
Setelah kepergian kedua orang tua Dion, suasana hati Jovita menjadi tidak menentu. gadis tomboy itu sering sekali melamun. apalagi, saat mendengar ucapan dari Olivia yang sangat menyakitkan.
"kamu pasti mempengaruhi anakku kan agar membantah ucapanku? dasar menantu sialan!"begitulah ucapan dari wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya, yang awalnya sangat menyayangi dan mendambakan Jovita menjadi menantunya. justru kini berbanding terbalik membenci gadis tomboy itu sampai ke ulu hati. hanya karena satu kesalahan. Jovita tahu kesalahan itu adalah kesalahan yang sangat fatal.
Mungkin memang benar apa kata mertuanya, bahwa Jovita tidak pantas bersanding kembali dengan Dion yang memiliki rasa yang sangat tulus terhadap pasangannya.
"jangan terlalu banyak melamun!"tegur Dion saat laki-laki itu baru saja kembali dari luar dengan bayi mungil yang ada di gendongannya.
Jovita yang melihat itu, segera menyunggingkan senyuman tipis. dan dengan segera, mengambil alih baby Disya dari gendongan sang suami.
"sini Mas, biar aku saja yang menidurkan Disya, Mas Dion bersih-bersih sana. tidak baik jika baru saja dari luar, langsung istirahat. "ucap gadis tomboy itu memperingatkan sang suami.
Dion yang mendengar itu, seketika menyunggingkan senyuman tipis. dirinya tidak menyangka bahwa gadis tomboy yang sangat judes itu, ternyata memiliki sifat yang sangat perfeksionis. bahkan, gadis tomboy itu tak segan-segan memarahi Dion saat mendapati pelanggaran yang dilakukan oleh laki-laki itu.
__ADS_1
"iya iya sayang, bawel banget sih istri aku ini,"ucapnya Seraya mencubit kedua pipi gadis tomboy itu dengan gemes.
"ish Mas!"tegur Jovita karena laki-laki itu masih dalam keadaan kotor. Dion dengan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Jovita, segera membaringkan baby Disya untuk mengganti pakaian bayi mungil itu.
"nah sekarang sudah bersih, sekarang waktunya kita tidur."mamah muda itu berkata dengan meletakkan bayi mungil itu di tengah.
Kini, Jovita membiarkan Putri kecilnya tidur bersama mereka tidak meletakkan lagi ke dalam box bayi. karena selain agar gampang untuk memberikan ASI kepada bayi kecil itu, juga Jovita merasa tidak tega membiarkan bayi kecil itu tidur seorang diri.
Saat gadis tomboy itu, baru akan memejamkan mata. Ranjang Terasa bergoyang. dan tak lama berselang, sebuah tangan kekar melingkar di perut gadis tomboy itu.
"Mas, kamu ini kenapa?"tanya Jovita yang merasa heran dengan tingkah laki-laki itu yang begitu berbeda dari biasanya.
Bukannya menjawab, Dion malah meletakkan wajahnya di leher istri kecil itu. menghirup aroma begitu menenangkan dari tubuh gadis itu. hal itu membuat Jovita malah semakin heran.
__ADS_1
"kamu ini kenapa sih sebenarnya?"tanya Jovita Seraya mencoba untuk meregangkan pelukan mereka.
Jovita begitu terkejut saat melihat laki-laki yang sedikit demi sedikit masuk ke dalam hatinya itu, tengah menitihkan air matanya.
"hei kau ini kenapa?"tanya Jovita buat laki-laki itu.
"apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku."ucapnya dengan raut wajah memelas.
Jovita yang mendengar itu seketika terdiam. karena memang, gadis tomboy itu ada niatan untuk meninggalkan sang suami karena sudah merasa tidak tahan dengan sikap mertuanya itu. tapi bagaimana bisa, bahkan dirinya baru saja mempunyai niatan. mana mungkin laki-laki itu bisa menebaknya seperti ini.
Jovita memilih untuk diam dan memejamkan mata. karena sungguh saat ini, gadis tomboy itu tidak memiliki jawaban dari pertanyaan laki-laki itu.
Dion yang tidak mendengar sahutan dari sang istri, seketika mendongak. dan mendapati gadis tomboy itu telah terlelap dengan dengkuran halus yang keluar dari dalam mulutnya. membuat Dion yang melihat itu, tersenyum kecil.
"tidurlah yang nyenyak sayangku, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku."ucap laki-laki itu Seraya mulai memejamkan mata.
__ADS_1
Dion merasa sama sekali tidak takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh sang ibu. bahkan Dion akan pergi menjauh jika ibunya tetap memaksa untuk meninggalkan Jovita.
Namun, laki-laki itu sangat takut jika rasa ingin meninggalkan itu justru datang dan menghinggapi sang istri. karena dirinya tidak akan bisa berbuat apa-apa jika hal itu sampai terjadi. dan itu, membuat Dion merasa sangat ketakutan. dan pasti saat ini, istri kecilnya itu akan berpikiran seperti itu. karena Jovita adalah remaja yang masih labil.