Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 6


__ADS_3

Kini, Jovita dan kedua orang tuanya, Tengah duduk menghadap ke arah keluarga yang akan menjadi bagian dari dirinya itu.


Jovita menatap ruangan itu dengan seksama. Namun, sepertinya Gadis itu tidak menemukan sesuatu hal yang aneh.


" mana orangnya?" tanya Gadis itu pada dirinya sendiri. Soraya sesekali, matanya menatap mencari sesuatu yang janggal.


Hingga Jovita sedikit bernafas lega. karena gadis tomboy itu mengira, orang yang akan dijodohkan dengannya itu tidak hadir.


" Eh ini Jovita ya?" tiba-tiba saja, seorang wanita paruh baya, datang menghampirinya dan langsung duduk di samping gadis itu.


Sontak saja, itu membuat Jovita seketika menoleh. dan memundurkan sedikit tubuhnya. Karena merasa risih, saat tangan wanita paruh baya itu memeluknya.


" Iya Olivia, Ini anakku. Cantik kan?" tanya Vania penuh arti. Hal itu membuat Jovita seketika menatap tajam ke arah sang ibu.


Namun, tatapan Gadis itu tidak di hiraukan oleh wanita paruh baya itu. Vania justru semakin memanas-manasi putrinya sendiri.


" pasti, anakku ini akan sangat cocok jika bersanding dengan putramu." ucap Vania penuh arti dengan menyunggingkan senyuman tipis.


Sementara Jovita yang mendengar itu, memutar bola mata malas. Karena, kelakuan dari ibu kandungnya itu menurut Jovita sedikit memalukan.


" Jovita mau ke toilet!" ucapnya dengan segera beranjak dari tempat duduk dan langsung melangkah menuju ke arah pintu.


"huh, menyebalkan! Memangnya, Ini zaman apa sih, Kenapa masih ada Perjodohan Perjodohan seperti ini?" tanya Gadis itu menggerutu seorang diri.


Setelah puas mengomel seorang diri, Jovita segera melangkahkan kaki menyusuri restoran itu. Karena memang gadis itu, sedang ingin mengeluarkan isi di dalam perutnya. dengan langkah tergesa-gesa, Jovita melangkahkan kaki untuk menuju ke kamar mandi yang ada di belakang sana.

__ADS_1


Tanpa Gadis itu sadari, sedari tadi, ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam. dan dengan segera, orang itu membuntuti Jovita dari belakang.


Sementara di depan sana, terlihat Jovita telah memasuki kamar mandi. dan hal itu dimanfaatkan oleh laki-laki yang sedari tadi membuntuti gadis itu.


Siapa lagi orangnya, jika bukan Dion Alexander. memang, laki-laki Tampan itu telah memperhatikan Jovita dari saat Gadis itu masuk ke dalam restoran ini. Karena Dion merasa, sangat jatuh hati terhadap gadis cantik dan jutek itu.


" cantik," Entah berapa kali, laki-laki Tampan itu mengatakan kalimat itu kepada dirinya sendiri. saat dirinya, melihat Jovita dengan penampilan yang sangat feminim itu.


Laki-laki Tampan itu segera bersembunyi, saat mendengar pintu kamar mandi dibuka dari dalam. dan dengan segera, langsung mencekal tangan Gadis itu, saat dirasa akan melangkah menjauh dari tempat itu.


"eh, lepas!" Jovita tersentak kaget. saat merasakan, pergelangan tangannya digenggam oleh orang lain. Dan seketika itu pula, mata Gadis itu membulat sempurna saat menyadari Siapa pemilik tangan yang telah lancang menyentuh pergelangan tangannya itu.


" kamu," tunjuk Jovita dengan raut wajah kesalnya. karena ternyata, dirinya bertemu lagi dengan laki-laki menyebalkan yang ditemuinya di Jalan Raya pada waktu itu.


Sontak saja, Jovita yang mendengar itu, membulatkan matanya. gadis cantik itu, sejenak terdiam dengan mata masih menatap tajam ke arah laki-laki itu.


" Apa maksudmu? Hmm," tanya Jovita yang dengan segera menarik kerah baju laki-laki yang ada di hadapannya itu. hingga membuat si empunya, sedikit meringis karena merasakan ketat terhadap kerah bajunya.


" kau akan segera menjadi istriku," bisik Dion tepat di telinga gadis itu. hingga membuat Jovita, seketika merinding. karena jarak wajah diantara mereka, sangatlah dekat. hingga membuat gadis itu, dapat mencium aroma nafas laki-laki itu yang berbau mint.


" Jangan harap!" ucapnya dengan sekuat tenaga mendorong tubuh laki-laki itu. Namun, itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap tubuh laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Karena memang, tubuh Dion yang besar dan kekar, tidak mudah untuk didorong. Apalagi, dengan postur tubuh Jovita yang kalah jauh dengan laki-laki itu.


Tak ingin meladeni orang yang tidak penting, dan juga masalah yang tidak berguna seperti itu, membuat Jovita melangkahkan kaki berniat untuk menjauh dari laki-laki itu.

__ADS_1


Namun, dengan segera tangan Gadis itu ditarik oleh Dion. hingga membuat mereka berdua hampir saja jatuh. Jika saja, Dion tak Sigap menangkap tubuh gadis itu, mungkin mereka saat ini telah terjatuh ke lantai dengan posisi saling tindih.


" Astaga, apa yang kalian lakukan!" tiba-tiba saja, seseorang datang dan berteriak tepat di belakang Dion dan juga Jovita.


Hingga membuat mereka berdua, seketika menoleh. dan seketika itu juga, merasa malu. karena ternyata, di hadapan Dion dan juga Jovita kini, telah berdiri kedua orang tua masing-masing dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda.


Jika Vania dan juga Olivia menatap mereka dengan tatapan berbinar, tidak dengan para laki-laki paruh baya itu. wajah mereka, tampak merah padam karena menahan malu.


Dengan tanpa basa-basi, Edgar dan juga Aksa, menarik tangan anak mereka masing-masing dan membawanya ke ruangan mereka untuk membuat janji itu.


" apa yang kalian lakukan?" tanya Aksa dengan tatapan tajam menghunus sampai ke jantung. hingga membuat Jovita, seketika menundukkan kepala. karena gadis itu, tidak kuasa untuk melihat kemarahan sang ayah.


" jawab!" ucap Aksa sedikit meninggi. hingga membuat semua orang yang ada di sana, seketika tersentak kaget. karena memang, laki-laki paruh baya itu tidak pernah semarah ini. Apalagi, kepada putri kesayangannya.


"a-aku tidak berbuat apa-apa dengan orang itu," ucap Jovita menundukkan kepala karena merasa takut dengan kemarahan Ayahnya.


" bukti apa yang membuat Ayah percaya dengan ucapanmu?" tanya laki-laki paruh baya itu dengan nada sedikit merendah. karena, melihat raut wajah ketakutan dari putrinya itu.


" apa kita bisa mempercepat semua rencana pernikahan ini?" tiba-tiba saja, Dion mengatakan hal itu.


Hingga membuat Jovita yang mendengarnya, seketika terperanjat kaget." Apa maksudnya ini?" tanya Jovita menetap ke arah kedua orang tuanya." bukankah kita kemari hanya untuk perkenalan saja? Mengapa semua menjadi begini?" tanya gadis itu mencoba untuk menyembunyikan raut wajah sedihnya.


Vania dan Aksa, yang mendengar itu, sejenak terdiam dengan mata Saling pandang satu sama lain. " sepertinya, Ayah dan Bunda berubah pikiran. pernikahan kalian akan dipercepat. untuk menghindari hal-hal seperti itu terjadi lagi.


Seketika itu pula, Dion bernafas dengan lega. Karena, jika Gadis itu dapat membuktikan semuanya, maka Perjodohan ini pasti akan dibatalkan. dan Dion akan Kehilangan kesempatan untuk bersanding dengan gadis pujaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2