Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 24


__ADS_3

Dengan segera, Dion melancarkan aksinya. membuat mata Jovita, seketika berair. karena gadis tomboy itu tahu, jika sebentar lagi masa depannya akan hancur. walaupun mereka telah menikah, namun tidak terbersit dalam pikiran Jovita, untuk menyerahkan tubuh pada laki-laki yang ada di atasnya itu.


Di saat Jovita tengah berkeliling dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba saja gadis tomboy itu tersentak kaget. saat merasakan, bagian tubuh sensitifnya di dobrak dengan sangat kencang.


"arrgghhhh!!"Jovita mengerang dan menjerit seketika saat menyadari sesuatu hal yang besar.


Dengan segera, Jovita menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk melepaskan diri dari Dion yang sepertinya, telah terbakar oleh gairah akibat obat pe*rangsang itu.


"lepasin gue!!"teriak gadis tomboy itu Seraya sesekali memukul-mukul dada bidang milik Dion. Namun sayangnya, laki-laki tampan itu tidak bisa berpikir jernih akibat pengaruh dari obat itu.


Andai saja dia tahu, mungkin dirinya akan merasa menyesal seumur hidup. karena Dion telah bertekad, akan menjaga gadis kecilnya itu sepenuh hati. dan tidak akan pernah menyentuhnya jika bukan Jovita sendiri yang meminta.


"Arrggghh!,"Dion mengerang saat telah mencapai kenikmatan duniawi bersama dengan gadis yang sangat ia cintai itu. dan setelahnya, laki-laki tampan itu ambruk di samping tubuh Jovita dengan nafas yang tersengal-sengal. "terima kasih sayang,"ujar Dion Seraya melayangkan kecupan kecil di kepala gadis itu.


Namun dengan segera, perlakuan manis itu langsung ditolak oleh Jovita dengan cara mendorong tubuh laki-laki itu agar menjauh darinya. dengan segera, langsung menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut tebal.


"gue udah kotor hiks hiks hiks,"Jovita menangis tersedu-sedu di bawah selimut tebal itu. dan setelahnya, gadis itu terus tidur lelap.


Mungkin karena menangis cukup lama hingga membuat gadis tomboy itu merasa kelelahan.


Sementara laki-laki yang ada di samping Jovita, saat ini tengah tertidur lelap. seperti tidak pernah melakukan sesuatu hal yang besar. padahal jika nanti Dion tersadar, mungkin dia akan menyesali perbuatannya itu.


Namun apalah daya, efek dari obat perang*sang itu lebih besar dari kendali tubuhnya sendiri. sehingga menutupi otak jernih milik laki-laki itu.


Pagi harinya,...


"eeuugghhh!"Dion meregangkan otot-ototnya Seraya sesekali menggeliat ke kanan dan ke kiri. "hoamm,"setelah menguap, perlahan-lahan laki-laki tampan itu membuka matanya.


Seketika itu pula, matanya membulat sempurna. saat menyadari sesuatu yang baru saja terjadi.


"astaga apa yang baru saja aku lakukan?!"tanya Dion Memekik karena merasa tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.


Bagaimana tidak terkejut, saat ini di hadapannya tengah tersaji pemandangan yang bagus sebagian orang adalah pemandangan indah. di mana tubuh istrinya, yang tidak tertutup sehelai benang pun, terpampang nyata di hadapannya. tentu saja, hal itu membuat Dion merasakan panas dingin.

__ADS_1


Karena memang, Dion adalah laki-laki normal yang pasti akan tergoda dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu. apalagi, laki-laki itu melihat hal yang menurutnya halal untuk disentuh.


tanpa disadari, tubuhnya mulai mendekati tubuh Jovita yang masih terlelap itu. dan dengan segera, langsung menindih tubuh gadis tomboy itu.


Tentu saja perlakuan dari Dion itu, membuat Jovita membuka matanya. dan dengan segera membulatkan mata karena melihat Dion telah berada di atas tubuhnya.


"lepasin Om, jangan ganggu gue lagi,"


plak


Satu tamparan keras, mendarat mulus di wajah tampan laki-laki itu. hingga membuat Dion seketika tertoleh ke arah samping dengan kuatnya.


"kenapa kamu menolak? bukankah tadi malam kamu juga menikmatinya?"entah setan apa yang mempengaruhi laki-laki itu, sehingga bisa berkata seperti itu terhadap gadis yang katanya sangat ia cintai itu.


"Om lepasin gue,"ujar Jovita Seraya mencoba mendorong tubuh kekar suaminya. namun dengan segera, kedua tangan gadis itu dicekal oleh tangan besar milik Dion.


Sepertinya tidak ada pilihan yang lain selain memberikan sentuhan seperti malam itu. agar Jovita seutuhnya menjadi miliknya. dan agar, gadis itu tidak semena-mena terhadapnya.


Yap, sebenarnya walaupun semalam Dion dikuasai oleh obat itu, Namun sepertinya Dion masih mengingat semuanya. dan akhirnya, terulang kembali kegiatan panas antara Jovita dan juga Dion.


Sementara Jovita yang mendapati semua perlakuan itu, hanya dapat menangis tersedu-sedu. "kenapa hidupku hancur seperti ini Tuhan!"teriak Jovita. hingga membuat suaranya menggema di dalam ruangan itu.


" sialan!"maki Dion yang berada di kamar mandi. ada segurat penyesalan di wajah laki-laki tampan itu saat melakukan hal itu pada istri kecilnya.


"maafkan aku sayang, aku lepas kendali" gumamnya Seraya menyugar rambutnya.


Setelah 15 menit, akhirnya Dion keluar dari dalam kamar mandi. dengan hanya, melilitkan handuk di pinggang dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos bebas.


Dirinya sangat menyesal saat melihat gadis kesayangannya meringkuk di atas tempat tidur dengan keadaan menangis terisak.


"maafkan aku sayang,"gumam Dion Seraya berjalan untuk menghampiri ranjang.


Seketika itu pula, Jovita segera melompat dengan tubuh bergetar hebat. dan secepat kilat pula, gadis tomboy itu berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Brak


Pintu terbanting dengan sangat kuat. hingga membuat Dion yang berada di dalam kamar itu, seketika terjingkat kaget.


Setelah selesai mengganti baju, Dion segera mengetuk pintu kamar mandi. karena sudah dari tadi, istri kecilnya itu belum keluar dari kecil itu.


"sayang apakah kamu masih ada di dalam?"tanya Dion untuk memastikan.


brak!!


Prang!!


Seketika itu pula, benda-benda terdengar berjatuhan dari kamar mandi menghantam pintu.


"pergi loe, dasar tua bangka mesum!"


Tak berapa lama terdengar suara caci maki dari gadis tomboy itu. membuat Dion lagi Dan lagi, hanya dapat menghela nafas panjang.


"maafkan aku sayang,"ucap laki-laki itu merutuki kebodohannya.


"pergi, pergi loe!!"makian dan cacian dari Jovita, kembali terdengar. hingga membuat Dian akhirnya memutuskan untuk benar-benar pergi dari kamar itu.


"tolong buatkan minuman hangat untukku dan juga istriku ya,"ucap laki-laki itu saat telah berada di area dapur.


"baik Tuan,"


Setelahnya, Dion segera duduk di kursi meja makan. dan tak lama berselang, asisten rumah tangganya itu datang dengan membawa dua gelas teh hangat.


"terima kasih Bi,"


Dion segera melangkahkan kaki menuju ke kamar pribadinya untuk menyerahkan minuman itu pada sang istri.


ceklek

__ADS_1


Dion tersenyum saat baru saja membuka pintu, dan laki-laki itu telah disuguhkan dengan wajah cantik istrinya. walaupun, Jovita memasang wajah yang sangat tidak bersahabat. namun hal itu tidak menyurutkan senyuman manis yang terukir dari wajah tampannya.


__ADS_2