Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 7


__ADS_3

Sepulang Jovita dari acara keluarga itu, membuat mood-nya seketika hancur berantakan. Apalagi, saat mendengar ancaman keluar dari mulut ayahnya. membuat gadis cantik itu, menjadi semakin uring-uringan.


" kamu harus mau menerima semua ini. ini kan, demi kebaikan kalian berdua. Jika kamu tidak mau, bersiaplah karena ayah akan menghentikan semua fasilitas yang pernah ayah berikan padamu,"


Begitulah kira-kira, ancaman dari sang ayah. hingga membuat gadis itu, seketika tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mendumel di sepanjang perjalanan.


" sialan!" ucap Gadis itu merasa sangat geram. dan Jovita, langsung menyalahkan laki-laki tidak tahu diri itu." dasar laki-laki sialan!" makinnya berapi-api.


Sejenak, Jovita terdiam. seakan, tengah memikirkan sesuatu. hingga tak berapa lama, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman misterius yang sangat menakutkan.


" Oke kalau itu mau loe, kita lihat aja siapa yang akan nyerah." ucapnya Seraya merebahkan diri di atas kasur empuknya itu.


***


Sementara itu di dalam kamar yang lain, terlihat sepasang suami istri paruh baya, Tengah berdiskusi.


"Ayah yakin, kalau ini akan berhasil?" tanya Vania pada sang suami.


Aksa yang mendengar pertanyaan dari sang istri, mengulas senyum tipis. dan dengan segera, menggenggam tangan wanita kesayangannya itu." Bunda tenang saja. semua akan baik-baik saja dan sesuai dengan rencana kita dari awal." ucap laki-laki itu mengecup jemari lentik istrinya.


Pagi harinya,..


Keluarga kecil Aksa Mahendra, Tengah menikmati sarapan pagi dengan formasi anggota keluarga yang lengkap. Namun hari ini, suasana terlihat sangat berbeda.


Jika biasanya, suasana di meja makan akan terasa ramai dengan celotehan dan canda tawa yang akan dikeluarkan oleh putri dari keluarga Mahendra. Namun, sepertinya hari ini sangatlah berbeda. karena Jovita sedari tadi hanyalah diam. Tatapan Gadis itu pun, terasa sangat kosong. seperti tidak ada gairah kehidupan di dalam bola matanya.

__ADS_1


Kondisi itu membuat Vania, ibunya merasa sedikit ketakutan. dan dengan segera, wanita paruh baya itu, menyenggol lengan suaminya. Serta memberi kode terhadap laki-laki paruh baya itu untuk segera melihat ke arah Putri mereka.


"ekhem,"


Aksa berdehem untuk membuat perhatian putrinya teralih padanya. karena itu biasa dilakukan oleh Aksa. jika putrinya, Tengah merajuk seperti ini. Namun, Ternyata semua ekspektasi laki-laki paruh baya itu meleset. Karena pada kenyataannya, Jovita hanya melirik sekilas. dan setelahnya, kembali melanjutkan aktivitas makannya hingga piringnya, tandas tak bersisa


"Bun, Yah, Jovita berangkat dulu." ucapnya dengan segera langsung meraih tangan kedua orang tuanya untuk mencium kedua punggung tangan mereka.


Gadis cantik itu, segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke pintu utama untuk keluar dari rumah mewah itu. tanpa memperdulikan tatapan kedua orang tuanya yang menatapnya dengan tatapan aneh.


"hais, sialan!" makinya pada angin yang menerpa tubuhnya dengan begitu lembut. dan dengan segera, Jovita Segera menaiki motor kesayangannya untuk berangkat ke sekolah.


Gadis cantik itu, mengendarai motornya dengan keadaan sedikit melamun. namun masih terbilang aman. karena gadis itu, lumayan jago jika mengenai kendaraan roda dua.


***


" besok, kamu ajak calon istrimu untuk fitting baju pengantin. karena mami, sudah mempersiapkan sebuah gaun pengantin yang indah untuk calon istrimu." ucap Olivia. saat mereka semua tengah menikmati sarapan pagi.


Mendengar ucapan dari Maminya, membuat Dion seketika mendongak, menatap ke arah wanita paruh baya itu dengan ekspresi wajah sedikit terkejut.


" sejak kapan, Mami mempersiapkan semuanya?" tanya Dion penasaran.


" sudah lama, mungkin ada sekitar 2 tahun yang lalu Mami kamu mempersiapkan semuanya." bukan Olivia yang menjawab. Melainkan Edgar sang suami yang menjawab pertanyaan dari Putra mereka itu.


Kling

__ADS_1


Aktivitas makan Dion sejenak terhenti, saat mendengar ponselnya berdering. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu membuka benda pipih yang ada di hadapannya itu. dan seketika itu pula, kedua sudut bibir laki-laki itu terangkat membentuk senyuman tipis yang menghiasi wajah tampanya.


" Mi, Pi, Dion berangkat dulu," ucap laki-laki itu Seraya beranjak dari duduknya. dan dengan segera langsung menyambar kunci mobil yang ada di atas meja itu.


" hati-hati, jangan lupa kawal calon istrimu!" samar-samar, Dion mendengar ucapan dari kedua orang tuanya.


Tentu saja, itu membuat Dion seketika semakin melebarkan senyumannya." Mami sama papi tenang saja, tanpa diminta pun, aku akan selalu menjaga gadis itu." ujar Dion dalam hati. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu segera mengendarai mobil kesayangannya.


Karena Dion laporan dari calon mertuanya, jika Jovita telah berangkat. dan Vania sang ibu mertua, menyuruh laki-laki itu untuk membuntuti putrinya dari arah belakang. tentu saja, ucapan dari kedua calon mertuanya itu, langsung disanggupi oleh laki-laki itu.


Karena memang, Dion telah jatuh cinta pada gadis tomboy itu. tak perlu waktu lama, kini laki-laki Tampan itu, telah berada di belakang Jovita. dan sepanjang perjalanan itu, kedua sudut bibir Dion selalu terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman tipis.


" cantik banget calon istriku." ucapnya seorang diri di dalam mobil pribadinya. dan tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Dion, seketika terhenti. saat melihat Jovita yang berada di depan sana, telah menghentikan kendaraan roda duanya.


Setelah memastikan bahwa calon istrinya telah mendarat dengan selamat, Dion berniat untuk segera kembali ke kedai martabak miliknya. Namun, aksinya terhenti, saat matanya tidak sengaja melihat interaksi di depan sana.


Seketika itu pula, hatinya dipenuhi amarah kecemburuan saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Jovita Tengah bercanda tawa dan sesekali berpegangan tangan dengan seorang laki-laki. Tentu saja, itu membuat Dion menjadi sangat marah. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu turun dari dalam mobilnya. Kemudian, menghampiri calon istrinya itu.


" Maaf, bisa kita bicara?" tiba-tiba saja, Dion berkata tepat di sebelah Jovita. hingga membuat gadis itu, seketika terperanjat kaget. begitupun dengan teman-temannya.


" dia siapa Jovita?" tanya Ochi dan juga Sandrina hampir bersamaan.


Membuat Dion yang mendengar itu, segera mengulurkan tangannya." perkenalkan, saya--" belum sempat, laki-laki itu meneruskan ucapannya Jovita telah terlebih dahulu menarik tangan laki-laki itu membawanya menjauh dari teman-temannya.


Setelah dirasa jauh, Jovita segera menghempaskan tangan laki-laki itu yang sedari tadi, ia genggam.

__ADS_1


" loe gila, hmm?" tanya gadis tomboy itu dengan raut wajah yang merah padam. Menandakan, bahwa gadis itu benar-benar merasa geram dengan tingkah laku laki-laki yang ada di hadapannya itu.


" Aku cemburu!" satu kalimat itu, keluar dari mulut Dion. hingga membuat gadis jutek itu, seketika terdiam.


__ADS_2