
Beberapa hari kemudian, kegiatan Jovita semakin lama semakin padat. gadis tomboy itu kini tengah berlatih karate dan juga kungfu untuk melindungi diri dari gangguan laki-laki itu.
Dion sesekali akan menemani istri kecilnya itu berlatih dengan membawa baby Disya bersama dengan mereka. seperti kali ini, ion dan juga Disya menemani Jovita berlatih di tempat latihan seperti biasa.
"sayang minum dulu,"ucap Dion Soraya menghampiri istri kecilnya itu dan memberikan sebotol air mineral.
Memang di tempat latihan ini, sudah dikosongkan oleh Dion agar istrinya dapat berlatih dengan leluasa. tentunya, bukan hanya itu alasan utama laki-laki tampan itu mengosongkan tempat latihan umum.
Alasannya tak lain dan tak bukan, adalah agar istri kecilnya itu tidak dilihat oleh orang banyak. karena Dion sangat tidak rela, jika istri kecilnya itu dilihat oleh banyak pesan mata. menurut prinsipnya, wanita yang sudah menjadi miliknya, tidak boleh terlihat oleh mata laki-laki lain.
Apalagi saat orang itu, berada di samping dirinya. tidak akan pernah Dion biarkan banyak pasang mata menatap ke arah orang kesayangannya.
"apa kamu sudah lelah?"tanya Dion Soraya mengusap kepala gadis tomboy itu yang mulai basah karena keringat.
Jovita yang mendengar itu, menggelengkan kepala."belum, aku belum lelah!"ujar Jovita tersenyum simpul.
Gadis tomboy itu kembali berlatih dengan semangat. karna Jovita bertekad, ingin segera mengalahkan dan membuat laki-laki yang bernama Alvaro itu tidak mengganggunya lagi.
Setelah hampir 2 jam berlatih, Jovita memutuskan untuk mengajak suami dan anaknya pulang.
"Mas. kita pulang yuk,"ajak Jovita Seraya menarik tangan suaminya agar segera berdiri. karena gadis tomboy itu sudah merasa lelah dan juga lengket akibat dari keringat yang membanjiri tubuhnya.
__ADS_1
"ayo kita pulang!"Dion segera menarik tangan istri kecilnya itu dan menggenggamnya dengan erat. sementara tangan yang lain, digunakan untuk mendorong kereta dorong yang berisi baby Disya.
Mereka berjalan keluar dari ruangan latihan. dan di sepanjang perjalanan menuju ke arah parkir, tak sedikit orang yang melihat ke arah Jovita dengan tatapan kagum. karena gadis tomboy itu memang sangat sempurna jika tentang fisiknya.
Sementara Dion yang menyadari akan hal itu, segera melepaskan jaket yang ia kenakan. kemudian, laki-laki itu segera mengenakan pada Jovita.
"kenapa Mas?"tanya Jovita dengan raut wajah kebingungan karena melihat ekspresi wajah dari suaminya yang sangat masam.
Kemudian, mata gadis tomboy itu ikut melihat ke arah pandangan yang dituju oleh sang suami. dan seketika itu pula, senyumnya terbit dari bibir gadis itu.
"oh dia cemburu!"ucap Jovita dalam hati Seraya melangkahkan kakinya untuk mendekati para laki-laki yang sedang berlatih kungfu itu.
Tentu saja, hal itu membuat Dion yang melihatnya, seketika membulatkan mata. saat laki-laki itu melihat, istri kecilnya berjalan dengan perlahan mendekati area latihan para laki-laki itu.
Tentu saja mendengar teriakan dari Jovita, membuat para laki-laki itu menoleh ke arah sumber suara. kemudian mereka melambaikan tangan dan membalas teriakan Jovita.
"ih ada cewek cantik makasih Jovita, tumben loe latihan lagi?"tanya salah satu di antara mereka.
Jovita yang mendengar itu, menganggukkan kepala."iya gue latihan lagi supaya bisa ngalahin kalian!"ucapnya dengan senyuman tipis.
Sementara Dion yang mendengar dan melihat itu, segera mengeram kesal. dan dengan segera, menarik tangan Jovita untuk segera keluar dari tempat itu. sementara Jovita yang merasakan suaminya cemburu, hanya dapat mengulum senyum.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan pun, laki-laki itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. dengan pandangan mata yang memerah. menandakan bahwa laki-laki itu, saat ini benar-benar marah.
"Mas marah?"tanya Jovita Seraya menggoda sang suami
Namun, tidak ada sahutan dari laki-laki itu. Jovita yang menyadari akan hal itu, malah semakin memperkeruh keadaan dengan tangannya dengan cepat mengeluarkan benda pipih dari dalam sapunya.
"ya ampun ganteng banget sih kamu Reiner!"ucap gadis tomboy itu Seraya tersenyum ke arah ponsel miliknya.
Padahal, Jovita tidak melihat apapun di ponselnya karena ponselnya dari tadi tidak bisa dinyalakan karena pengisi baterainya telah habis.
Dion yang mendengar akan hal itu, segera melajukan kendaraannya secepat mungkin. Untung saja, baby Disya berada di dalam carsetnya. sehingga bayi mungil itu tidak akan pernah terluka.
"Mas pelan pelan ih, nanti Disya takut!"teriak gadis tomboy itu pada sang suami. namun hal itu tidak berarti apapun untuk Dion.
Karena laki-laki itu tengah dikuasai oleh amarah yang menutupi akal sehatnya. tak berapa lama, mobil yang ditumpangi oleh Dion dan yang lain, telah sampai di depan rumah mewah itu.
"tolong bawa Disya ke kamarnya!"ucap Dion pada sang pengasuh putrinya. saat laki-laki itu keluar dari dalam mobil.
Wanita itu hanya mengangguk mengerti dan langsung menggendong bayi mungil itu untuk masuk ke dalam kamar. sementara Dion, laki-laki itu menarik tangan istrinya untuk segera masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Mas jangan gini ih,"ucap Jovita yang mulai meronta. Namun, hal itu, sama sekali tidak di hiraukan oleh laki-laki itu. Dion tetap menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar, Dion langsung membanting tubuh kecil istrinya itu di atas kasur.
"kau harus aku hukum!"setelah mengatakan hal itu, Dion segera melancarkan aksinya. membuat sepasang suami istri itu, seketika terbang ke awang-awang mereguh kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri.