
"sayang ini aku bawakan,--"
Prang,...
Belum sempat Dion melanjutkan perkataannya, tangan gadis tomboy itu telah terlebih dahulu bergerak melempar nampan yang berisi minuman yang baru saja dibawakan oleh laki-laki tampan itu.
"pergi loe! jangan pernah ganggu gue, pergi!" bentak Jovita pada suaminya. sementara Dion yang mendengar itu, mulai tersulut dan terpancing emosi.
dengan secepat kilat laki-laki tampan itu mendorong tubuh Jovita. hingga membuat gadis tomboy itu, seketika terdiam.
"jangan pernah membuat aku berbuat sesuatu padamu,"ujar Dion Seraya menatap tajam ke arah gadis tomboy itu.
Namun dengan cepat Jovita membalas tatapan laki-laki itu. "jika hal itu sampai terjadi, jangan pernah salahkan aku jika aku akan langsung menggugat cerai dengan kamu tua bangka!"ucapnya dengan sorot tatapannya sangat tajam.
Seketika itu pula, Dion seperti baru tersadar dari apa yang sedang ia lakukan. dengan segera, laki-laki tampan itu bangkit dari posisi tidurnya.
"maafkan aku sayang, tolong maafkan aku!"ucap Dion Seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Sepertinya laki-laki tampan itu merasa sangat bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan terhadap gadis cantik itu. tanpa menjawab ucapan dari suaminya, Jovita segera bangkit dari tempat tidur. dan dengan segera, menyambar cardrigan yang ada di sebelahnya. dan tanpa basa-basi, Jovita segera melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar itu.
Hal itu, tentu saja membuat Dion yang melihatnya merasa sangat terkejut. dan dengan segera, langsung mengejar istri kecilnya.
"sayang, kamu mau ke mana?"tanya Dion Seraya berusaha meraih tangan gadis tomboy itu.
nNamun secepat kilat, gadis tomboy itu langsung menepis tangan laki-laki yang ada di hadapannya. Seraya melayangkan tatapannya sangat tajam.
"singkirin tangan kotor loe itu dari tubuh gue,"
Setelah mengatakan hal itu, Jovita segera melangkahkan kaki untuk keluar dari dalam rumah yang menurutnya adalah rumah terkutuk itu. karena di depan sana, sebuah taksi online telah menunggu dengan manis.
__ADS_1
Karena, Jovita telah memesan saat dirinya berada di dalam kamar sewaktu Dion tidak berada di sana.
Akhirnya Jovita menaiki taksi online itu. dan setelahnya, kendaraan roda empat itu melesat jauh entah ke mana tujuannya. sementara itu, Dion langsung mengejar taxi itu saat tersadar dari lamunannya.
"jangan sampai dia berbuat nekat!" gumamnya Seraya menaiki motor kesayangannya itu. dengan segera ikut melesat jauh mengikuti ke mana arah istri kecilnya itu pergi.
*****
Di sepanjang jalan gadis tomboy itu sesekali mengusap air matanya yang jatuh membasahi wajah cantiknya.
"sialan! kenapa gue bisa kecolongan seperti ini?!"tanya gadis tomboy itu Seraya memukul udara yang ada di depannya itu. tentu saja hal itu membuat si sopir taksi yang melihat itu merasa sangat heran.
Namun demikian, laki-laki paruh baya itu tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain. apalagi, orang itu adalah penumpangnya yang akan berdampak pada rating kerjanya jika ikut campur.
Tak berapa lama akhirnya Jovita telah sampai di depan sebuah apartemen mewah. gadis tomboy itu segera berjalan menuju sebuah unit yang ada di lantai 2.
Tanpa disadari olehnya, ternyata sang suami mengikuti langkahnya dengan perasaan yang berkecamuk.
Sementara di depan sana, terlihat Jovita tengah mengetuk pintu salah satu unit apartemen. dan tak lama berselang, seseorang membukakan pintu.
"baby, kok kamu ke sini? memangnya kamu nggak sekolah,"tanya orang itu yang tak lain adalah Alvaro.
Tanpa menjawab pertanyaan laki-laki itu, Jovita segera memeluk tubuh kekar kekasihnya. kemudian menangis tersedu-sedu. tentu saja, hal itu membuat Alvaro yang melihatnya, merasa terkejut namun laki-laki itu juga tidak berani untuk bertanya terlebih dahulu.
"hei Jovita, kamu kenapa?"tanya Alvaro Seraya menangkup kedua pipi gadis itu saat mereka telah melerai pelukan masing-masing.
Bukannya menjawab, Jovita malah menangis dengan kencangnya hingga membuat laki-laki itu gelagapan dibuatnya. karena mereka saat ini tengah berada di apartemen yang tentunya banyak orang yang tinggal di bangunan itu.
Karena tidak ingin mengganggu kenyamanan orang-orang yang ada di sekitarnya, dengan segera Alvaro menarik kekasihnya untuk masuk ke dalam apartemennya.
__ADS_1
"hei coba jelaskan kamu memangnya kamu kenapa?"tanya laki-laki itu saat mereka telah duduk di kursi ruang tamu.
Jovita yang mendengar itu, masih menggelengkan kepala. karena sepertinya, gadis tomboy itu merasa enggan dan takut untuk bercerita semuanya pada kekasihnya itu. karena memang Jovita merasa Alvaro adalah segalanya.
"ya sudah kan kamu nggak mau bercerita sekarang. tapi nanti kalau udah merasa lega, kamu boleh bercerita sepuas kamu."ujar Alvaro Seraya bangkit dari duduknya.
"sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukan hal itu,"ujar Jovita dalam hati saat melihat kekasihnya itu telah melangkahkan kaki menjauh darinya.
"arrrgghhhh ! Sialan! "
Tanpa sadar, gadis tomboy itu berteriak dan memaki. tentu saja perbuatannya itu, membuat Alvaro yang mendengarnya terlunjak kaget. dan dengan segera laki-laki berkulit sawo matang itu, segera berlari menghampiri kekasihnya.
"sayang kenapa teriak?"tanya Alvaro dengan raut wajah yang sangat panik. Membuat Jovita seketika langsung tersadar. dan dengan segera menggelengkan kepalanya.
"maaf sayang aku hanya,--Jovita tidak melanjutkan ucapannya karena memang dirinya tidak memiliki alasan yang kuat untuk menjawab pertanyaan kekasihnya itu.
"udah udah kalau gitu aku buatin minuman dulu ya,"Alvaro kembali bangkit dari tempat duduknya. dan menuju ke arah dapur.
"entah apa yang akan kamu lakukan nanti jika kamu mengetahui kebenaran ini,"Jovita berkata dengan menundukkan kepalanya.
*****
Sementara itu di luar bangunan apartemen, terlihat Dion tengah menatap unit yang dimasuki oleh istrinya dengan tatapan gelisah.
"mereka tidak akan melakukan hal itu kan?"tanya laki-laki tampan itu bertanya pada dirinya sendiri.
Dion merasa sangat cemas dan khawatir dan juga bercampur cemburu saat melihat orang yang ia cintai masuk ke dalam apartemen laki-laki lain. dan dia pun tidak dapat melakukan apapun untuk mencegahnya.
"sial apa yang harus aku lakukan?!"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, ada seseorang yang baru saja akan masuk ke dalam unit apartemen yang ada di samping apartemen yang ditempati oleh Jovita. dengan segera, Dion meminta izin pada orang itu untuk meminjam unit apartemennya sebentar.
Awalnya, pemilik apartemen itu merasa keberatan. Namun, setelah Dion memberikan uang, orang itu langsung menyetujuinya. begitulah manusia akan sangat mudah tergoda dengan benda kertas bernomor yang tak lain adalah uang