
Akhirnya, Jovita memutuskan untuk pulang bersama sang kekasih gadis itu nampaknya sama sekali tidak memikirkan perasaan laki-laki yang saat ini menjadi suaminya.
Gadis tomboy itu, memutuskan untuk bersikap bodo amat dan langsung masuk ke dalam mobil milik Alvaro.
"mari sayang,"ujar Alvaro seraya membukakan pintu mobil untuk sang kekasih. dan perlakuan manis itu, membuat Jovita seketika tersenyum lebar. dan dengan segera, masuk ke dalam mobil mewah itu.
"kamu cantik sekali malam ini sayang,"ucap Alvaro Seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu.
Tentu saja perlakuan dan perkataan dari kekasihnya itu, membuat Jovita seketika menundukkan kepala Seraya wajahnya bersemu merah karena merasa bahagia bercampur malu.
"makasih ya sayang, kamu memang laki-laki idaman,"ucap Jovita Soraya tersenyum simpul.
Alvaro yang mendengar itu seketika membalas senyuman kekasihnya itu. dan perlahan-lahan,...
cup,
Jovita seketika membuatkan mata dengan wajah menegang saat Alvaro mencium keningnya. ada perasaan senang yang luar biasa. saat laki-laki yang diidam-idamkannya, menyentuh kulit lembutnya.
"aku mencintaimu,"bisik Alvaro di telinga Jovita. membuat gadis tomboy itu seketika tersipu malu.
Jovita yang mendengar itu, semakin menundukkan kepala dan dengan segera, mendongakkan kepala. saat dagunya ditarik oleh Alvaro.
Hingga membuat mata kedua manusia berbeda gender itu saling bertemu. hingga akhirnya, satu kecupan manis, mendarat mulus di bibir tipis Jovita.
"maaf, aku menodaimu,"ujar Alvaro Seraya tersenyum manis. sementara Jovita yang mendengar itu, seketika menundukkan kepala karena merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi itu. dan pada akhirnya, Jovita menganggukkan kepala dengan lemah.
Alvaro segera mencubit pipi kekasihnya itu yang tampak menggembung. membuat si pemilik pipi, seketika mengerucutkan bibirnya.
"ih sakit Alvaro,"rengek Jovita seperti seorang anak kecil. tentu saja, hal itu membuat Alvaro seketika semakin merasa gemes.
__ADS_1
"kita pulang sekarang ya, aku takut kedua orang tua kamu mencari keberadaanmu saat ini. dan semakin tidak menyetujui hubungan kita saat tahu kamu aku bawa sampai selarut ini,"ujar Alvaro Seraya kembali fokus dengan kemudinya.
"jangan pulang ke rumah,"spontan, Jovita berkata seperti itu. hingga membuat Alvaro, seketika mengerutkan keningnya karena merasa bingung dan juga heran.
"kenapa?"tanya Alvaro dengan rasa penasaran.
"euumm,"Jovita mulai kelabakan harus menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu. "bukan begitu maksudku, aku lagi mencoba hidup;mandiri,"ujarnya berbohong
Tidak mungkin, jika Jovita mengatakan kenyataan yang sebenarnya. Bisa-bisa, gadis tomboy itu akan langsung di-bully oleh teman-temannya dan juga ditinggalkan oleh laki-laki yang sangat ia cintai itu.
Tanpa disadari oleh Jovita, jika sedari tadi ucapan dari gadis itu, didengar oleh seseorang. siapa lagi orangnya jika bukan Dion.
Karena memang, laki-laki tampan itu memasang sebuah alat penyadap ke dalam ponsel dan juga tas milik Jovita. gunanya, agar laki-laki tampan itu dapat memantau kegiatan yang dilakukan oleh istri kecilnya itu. dan seketika itu pula, dada laki-laki tampan itu naik turun. pertanda, jika emosinya tengah meledak-ledak.
apalagi, saat ini Dion tengah dipengaruhi oleh obat perangsang yang tidak sengaja terminum olehnya.
"awas kau gadis kecil,"ucapnya mengeram kesal. dan setelahnya, Dion segera mengikuti ke mana arah mobilnya membawa istrinya itu melaju.
Tak lama berselang mobil yang ditumpangi Jovita terlihat telah berhenti di depan rumah. dan dengan segera, Dion turun dari dalam mobil, saat laki-laki tampan itu melihat kekasih dari istrinya, telah pergi menjauh.
"eh, lepaskan aku!"Jovita menyentak kasar tangannya. saat gadis tomboy itu menyadari, jika Dion telah menyengkram pergelangan tangannya.
Namun, bukannya mendengarkan perkataan dari gadis tomboy itu, Dion justru menyeret tubuh mungil itu sedikit kasar.
Jovita segera meronta ingin melepaskan diri dari laki-laki yang tengah membawanya itu. Namun, sekeras apapun gadis tomboy itu berusaha, maka Jovita tidak akan pernah bisa menghindari laki-laki itu.
"lepasin gue!"ucap Jovita Seraya mencoba menepis tangan laki-laki itu yang telah mencengkeram kuat pergelangan tangannya.
Namun, cengkraman di tangan Jovita semakin kuat. Dion menyeret tubuh gadis itu, dengan langkah lebarnya. hingga membuat Jovita, sedikit terseok-seok karena mengimbangi langkah laki-laki yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
"Om, lepasin aku Om!"teriak Jovita maronta-ronta.
Namun sayangnya, sekuat apapun gadis tomboy itu mencoba melepaskan tarikan dari Dion semuanya akan berakhir sia-sia.
Brugh
*Aww!"Jovita memetik kesakitan, saat tubuh gadis tomboy itu dihempas sangat kasar ke atas ranjang oleh Dion.
Tatapan mata gadis itu seketika membulat sempurna, saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya. bagaimana tidak, di hadapannya saat ini Dion tengah melucuti pakaiannya sendiri.
Tentu saja hal itu membuat mata Jovita yang masih suci, seketika ternoda saat melihat tubuh polos tanpa benang yang ada di hadapannya.
Belum sempat gadis itu tersadar dari pikiran-pikiran yang menggelayuti otaknya, Dion telah terlebih dahulu menindih tubuhnya. Tentu saja, hal itu membuat Jovita merasakan panik luar biasa.
Karena dia tahu apa yang akan selanjutnya terjadi. apalagi gadis tomboy itu melihat kilatan nafsu dari mata laki-laki yang telah mengukungnya itu.
"tolo-,"suara Jovita tiba-tiba terhenti saat gadis tomboy itu merasakan mulutnya dibungkam oleh sebuah bibir yang tak lain adalah milik Dion.
laki-laki tampan yang tengah terbakar gai*rah itu, melu*mat bibir lembut dan hangat milik Jovita. hingga membuat gadis itu, seketika membulatkan matanya. dan sesekali, tangannya memukul-mukul dada bidang milik Dion.
Namun, hal itu sama sekali tidak memiliki arti bagi Dion. malah laki-laki itu merasa, sedikit tertantang dengan perlawanan gadis yang ada di dalam kungkungannya itu.
Dengan gerakan cepat, Dion merobek baju yang dikenakan oleh Jovita. karena memang Jovita hanya menggunakan dress berwarna hitam. dan itu membuat Dion sangat mudah untuk melucutinya.
Matanya seketika menatap nanar pemandangan yang ada di hadapannya itu. dan tanpa basa-basi, langsung menyerang daerah sensitif itu. hingga membuat si pemilik, menggelinjang hebat.
"kau akan menjadi milikku malam ini,"bisik Dion pada telinga Jovita.
" nggak, aku nggak mau!"teriak Jovita saat bibir mungilnya telah terlepas.
__ADS_1
Namun, itu tak bertahan lama karena Dion kembali menyerang gadis tomboy itu. bukan hanya bibir atasnya yang diserang oleh laki-laki dewasa itu. melainkan, bibir bawahnya pun juga ikut diserang. hingga membuat Jovita sesekali men*desah pelan.
"emmhh, lepasin gue Om,"ucap Jovita di sela-sela desahanya itu. namun itu tidak menyurutkan aksi dari Dion.