Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 31


__ADS_3

Setelah mendengar kabar bahagia itu, Dion segera menghampiri Jovita. yang masih tak sadarkan diri. perlahan-lahan, Dion mulai melangkahkan kaki menghampiri ranjang rumah sakit yang berisi tubuh istrinya yang masih terbaring di sana.


Senyum laki-laki tampan itu, tak henti-hentinya mengembang. Seraya tangannya, sesekali mengusap perlahan perut Jovita yang masih terlihat sangat rata.


"tumbuh di sini dengan subur ya sayang, jangan pernah menyusahkan Mamahmu,"ujarnya Seraya menunduk kepala mengecup perut rata itu.


Membuat si pemilik perut, seketika menggeliat. karena merasa ada yang mengganggu ketenangannya. membuat video dengan segera menjauhkan diri.


Laki-laki tampan itu memutuskan untuk duduk di kursi samping Brangkar. laki-laki itu tidak ingin mengganggu ketenangan sang istri. untuk itu, dirinya memilih untuk tidak mengusik ketenangan gadis tomboy itu.


"terima kasih, terima kasih telah menitipkan seorang buah hati di dalam perut istriku ya Tuhan, semoga engkau selalu menjaganya." ujar Dion Seraya menggenggam jemari lentik milik istrinya itu.


Saat ini, Jovita telah dipindahkan ke ruang rawat VVIP. walaupun kata dokter, hal seperti itu tidak perlu dilakukan. karena tidak ada yang serius yang terjadi pada gadis tomboy itu. Namun demikian, Dion masih bersikeras untuk membiarkan istrinya dirawat beberapa hari ke depan.


Mungkin karena rasa bahagianya yang teramat sangat. hingga membuat Dion sedikit bertingkah berlebihan terhadap orang-orang sekitar.


Ceklek


Laki-laki tampan itu menoleh saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar oleh seseorang.


"Mama, Mami,"ujar laki-laki itu saat melihat siapa orang yang membuka pintu.


"sayang, bagaimana keadaan Jovita?"tanya Olivia Seraya duduk di kursi di sisi lain brangkar itu.

__ADS_1


"kenapa malah tersenyum?"tanya Vania menatap menantunya itu dengan tatapan heran.


Karena melihat reaksi dari Dion yang tampak tersenyum bahagia. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sedikit kebingungan dengan tingkah laki-laki itu.


"ini Mah,"ujar Dion Seraya menyerahkan sebuah amplop berwarna putih kepada kedua wanita paruh baya itu.


Vania dan juga Olivia yang melihat itu, seketika saling pandang. namun mereka juga tetap membuka amplop berwarna putih itu. dan dengan segera membacanya secara perlahan-lahan.


Seketika itu juga, dua wanita paruh baya itu menatap Dion dengan tatapan mata berbinar-binar.


"apakah ini serius?"tanya Vania untuk memastikan.


"iya Mi ini serius,"ujar Dion dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampannya.


"terima kasih, karena kalian telah memberikan hadiah yang sangat berharga untuk kami."ujar Vania Soraya memeluk teman sekaligus bisanya itu.


Sementara para laki-laki paruh baya itu, hanya saling pandang. karena mereka tidak mengerti sama sekali tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"bisakah kalian menceritakan semua pada kami?"tanya Edgar dengan nada menyindir. hal itu langsung mendapat anggukan dari Aksa.


Membuat Vania dan juga Olivia yang mendengar itu, seketika menepuk keningnya masing-masing.


"astaga kita sampai lupa,"ucapnya dengan kekehan kecil. tentu saja hal itu membuat kedua laki-laki paruh baya itu, mendengus kesal.

__ADS_1


Akhirnya, kedua wanita paruh baya itu menghampiri suami masing-masing dan mulai menceritakan semuanya pada kedua laki-laki paruh baya itu.


Tentu saja, hal itu membuat dua laki-laki paruh baya itu merasa sangat begitu senang. bahkan mereka tak henti-hentinya mengepalkan tangannya di udara. hingga membuat Dion yang melihat itu, menggilingkan kepala.


Kemudian, sesuatu melintas di kepalanya hingga membuat laki-laki tampan itu, seketika menghilangkan senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah tampanya itu.


"bagaimana kalau dia tidak menginginkan kehamilan ini?"tanya Dion dengan raut wajah gusarnya.


"tidak aku tidak ingin hal itu sampai terjadi,"gumamnya dalam hati Seraya menggelengkan kepalanya.


"kamu kenapa?"tanya Olivia yang menyadari tingkah putranya yang menurutnya sangat aneh itu.


Dion yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. "tidak ada apa-apa, aku hanya kepikiran tentang sesuatu mengenai pekerjaan."ucapnya dengan tersenyum simpul.


"kau sekarang akan jadi ayah son, jadi kau harus bekerja lebih giat lagi. karena yang akan kau nafkahi itu adalah dua orang,"ucap Edgar Seraya menepuk Pundak laki-laki tampan itu.


"aku tahu, doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar,"ujar Dion menatap pada sang Ayah.


"kami semua pasti akan mendoakan kebahagiaan untuk keluarga kecil kalian,"ucap Vania pada menantunya itu.dan mendapatkan anggukan dari semua orang yang ada di sana.


Tanpa disadari oleh siapapun, ternyata Jovita telah mendengar semuanya. diam-diam gadis tomboy itu menitihkan air mata. karena merasa apa yang terjadi saat ini pada dirinya, adalah sebuah kesalahan.


"tidak, aku tidak ingin ini semua terjadi,"gumam gadis tomboy itu Soraya berusaha mencengkeram perutnya. dengan harapan yang ada di dalam sana dapat gugur dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2