Terjerat Pesona Gadis Tomboy

Terjerat Pesona Gadis Tomboy
Bab 55


__ADS_3

Tepat pukul tiga sore, Jovita dan teman-temannya baru saja keluar dari dalam kelasnya. terlihat sekali, wajah mereka sangatlah lesu karena menghadapi pelajaran yang sangat memusingkan bagi mereka.


"gila pelajarannya susah banget!"ucap Sandrina Seraya mengusap keningnya karena merasa berdenyut akibat pelajaran yang sangat sulit itu.


"iya loh hampir saja gue botak!"timpal Ochi Seraya ikut mengusap kepalanya.


"udahlah kalian ngeluh melulu, contoh tuh Jovita. dia santai-santai aja tuh,"ucap Reiner dengan entengnya.


Tentu saja, ucapan dari laki-laki itu langsung mendapatkan tatapan tajam dari para gadis itu.


"jaga tuh mulut!"ucap Sandrina Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki kurus itu.


"tentu saja beda, dia itu juara kelas. sementara gue dan juga Ochi, otak kita tuh pas-pasan!"ucap Sandrina mengomel.


Reiner yang mendengar itu, hanya terkekeh pelan. kemudian, menghampiri Jovita yang masih terdiam tidak terusik dengan kegaduhan yang diciptakan oleh teman-temannya itu.


Seakan-akan, pikirannya tidak berada di tempat. gadis tomboy itu, memikirkan ucapan dari Alvaro. karena Jovita tahu betul, jika laki-laki itu akan melakukan sesuatu hal yang menurutnya gila untuk mendapatkan keinginannya. apalagi, dengan kondisi kedua orang tuanya yang sama-sama dari kalangan pengusaha. tentu saja hal itu akan membuat Alvaro dengan mudah mendapatkannya.


Jovita menggelengkan kepalanya beberapa kali. untuk mengusir pikiran-pikiran negatif itu dari kepalanya.


"nggak gue nggak boleh lemah. gue harus berlatih lebih giat lagi agar bisa melindungi keluarga kecil gue!"ucap Jovita penuh dengan semangat.

__ADS_1


"eh gue pergi dulu ya, mau latihan karate!" gadis tomboy itu berjalan dengan cepat tanpa menunggu respon dari teman-temannya.


Karena Jovita tahu, mereka semua tidak akan pernah mau ikut berlatih. dengan alasan lelah ataupun sakit yang akan dirasa setelah latihan.


Jovita segera memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya. dirinya berniat akan meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami. karena bagaimanapun juga, saat ini Jovita sudah memiliki seseorang untuk dimintai izin ataupun pendapat.


Walaupun, saat gadisnya dulu, Jovita tidak pernah meminta pendapat kepada Mami dan papinya. karena mereka berdua selalu mendukung apa yang lakukan oleh Putri mereka. namun sekarang, Jovita ingin merubah image itu. image yang terkesan buruk dan uraikan itu, akan diubah oleh Jovita menjadi lebih baik. salah satunya dengan meminta izin sebelum melakukan sesuatu hal.


" Mas, aku mau bicara!"ucap Jovita saat melihat Dion telah berada di ruang tamu.


Jovita sempat mengerutkan keningnya. saat melihat laki-laki itu termenung seorang diri di ruang tamu. Mendengar ucapan dari istrinya, tentu saja Dion langsung merubah ekspresi wajah yang awalnya murung, menjadi sumringah. walaupun Jovita tahu, suaminya itu berusaha kuat untuk menampilkan ekspresi yang terbaik.


"ada apa sayang?"tanya Dion Soraya tersenyum kecil.


Gadis itu melihat dengan jelas bagaimana raut wajah dari sang suami. dari awalnya tersenyum, mendadak menjadi terkejut.


"tidak apa-apa sayang, Mas hanya lelah,"ucapnya tersenyum simpul. kemudian menarik tangan Gadis itu untuk mengajaknya ke kamar.


Karena baby Disya, telah berada di dalam kamar mereka sejak dari tadi. sesampainya di dalam kamar, mereka segera membersihkan diri secara bergantian. dan setelah selesai, Jovita dan juga Dion sama-sama berbaring di atas ranjang Seraya memeluk Putri mereka yang masih tertidur lelap itu.


"Mas aku mau ngomong,"ucap Jovita dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"mau ngomong apa?"tanya laki-laki itu Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"aku ingin berlatih karate lagi. apa boleh?"tanya Jovita sedikit takut. takut jika sang suami tidak memperbolehkan dirinya untuk berlatih.


Karena sekarang posisi dirinya adalah seorang istri dan seorang ibu. Namun jawaban laki-laki itu, sungguh di luar dugaan.


"boleh," ucapnya Seraya tersenyum kecil dengan tangan yang masih mengusap kepala gadis itu.


"serius?"tanya Jovita masih tidak percaya. karena gadis tomboy itu berpikir, jika suaminya akan menolak permintaan. Namun ternyata tidak.


"terima kasih Mas,"ucap Jovita Seraya tersenyum manis.


"makasih aja nih hadiah nggak ada?"tanya Dion menggoda istri kecilnya itu.


Jovita yang tahu apa maksud dari suaminya itu, segera melayangkan tatapan tajam disertai dengan cubitan panas di lengan laki-laki itu.


"dasar mesum! anak masih beberapa hari juga,"ucapnya tak berhenti mencubiti laki-laki itu.


"awww sakit sayang, iya iya aku cuma bercanda kok."ucapnya memasang wajah cemberut.


Jovita seketika tertawa lepas saat melihat ekspresi wajah dari sang suami. bahkan gadis tomboy itu tidak menyadari jika putrinya terbangun akibat suara tawa itu.

__ADS_1


"sssst sayang Mama tidak sengaja,"ucap Jovita Seraya memberikan asi kembali pada baby Disya. hingga membuat bayi mungil itu, kembali terlelap.


Mereka akhirnya tertidur di sore hari itu dengan posisi saling berpelukan


__ADS_2