Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 37


__ADS_3

Kejadian itu, berlangsung begitu cepat. hingga membuat laki-laki tampan itu, tak menyadari semuanya. laki-laki itu segera membulatkan matanya saat menyadari sesuatu.


"Jovita!"teriak Dion Seraya berlari menghampiri gadis tomboy itu Dan meletakkan kepala Jovita di atas pangkuannya.


"hei bangun! Jovita,"Dion terus saja menepuk-nepuk wajah gadis tomboy itu. namun, tidak ada sahutan dari si pemilik tubuh.


Tak lama berselang, beberapa orang datang menghampirinya dengan wajah yang sangat terkejut.


"Tuan Dion apa yang telah terjadi? tanya seorang laki-laki paruh baya yang menghampiri mereka dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut.


"panggilkan ambulans segera!"teriak Dion tanpa mengindahkan pertanyaan laki-laki itu.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil ambulans segera datang. dan dengan segera, Dion mengangkat tubuh istrinya itu untuk masuk ke dalam mobil ambulans.


Dion menitipkan mobilnya kepada seseorang yang memang berada di tempat itu. alasan laki-laki itu menggunakan ambulans bukan mobil pribadinya, tak lain dan tak bukan adalah untuk mempercepat perjalanan mereka ke rumah sakit.


Karena laki-laki tampan itu tahu peraturan yang diberikan oleh negara tempat tinggalnya. yang tak lain dan tak bukan, mobil pribadi atau kendaraan pribadi, tidak boleh melajukan dengan kecepatan tinggi. jika mengantarkan orang sakit, fasilitas negara yaitu adalah ambulance.


"sayang, bertahanlah!!"ujar laki-laki tampan itu Seraya menggenggam jemari mungil istrinya.

__ADS_1


Dion merasa kesulitan sendiri saat ini. akibat sifat keras kepala yang mendarah daging dalam tubuhnya. yang tidak menginginkan seorang asisten untuk membantunya dan sekarang, laki-laki tampan itu merasa sangat menyesal dengan apa yang ia putuskan.


"Pak, bisa dipercepat atau tidak?!"tanya Dion tak terasa sedikit membentak pada sopir ambulans itu.


Sementara sang sopir ambulans yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis. karena laki-laki itu tahu, penumpangnya saat ini tengah diliputi rasa cemas yang berlebih.


"sabar tuan, sebentar lagi kita akan sampai."ujar sang sopir ambulans dengan masih menatap lurus ke depan.


"percepat sekarang!"ucap Dion dengan nada yang sangat tegas.


"baik!"


Mobil ambulans melesat membelah keramaian jalan raya itu. dan tak berselang lama, mobil ambulans yang ditumpangi oleh Dion, telah sampai di sebuah rumah sakit ternama di kota itu.


"sayang, bangunlah bertahanlah!"ucap laki-laki itu Seraya menggenggam tangan sang istri yang terasa semakin dingin.


Tak berselang lama, akhirnya Dion sampai juga di ruang gawat darurat. dan dengan segera, mereka memasukkan tubuh Jovita untuk segera ditangani.


"sebaiknya anda tunggu di luar saja,"ujar salah satu perawat dengan menahan tubuh Dion yang ingin masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"tapi di dalam istri saya,..."laki-laki tampan itu tidak melanjutkan kata-katanya saat mendapatkan tatapan tegas dari tenaga medis itu.


"baiklah selamatkan istriku dengan baik,"ujar laki-laki itu Seraya duduk di kursi tunggu yang terletak tidak jauh dari ruangan di mana saat ini Jovita berada.


"aku harus menghubungi mereka,"ujar Dion Seraya merogoh benda pipih yang ada di saku celananya.


"halo Mah, bisakah Mama sama Mami ke sini?"tanya Dion dengan penuh kehati-hatian. karena laki-laki tampan itu tahu, pasti jika saat ini dirinya memberitahukan semuanya, sudah dapat dipastikan bahwa mereka semua pasti akan sok dan merasa sangat terpukul.


"memangnya ada apa?"tanya Olivia dari seberang sana yang terdengar sangat heran.


"sebaiknya, semuanya segera datang ke rumah sakit X,"setelah mengatakan hal itu, Dion dengan segera menutup panggilan telepon itu.


Karena laki-laki tampan itu tidak kuasa untuk mendengar reaksi dari mereka-mereka yang sangat menyayangi Jovita.


"semoga semua akan baik-baik saja setelah mendengar ini,"gumam laki-laki tampan itu Seraya kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. dengan mata yang kembali menatap fokus ke arah ruangan di mana istrinya saat ini berjuang antara hidup dan mati.


"Dion, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Vania saat mereka semua telah berada di tempat saat ini Dion berada.


Dion yang mendengar pertanyaan dari mertuanya itu, tak langsung menjawab. karena laki-laki tampan itu merasa sangat bimbang. apakah memberitahukan mereka, adalah keputusan yang tepat atau tidak.

__ADS_1


"Dion, jawab Mami!"ujar wanita paruh baya itu Seraya mengguncang tubuh dari menantunya itu.


"mah sabar,"ujar Aksa mencoba menenangkan istrinya itu. yang terlihat mulai kacau.


__ADS_2