Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 68


__ADS_3

Berapa hari setelah kejadian itu, Jovita dan juga Dion, memutuskan untuk kembali. karena memang, mereka masih saling menyayangi satu sama lain.


Tentu saja hal itu membuat Olivia dan juga Vania yang mendengarnya, merasa begitu murka. mereka dengan sekuat tenaga, mencoba untuk menggagalkan aksi damai di antara anak masing-masing itu.


"aku tidak mau Putriku kembali dengan laki-laki itu."ucap Vania menatap ke arah Dion dengan tatapan yang sangat tajam.


Sementara Olivia, wanita itu juga tak kalah menyeramkan. Olivia bahkan melayangkan beberapa kali cibiran pedas pada menuntun itu.


Membuat Dion dan kedua laki-laki paruh baya yang ada di sebelahnya itu, seketika melangkahkan kakinya menghampiri istri masing-masing. gunanya untuk melerai kedua wanita paruh baya itu agar tidak saling singgung satu sama lain.


"sudahlah, lebih baik kalian berdamai saja. lagi pula, anak-anak kita itu sudah bahagia."ucap Edgar Seraya menatap ke arah istrinya itu.


Begitu juga yang dilakukan oleh Aksa, laki-laki paruh baya itu, juga mencoba menenangkan Vania istrinya.

__ADS_1


"kenapa kalian begitu kompak dalam membela mereka?"tanya Vania menatap Aksa dengan tatapan tajamnya.


Membuat laki-laki paruh baya itu, seketika menghela nafas panjang."jika kalian masih mementingkan ego kalian, lebih baik kalian lanjutkan saja. dan jangan pernah berharap, jika cucu kalian akan merasa bahagia."setelah mengatakan hal itu, Aksa segera melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan rumah itu.


Karena memang, laki-laki paruh baya itu hanya berniat untuk sekedar mampir ke rumah anak dan menantunya itu untuk melihat kondisi dari mereka. sekaligus menjenguk cucu kesayangannya itu.


Begitupun dengan Edgar. laki-laki yang sedikit gondrong itu, juga memutuskan untuk melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Membuat Dion dan juga Jovita yang melihat itu, seketika hanya dapat menghela nafas panjang.


"sampai kapan mereka akan bersitegang seperti itu?"tanya Dion pada istri kecilnya itu.


Sontak saja hal itu membuat Jovita yang mendengarnya, ketika menundukkan kepala. Karena Wanita itu, merasa sangat bersalah. Jika saja, dirinya tidak bersikap kekanak-kanakan, maka tidak akan pernah terjadi kecelakaan itu. dan mertua dan orang tuanya tidak akan pernah tahu tentang kondisi mereka.

__ADS_1


"maafkan aku Mas, sungguh aku tidak pernah menyangka jika mereka akan membenci sampai seperti ini,"ucap gadis tomboy itu Seraya menundukkan kepala dengan lelehan air mata yang membasahi pipi.


Sementara Dion yang melihat itu, seketika langsung meraih tubuh istri kecilnya dan memeluknya dengan sangat erat.


"ssssttt ini semua bukan salah kamu, sudah tidak bisa dipikirkan, lagi pula aku sudah memaafkan mu sejak lama."ucap laki-laki itu Seraya mengecup kepala istrinya beberapa kali.


Membuat Jovita seketika mendongakkan kepalanya hingga membuat mata mereka saling bertemu dan mengunci satu sama lain.


Perlahan tapi pasti, wajah mereka saling mendekat satu sama lain. hingga dapat menghirup nafas satu sama lain. hingga tiba-tiba saja,...


oeeekk oeeekk oeeekk


Suara tangisan anak kecil, membuyarkan imajinasi mereka. dan seketika itu pula, Jovita merasa malu. gadis tomboy itu seketika menundukkan kepala Seraya sesekali tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2