Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 22


__ADS_3

Dion yang melihat pemandangan itu, seketika mengepalkan tangannya kuat-kuat. karena laki-laki tampan itu, merasa dadanya begitu sesak. dan tanpa sadar, Dion mengusap air matanya yang hendak jatuh membasahi wajah tampannya itu.


"sakit ya Tuhan,"gumamnya Seraya menepuk badannya berulang kali. menahan rasa sakit yang luar biasa.


Jika tidak mengingat tentang pendirian dan komitmen yang telah ia sepakati dengan dirinya di hadapan Tuhan, mungkin saja Dion akan langsung membawa gadis tomboy itu pulang.


karena memang, Dion sama sekali tidak rela jika istrinya disentuh oleh orang lain. Sayangnya, laki-laki tampan itu tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal senekat itu.


Bukan saja kebenciannya akan mendarah daging. jika Dion melakukan hal itu. namun juga, kesepakatan yang telah ia lakukan akan sia-sia.


Akhirnya, karena merasa sudah tidak kuat, Dion memutuskan untuk keluar dari restoran itu menuju pusat perbelanjaan yang memang ada di sana.


"arrggghh! sialan!"makinya entah pada siapa. dan dengan segera, laki-laki tampan itu masuk ke dalam supermarket yang memang tidak jauh dari sana.


Dion berencana akan membeli sebotol minuman untuk menyegarkan pikiran dan juga hatinya yang saat ini tengah terbakar api cemburu.


"Mbak, saya mau pesan minuman dingin ada?"tanya Dion saat telah berada di tempat pembayaran.


"ada Mas, silakan. ini,"Mbak Mbak kasir itu, memberikan sebuah botol co*ca-co*la pada Dion. dan dengan segera, laki-laki tampan itu menerimanya. dan tanpa disadari, dirinya menjatuhkan sebuah serbuk.


"ini serbuk apa?"tanya Dion saat telah berhasil memungut benda kecil itu."oh, ini mungkin serbuk co*ca-co*la,"gumamnya pada diri sendiri.


Maklum saja, walaupun Dion adalah seorang pengusaha sukses, namun laki-laki tampan itu tidak pernah mengetahui benda-benda terlarang seperti itu. bisa dikatakan, jika Dion itu adalah laki-laki terpolos sedunia. dan tanpa pikir panjang lagi, laki-laki tampan itu segera mencampurkan serbuk itu ke dalam minumannya.


Setelahnya, melenggang pergi meninggalkan tempat minimarket itu. dan memutuskan untuk menuju mobilnya untuk menunggu istri kecilnya datang. Karena dirinya tidak ingin merasa sakit hati dengan pemandangan yang ada di dalam sana.


Tak lama berselang, ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya. membuat diam seketika membuka kaca mobil itu hingga setengah wajahnya terlihat.


"kalian awasi istriku, jangan sampai mereka berbuat macam-macam. jika ada hal yang mencurigakan, segera kacaukan saja. tapi ingat, jangan pernah bermain kasar. bermain dengan cantik saja,"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Dion segera menaikkan kaca mobilnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. dan dengan segera, laki-laki tampan itu memejamkan mata. karena saat ini, hatinya tengah dikuasai oleh rasa cemburu yang menyesakkan dada.


drrtttt,


Lamunan Dion terhenti, saat terdengar suara getaran yang berasal dari ponsel miliknya. dan dengan segera, laki-laki tampan itu merogoh saku celananya. di mana ponselnya berada.


"halo,"sapa Dion saat laki-laki itu, baru saja menekan tombol berwarna hijau.


"halo sayang, kalian di mana, kenapa tidak ada di rumah sakit apa kalian sudah pulang?" serentetan pertanyaan, seketika menggema dari seberang sana.


Membuat Dion, seketika menjauhkan ponselnya karena telinganya terasa sangat sakit akibat suara dari seseorang yang ada di seberang telepon.


"Mah, tenang dulu. Dion sama Jovita lagi makan di luar"ucap laki-laki itu berbohong. jangan sampai, kedua orang tuanya akan merasa ilfil dengan menantunya itu.


Jika mereka mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.


"makan di luar, memangnya Jovita sudah sembuh? kamu jangan aneh-aneh ya,"ucap Olivia dari seberang sana.


"Jovita tidak mau makan makanan rumah sakit mah, katanya nggak enak."ujar Dion dengan senyuman yang dipaksakan.


"oh ya sudah kalau begitu, ingat ya Dion, Jovita itu masih sekolah. jadi, kamu jangan sentuh dia dulu."ucap Olivia mencoba mengingatkan putra semata wayangnya itu.


Dion yang mendengar itu menganggukkan kepala. Dan setelahnya, panggilan video call akhirnya terputus.


"semoga saja, pengorbananku ini tidak akan sia-sia. maafkan Dion Mah,"ucap laki-laki tampan itu seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


******


Sementara itu, di dalam restoran itu, terlihat Jovita dan teman-temannya tengah menikmati suasana hangout selayaknya remaja pada umumnya.

__ADS_1


Jovita sesekali bercengkrama dan berbuat mesra bersama kekasihnya. di hadapan teman-temannya.


Gadis tomboy itu, terlihat sangat menikmati suasana yang mereka ciptakan untuk mengeratkan hubungan satu sama lain.


Namun sayangnya, Jovita seperti melupakan kodratnya sebagai seorang istri. karena gadis tomboy itu, sama sekali tidak memperdulikan keadaan sekitar. atau bahkan, keadaan hati laki-laki yang saat ini telah sah menjadi suaminya.


"loe baru keluar dari rumah sakit ya Jov?" tanya Sandrina sepertinya baru menyadari keadaan sahabatnya itu.


Tentu saja, pertanyaan dari Sandrina membuat Jovita terdiam sesaat. dan dengan ragu, menganggukkan kepalanya.


Sontak saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat terkejut. terutama Alvaro. laki-laki itu langsung menyentuh tubuh kekasihnya memeriksa setiap jengkal tubuh gadis itu. apakah ada yang luka atau tidak.


"nggak papa Alvaro, tadi itu sebelum ke sini, aku kayak oleng gitu, terus nabrak pembatas jalan."bohong Jovita.


Mana mungkin, gadis tomboy itu menceritakan semua kebenarannya pada mereka. Karena Jovita tidak ingin ditinggalkan oleh mereka semua. terutama Alvaro. karena gadis tomboy itu, memiliki perasaan yang sangat dalam terhadap laki-laki itu.


"kok bisa, kamu mabuk apa gimana?"tanya Alvaro sedikit terkejut. Karna laki-laki itu tahu, jika Jovita bukanlah gadis seperti itu.


Tentu saja, pertanyaan dari Alvaro, membuat Jovita seketika gelagapan.


"euumm, tadi aku berantem sedikit sama Mami sama papi, terus ngebut."ujarnya dengan nada yang dibuat setenang mungkin.


Agar kekasihnya dan juga sahabat-sahabatnya, tidak bertanya dan tidak mencurigainya.


"huft,"Jovita menghela nafas lega saat mereka semua akhirnya mempercayai ucapannya. dan akhirnya Jovita dan teman-temannya, kembali menikmati hangout yang mengasyikkan itu.


"sayang, baby, kamu mau pulang sama aku atau, sama teman-temanmu?"tiba-tiba saja, Alvaro bertanya Seraya menggenggam tangan gadis tomboy itu


Membuat Jovita seketika terdiam. sepertinya gadis tomboy itu tengah memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"ah bodo amat ah, ngapain juga gue mikirin dia. dasar om-om genit,"ucap Jovita Seraya menggelengkan kepalanya.


"gimana, mau pulang sama aku kan?"tanya Alvaro memastikan.dan hal itu mendapat anggukan kepala dari Jovita.


__ADS_2