
Di sepanjang perjalanan, Dion masih saja menggenggam tangan istri kecilnya itu. membuat si empunya tangan, sesekali hendak menepis tangan laki-laki itu. Namun selalu saja gagal karena Dion menggenggamnya dengan sangat erat. "Om, lepasin gue!"ujarnya Seraya melayangkan tatapan tajam.
Alih-alih takut dengan tatapan gadis yang ada di sebelahnya itu, Dion malah semakin menggenggam tangan mungil itu dan sesekali mere-masnya pelan. membuat Jovita seketika melotot dengan degup jantung yang tidak beraturan.Karena menyadari sesuatu hal yang akan terjadi dalam diri gadis tomboy itu.
"awww!!"seketika itu pula suara teriakan dari seorang laki-laki menggema di dalam mobil. siapa lagi pemilik suara itu jika bukan Dion Alexander.
Laki-laki tampan itu baru saja melepaskan genggaman tangannya, yang tengah menggenggam tangan mungil milik istrinya yang baru saja digigit oleh gadis tomboy itu.
"makanya nggak usah macam-macam!"ujar gadis itu Seraya keluar dari dalam mobil.
Karena ternyata mobil yang di kendarai oleh Dion telah sampai di depan gerbang sekolah yang menjadi tempat Jovita belajar. sungguh, laki-laki tampan itu tidak menyadari jika mobil yang ia kendarai telah sampai di tempat tujuan. mungkin, karena saking asyiknya menggenggam tangan gadis tambu itu hingga tidak menyadari keadaan sekitar.
Dion masih mengebas-ngebaskan tangannya akibat gigitan dari gadis kecil itu yang terasa sangat nyeri di permukaan kulitnya. dengan mata elangnya yang sesekali menetap ke arah gadis barbar itu.
"udah, sana pergi ngapain masih Di sini?" tanya gadis tomboy itu dengan ada yang sangat ketus.
"ayo buruan pergi, nanti kalau teman-teman gue lihat gimana?"tanya gadis tomboy itu mulai geram. karena laki-laki yang ada di dalam mobil itu, masih tidak bergeming dari tempatnya.
"iya bilang aja kalau kita udah menikah,"ucap Dion santai. laki-laki tampan itu, ingin melihat bagaimana reaksi dari gadis tomboy yang saat ini tengah berkacak pinggang menatapnya dengan tatapan tajam.
"jangan ngadi-ngadi,"sentaknya dengan melempar biji kuaci ke arah laki-laki tampan itu.
"kasar sekali kamu,"laki-laki tampan itu berucap Seraya mulai mengemudikan mobilnya menjauh dari tempat saat ini istrinya berdiri.
"makanya nggak usah risih udah pergi sana,"usir Jovita dengan nada yang sangat ketus.
__ADS_1
"nanti kamu pulang jam berapa?"tanya Dion saat sudah dua langkah melajukan kendaraannya.
"gue pulang bareng teman-teman, udah sana pergi!"Jovita berkata dengan sedikit berteriak. gadis tomboy itu merasa panik, karena teman-temannya, berjalan mendekat.
Tepat saat mobil Dion pergi menjauh, teman-temannya telah sampai. mereka bertiga, kompak menatap Jovita dengan tatapan keheranan.
"kenapa loe lihatin gue kayak gitu?"tanya gadis tomboy itu Seraya menatap ke arah teman-temannya secara bergantian.
'loe ke sini sama siapa?"tanya Sandrina Seraya menatap gadis tomboy itu dengan tatapan menyelidik.
Tentu saja, pertanyaan dari sahabatnya itu membuat Jovita seketika kelabakan."euuumm, gue ke sini, gue ke sini naik taksi kok,"ujar gadis tomboy itu dengan nada yang sangat gugup.
Membuat ketiga sahabatnya seketika saling pandang. dan kembali menatap ke arah Jovita dengan tatapan heran.
"taksi apa grab?"tanya Ochi. Membuat Jovita seketika bernafas dengan lega. karena ternyata dugaanya itu salah besar.
"iya semacam itulah, ya udah kalau kita masuk yuk,"ucap Jovita Sera yang menarik ketiga sahabatnya untuk masuk ke dalam lingkungan sekolah.
Karena memang sebentar lagi kegiatan belajar mengajar, akan segera dilaksanakan. Mengingat, saat ini waktu telah menunjukkan pukul 06.30 pagi. itu berarti sebentar lagi gerbang akan ditutup. karena proses belajar mengajar akan segera dimulai.
Sesampainya di kelas, mereka berempat telah disambut oleh seorang laki-laki yang memang sangat menyukai Jovita. siapa lagi jika bukan Reiner. laki-laki berwajah manis itu, telah menyunggingkan senyuman saat melihat para gadis itu masuk ke dalam kelas.
"mau ngapain loe di sini?"tanya Jovita Seraya mendudukkan tubuhnya di samping laki-laki manis itu.
Memang setelah kejadian itu, sikap Jovita perlahan-lahan mulai berubah dan lebih sedikit lembut terhadap laki-laki itu. di tomboy itu pun juga telah meminta maaf terhadap Reiner. dan laki-laki manis itu pun juga telah memaafkan Jovita.
__ADS_1
Sehingga, persahabatan mereka semua dapat kembali seperti semula.
"nih gue bawain makanan kesukaan loe, dimakan ya awas kalau nggak, "ucap laki-laki manis itu Seraya beranjak dari duduknya.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika tersenyum manis. karena ternyata Reiner masih bersikap selembut dan semanis itu pada Jovita. setelah kejadian hari itu.
"makasih Reiner,"ujar Jovita Seraya mengulas senyum tipis. Namun, seketika wajahnya berubah murung saat menyadari kenyataan yang ada.
Kemudian, gadis tomboy itu mengedarkan pandangannya ke arah teman-temannya yang tengah sibuk pada kegiatan masing-masing.
"semoga kalian tidak akan pernah berubah saat tahu keadaan gue yang sebenarnya,"gumamnya dalam hati Seraya mengusap setitik air mata yang membasahi pipinya.
Jovita marasa kehidupannya begitu sial karena menikah dengan laki-laki yang jauh di atasnya. dan lebih parahnya lagi dirinya masih bersekolah. dan juga menikah karena dijodohkan.
Perlu diketahui, bahwa gadis tomboy itu sangat membenci hal yang dipaksakan. terutama tentang perasaan. karena menurut gadis tomboy itu, perasaan itu tidak bisa dipaksa dan akan mengalir seperti air. dan sesuatu yang dipaksakan itu, tidaklah baik.
"woi elah kok malah ngelamun sih?"tanya Sandrina Seraya menepuk bahu Jovita. membuat gadis tomboy dan barbar itu, seketika tersadar dari lamunannya.
"nggak papa,"ujar Jovita Seraya mencoba membuka Tupperware yang berisi makanan kesukaannya itu. namun tiba-tiba, wajah Jovita terlihat merah padam
Sepertinya, gadis tomboy itu tengah menahan sesuatu yang akan keluar dari perutnya. sesaat setelah gadis tomboy itu, membuka kotak makanan yang dibawakan oleh Reiner.
"kenapa Jovita?"tanya laki-laki manis itu saat menyadari perubahan sikap dan ekspresi wajah dari gadis tomboy yang ada di hadapannya.
"euumm, tidak apa-apa. terima kasih atas makanannya,"ujar Jovita Seraya mulai mengindukkan makanan itu ke dalam mulut.
__ADS_1
Jovita merasa aneh dan kebingungan. mengapa dirinya bisa merasa mual saat mencium bau masakan. apalagi makanan itu adalah makanan kesukaannya. harusnya Jovita merasa senang dan juga lahap saat membuka tutup Tupperware itu.
Namun kali ini terasa berbeda. gadis tomboy itu nyaris muntah saat berhasil membuka tutup kotak bekal itu m