baya itu segera menghampiri putrinya yang masih sama-sama mematung di tempatnya.


" Cantik sekali anak Mami,"gumamnya memuji putrinya sendiri. Jovita yang mendengar itu hanya tersenyum simpul.


"iya sayang, dan dengan segera, langsung menarik tangan gadis itu untuk segera turun dari lantai dua.


Mereka akhirnya berangkat menggunakan mobil milik Jovita. Sengaja, Aksa menyuruh putrinya untuk membawa mobil pribadinya. untuk memberikan sebuah kejutan pada gadis tomboy itu.


"sayang, kamu tanda tangan ini dulu ya,"ucap Vania. Seraya menyerahkan sebuah lembar yang Jovita tidak mengerti apa itu. dan tanpa pikir panjang lagi, di tomboy itu segera menandatangani surat yang ada di tangannya. dan setelah selesai, menyerahkan kembali kepada sang ibu.


"akhirnya semua berjalan dengan lancar,"ucap Vania dalam hati. setelah menerima surat yang telah ditandatangani oleh Jovita.


*****


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki tengah sibuk mempersiapkan dirinya karena sebentar lagi, mohon sekali seumur hidup akan menghampiri laki-laki itu.


"akhirnya, apa yang aku inginkan tercapai juga."laki-laki itu. yang tak lain adalah Dion.

__ADS_1


Tring


Fokusnya buyer saat mendengar suara notifikasi dari ponselnya. dan dengan segera laki-laki tampan itu membuka benda pipih itu. dan seketika itu pula, senyumnya mengembang saat melihat sesuatu.


"akhirnya, tinggal satu langkah lagi." gumamnya Seraya berjalan dengan langkah riangnya.


"Mah Pah, apa sudah siap?"tanya Dion yang berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang tengah berada di dalam kamar


"udah sayang, ayo kita berangkat."ucap Olivia Seraya menggandeng tangan putranya itu.


"seneng banget nih kayaknya, yang mau nikah."ucapkan menggoda.


Dengan segera keluarga dari Alexander, dibantu dengan beberapa orang berangkat menuju tempat acara. mereka harus segera sampai ke tempat acara terlebih dahulu sebelum Jovita sampai.


*****


Akhirnya, Dion dan keluarganya telah sampai di tempat acara terlebih dahulu. Dengan segera, lagi tampan itu segera memerintahkan semua anak buahnya untuk mendekor tempat ini agar lebih bagus.


Dion menginginkan, pernikahannya kali ini harus seperfect mungkin. ya walaupun, telah dibantu oleh wedding organizer. Namun tetap saja, laki-laki tampan itu menginginkan hal yang berbeda yang akan mengingatkannya hingga seumur hidupnya.


Tepat, saat semuanya telah selesai, mobil yang ditumpangi oleh Jovita, berhenti tepat di depan gedung itu. dan hal itu membuat Dion dan yang lainnya, segera menyingkir dari sana.


Sangat diuntungkan, kedua orang tua Dion sudah berada di dalam. setelah menunggu cukup lama, akhirnya Jovita dan kedua orang tuanya turun dari dalam mobil. dan itu, membuat mata Dion tidak bisa lepas dari pesona gadis itu.


"benar-benar sempurna,"gumamnya tanpa berniat untuk mengalihkan pandangan dari keindahan yang ada di hadapannya itu.


Setelahnya, Dion, segera menyusul kedua orang tuanya yang telah berada di dalam gedung itu.


sementara di depan mobilnya, Jovita turun dengan sangat anggun. Dirinya diapit oleh kedua orang tuanya. dan hal itu membuat Jovita merasa sedikit heran.


Namun begitu, gadis tomboy itu tidak berpikir yang macam-macam. karena memang, kita tidak mengetahui apapun rencana yang telah dibuat oleh kedua orang tuanya.


"sayang, dengan gaun Ini ya,"ucap Vania saraya menyerahkan sebuah gaun pernikahan kepada Jovita.

__ADS_1


Hingga membuat gadis itu merasa sangat kebingungan."gaun pengantin?"tanya Jovita mulai merasa curiga.


"ini dress code di tempat ini sayang,"ucap Vania dengan cepat.


__ADS_2