
Jovita menatap nanar ke arah sang suami yang saat ini, juga tengah menatapnya dengan senyuman manis.
"gimana kalau nanti aku hamil lagi?" tanya gadis tomboy itu dengan nada yang salah lirih . terlihat gadis tomboy itu merasa sangat frustasi karena baru saja memikirkan dampak yang akan dia dapatkan kedepannya.
"ya tidak apa-apa, lagi pula kamu kan hamil ada aku sebagai suami kamu, apa yang dikhawatirkan?!"tanya Dion dengan entengnya.
plak
Seketika itu pula, sebuah geplakan mendarat mulus di tubuh laki-laki itu. cara membuat si pemilik seketika meringis karena merasa kesakitan.
"enak banget kamu ngomongnya! jahitan aku aja belum kering, pokoknya aku nggak mau tahu. kalau sampai aku hamil lagi, kamu harus memberikan aku obat untuk peluntur!"ucap Jovita asal dengan diliputi aura kemarahan yang sangat kental.
"astaga! apa yang kamu pikirkan?!"tanya Dion tak sengaja membentak gadis kesayangannya itu. hingga membuat Jovita, seakan tersadar dari apa yang baru saja ia katakan.
Seketika, suasana menjadi tegang. karena mereka, sama-sama kebingungan dengan apa yang terjadi pada diri mereka masing-masing itu.
__ADS_1
"ma .. maafkan aku sayang, aku tidak sengaja membentak mu,"ucap Dion dengan raut wajah terkejut dan juga nada bicara yang sangat gelagapan.
Menandakan bahwa laki-laki itu memang tidak sengaja untuk membentak istri kesayangannya itu.
"tidak apa-apa Mas, seharusnya aku yang meminta maaf akan hal ini. tapi jujur, aku benar-benar merasa takut jika aku akan hamil kembali. karena aku masih dalam masa subur saat ini,"ucap Jovita menundukkan kepala.
Tak terasa, gadis yang biasanya terlihat kuat dan juga arogan itu, saat ini menangis tersedu-sedu karena menghadapi masalah seperti ini. jujur Saja, Jovita lebih baik menghadapi orang-orang yang akan menghajarnya secara fisik. daripada mereka-mereka yang menghajar secara mental ataupun batin. karena Jovita, masih belum merasa kuat untuk menghadapi semua itu.
"ssshh kita akan cari jalan keluarnya. satu minggu lagi, kita akan ke rumah sakit untuk memastikan semuanya!"jawab Dion pada akhirnya. dan laki-laki itu, memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.
Setelah semuanya membaik, Jovita dan juga Dion memutuskan untuk istirahat sambil posisi berpelukan seperti biasanya.
Sesungguhnya, Dion merasa sangat kesal terhadap istri kecilnya itu karena mampu membuat amarahnya mendidih. hanya karena, masalah sepele seperti itu. dan hal itu sempat membuat laki-laki tampan itu merasa kebingungan dengan sikapnya.
Karena sebelum-sebelumnya, laki-laki itu tidak akan pernah cemburu sampai dengan membabi buta hanya karena orang yang dia sayangi, menggoda laki-laki lain. Namun entah mengapa, saat Jovita menggoda para laki-laki itu, rasa cemburu di dalam diri Dion, seketika membuncah.
__ADS_1
"lagian sih, Mas kenapa sih cemburu banget sama hal-hal yang seperti itu? itu kan hanya sepele Mas,"tanya Jovita dengan mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal dengan sikap dan tingkah suaminya yang menurutnya sangatlah berlebihan itu.
"ingat Mas, sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik!"ucap Jovita Soraya mendengus kesal.
Dion yang mendengar itu, segera merapatkan tubuhnya ke tubuh istri kecilnya itu. hingga membuat mereka kembali berpelukan.
"itu karena aku sayang sama kamu, dan aku tidak ingin kau menjadi milik orang lain!"bisik laki-laki itu penuh dengan penekanan.
Jovita dengan segera mendorong tubuh suaminya agar sedikit menjauh. Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.
"idih udah kaya Tuhan aja bisa nebak masa depan seseorang. ya kalau jodoh, kalau nggak jodoh gimana?"tanya Jovita dengan mode serius.
"ya kalau nggak jodoh, tinggal aku bunuh aja jodoh kamu biar kamu balik sama aku!"ucapnya dengan senyum lebar.
Seketika itu pula, Jovita yang mendengarnya segera membulatkan mata. "dasar psikopat!"teriak Jovita tanpa sadar hingga membuat baby Disya menangis kencang karena merasa terkejut dengan teriakan ibunya itu.
__ADS_1
Dengan cepat Jovita kembali menenangkan gadis kecil itu agar kembali terlelap. tak lupa, gadis tomboy itu mengucapkan kata maaf di telinga Putri kecilnya. hingga tak berapa lama, baby Disya kembali terlelap.
Sementara Dion yang melihat pemandangan itu, hanya dapat tersenyum manis. sungguh, hati laki-laki itu merasa sangat bahagia. karena pada akhirnya, laki-laki itu dapat menaklukkan gadis tomboy yang sedikit barbar dan juga galak.