
Beberapa hari kemudian, Jovita telah diperbolehkan pulang. tentu saja hal itu, membuat semua orang merasa sangat bahagia. namun juga ada sedikit drama dari kedua wanita paruh baya itu.
Siapa lagi jika bukan Vania dan juga Olivia. kedua wanita paruh baya itu, memaksakan dan bersikeras untuk membawa putra dan putri mereka secara terpisah. dalam artian, Dion dan juga Jovita diperintahkan untuk bercerai.
Tentu saja, itu membuat keduanya menolak secara mentah-mentah permintaan dari kedua Ibu mereka itu.
"tidak, Jovita tidak mau Mi, karena Jovita telah memiliki perasaan pada Dion,"ucap gadis tomboy itu dengan nada tegasnya.
Tentu saja, hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa begitu terkejut. karena, yang mereka tahu, Jovita tidak memiliki perasaan pada laki-laki itu. dan lihatlah sekarang, gadis tomboy itu mengakuinya dengan lantang tentang perasaan yang ada di dalam hatinya.
Begitupun dengan semua orang yang merasa tidak percaya, Dion pun merasakan hal yang sama. laki-laki tampan itu bahkan memukul wajahnya beberapa kali. hanya untuk memastikan, bahwa yang ia alami, itu bukanlah mimpi melainkan kenyataan. kenyataan yang membuat hatinya berbunga-bunga.
"tunggu,"ucapan dari Dion, sukses membuat semua orang seketika terdiam. dan dengan perlahan, laki-laki tampan itu berjalan menghampiri istrinya yang saat ini tengah menggendong buah cinta mereka.
"apa itu benar?"tanya laki-laki itu dengan tubuh bergetar hebat. karena merasa sangat bahagia dengan apa yang ia ketahui saat ini.
__ADS_1
Jovita yang melihat itu, hanya terdiam. Namun, perlahan tapi pasti, gadis tomboy itu melangkah mundur membuat semua orang menjadi bingung. terutama Dion. karena laki-laki tampan itu tidak mengerti apa yang dimaksud oleh istri juteknya itu.
"iya Dion Alexander! aku mencintaimu!"teriak gadis tomboy itu dengan suara lantang. Untung saja, saat ini mereka tengah berada di taman belakang rumah sakit. tempat itu sangatlah sepi tidak ada orang sedikitpun. hanya mereka berenam yang ada di sana.
Jika tidak, mungkin mereka sudah ditemukan karena mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum. setelah mengatakan hal itu, Jovita perlahan menghampiri sang suami dan setelahnya,...
Brug
Gadis tomboy itu menerjang ke arah sang suami dan langsung memeluknya dengan sangat erat. dan tak berselang lama, terdengar suara isakan tangis dari gadis tomboy itu. Tentu saja, itu membuat mereka semua malah semakin merasa kebingungan. tak terkecuali, Dion sendiri. bahkan laki-laki itu beranggapan, jika istrinya saat ini tengah kesurupan.
"hei, apa yang terjadi?"tanya Dion Seraya mengatupkan kedua tangannya di kedua pipi istrinya itu.
"aku hanya meminta maaf atas semua sikapku selama ini. tolong maafkan aku, dan terima aku kembali."ucap gadis tomboy itu Seraya menggenggam tangan suaminya yang masih berada di kedua pipinya itu.
Dion yang mendengar itu seketika tersenyum lebar. hatinya merasakan sangat bahagia dengan kenyataan yang baru ia ketahui itu. ternyata Tuhan benar-benar mengabulkan setiap doa-doanya.
__ADS_1
"aku tidak akan pernah meninggalkanmu! karena sampai saat ini, perasaan itu masihlah belum berubah. bahkan jika nantinya kau akan berubah pikiran, aku akan kembali menunggumu!"ujarnya dengan nada bersungguh-sungguh.
"kau sudah gila, Dion!"tiba-tiba saja Olivia berteriak dengan sangat lantang. Tentu saja itu membuat semua orang merasa sangat terkejut. Tak Terkecuali, seorang bayi yang ada di dalam dekapan Vania.
Tentu saja itu membuat semua orang, menatap Olivia dengan tatapan tajam. "berani kau mengganggu tidur lelap cucuku?!"tanya Vania Soraya melayangkan tatapan tajam ke arah wanita yang menjadi sahabat sekaligus besannya itu.
Olivia yang melihat itu hanya tersenyum sinis. "aku tidak peduli. yang aku inginkan, aku hanya ingin mereka berdua berpisah!"ucapnya dengan nada tegas.
tentu saja hal itu membuat Jovita dan juga Dion yang mendengarnya, merasa sangat terkejut. "tidak sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mencarikan istriku!"ucap Dion dengan nada tegas dan juga lantang.
Tentu saja hal itu membuat Olivia, menganga tidak percaya. dirinya berpikir, jika putranya itu akan langsung menerima tawarannya. karena selama ini, Dion tidak pernah sekalipun membantah perintahnya.
"a..apa maksudmu Dion? kau menolak permintaan mama?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah merah padam. karena menahan amarah yang luar biasa di dalam dadanya.
"maafkan aku Mah, tapi saat ini aku sudah dewasa dan aku sudah menikah. akan jadi laki-laki pengecut, jika aku meninggalkan istriku begitu saja. apalagi, kami baru saja dikaruniai anak."ucap laki-laki itu Seraya menatap ibunya dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
Tanpa basa-basi, Olivia segera pergi meninggalkan semua orang yang masih terdiam dengan pikiran masing-masing itu.