TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Dave mampir


__ADS_3

Dari belakang bar cafe Jonathan memperhatikan ujung ruangan tempat Mentari duduk bersama Abi. Dia melempar pandang pada Noni yang kebetulan ada disana dan duduk tak jauh dari depan bar. Noni menengok ke arah yg ditujukan oleh Jo. Noni paham apa yg ingin ditunjukkan oleh Jo. Rupanya dia penasaran dengan siapa Mentari duduk. Segera Noni mendekat kearah meja bar cafe.


"Lo ga kenal dia? Dia kan tinggal di komplek rumah Lo gila." Terang Noni.


"Oh, berarti Mentari juga tinggal di komplek rumah Lo."


"Dia itu Abi, idol baru kampus. Orangnya humble banget, makanya banyak cewe melted gegara dia." Terang Noni.


"Dia cowonya Mentari?" Tanya Jo penasaran.


"Setau gue mah bukan ya, tapi mereka akrab ko, mereka satu almamater kalo ga salah." Jelas Noni.


Sesaat Jo melempar pandang ke arah mereka duduk. Dia sedikit memutar otak memikirkan cara mendekati Mentari. Sebelumnya Jo tak pernah se-frustasi ini jika mendekati wanita. Tapi entah mengapa kali ini dia merasa tidak tau harus berbuat apa.


Setelah beberapa saat, button caller di meja mereka berbunyi, menandakan pesanan mereka siap untuk diambil. Mentari beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja bar untuk mengambil pesanan. Hal ini tentu saja membuat Jo terkesiap dan berdebar.


Sesampainya di meja bar, Mentari menyadari sosok yang dia kenal.


"Hei Tari, lagi nge-date nih?" Ucap Noni basa basi.


"Eh, kak Noni." Jawab Mentari kilat.


"Lagi nge-date sama si Abi? ha....h gue broken heart deh..." ucap Noni sambil mendramatisir.


"Apaan si. Enggak ko, tadi si Abi ngajakin ngafe aja ko. Kaka sendiri ngapain? Gabung yuk!"


"Gue lagi numpang makan ama nih Mr.Senator." Jawab Noni sambung mengangkat dagunya ke arah Jo.


Mentari menoleh ke arah dagu Noni diangkat, dilihatnya sesosok pria berbadan tegap dengan polo shirt hitam dan celemek di depannya. Sambil tersenyum, Mentari menyapa pria tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Jo saat itu.


Mentari berpamitan dan berlalu dengan membawa pesanan ke meja yg dia duduki tadi. Dari balik meja bar Jo terus mengamati mereka berdua. Mereka tampak gembira mengobrol dan tertawa berdua, sambil sesekali tampak Abi mencuil dan memakan kue yang ada di hadapan Mentari.


"Mereka se akrab apa?" Gumam Jo lirih.


"Mana Gue tau!" Ucap Noni sambil menggerakkan bahunya.


"Lo kesana gih, amati Mentari buat Gue!" Pinta Jo.


"Heh? Gue? Berani bayar berapa Lo minta gue buat mata - matain Mentari."

__ADS_1


"Apa aja yang Lo mau gue kasih." Jawab Jo enteng.


"Seriusan Lo?"


Jo mengangguk tanda setuju.


"Alright, gue pegang omongan lo." ucap Noni sambil beranjak menuju meja Mentari.


Mentari POV


Oh my... demi apa... cowo sexy pake celemek... so cute... tapi tenang - tenang, jangan sampe salah tingkah. Buruan ambil pesenan lalu cepetan balik ke meja. Tapi...yaelah, dia ga ajak gue ngobrol... masa gue yang speak up duluan. Yaudahlah semoga berlabuh dikemudian hari. Ih... cute banget sumpah.


Mentari POV End


Jonathan POV


Haish...nih cewe lebih manis dari madu, tanpa pemanis buatan lagi. Tolong jantung jangan lompat keluar, gue masih belum mencicipi madu di depan gue ini. Tolong bertingkah sewajarnya, jangan berlebihan, jangan sampe dia denger kamu lompat - lompat kegirangan. Kupu - kupu di perut tolong berhenti menari juga, gue kuatir ikut kebawa terbang. "Hi..."


Jonathan POV End


Mereka asik ngobrol ketika tiba tiba Noni bergabung di meja mereka. Ketika mereka bertiga asik ngobrol muncul satu sosok pria ber jas menghampiri meja mereka.


"Ga Kuliah Lo dek, malah ngumpul disini bareng cewe - cewe." Tegur sosok itu dari belakang sambil menepuk punggung Jo.


"Gue gabung boleh cantik?" tanyanya ke arah cewe cewe di meja itu sambil menarik kursi diantara Aby dan Mentari.


"Silahkan aja abang ganteng." Jawab Noni semangat.


"Asik ngobrolin apa nih? Tari, gimana kabar kamu dan keluarga?" Ucap Dave mencoba membuka pembicaraan.


"Baik ka, tapi...Kaka gimana kabarnya, kayaknya baru landing nih.." jawab Mentari.


"Iya nih, capek banget baru aja landing ngurusin urusan papi di Bali." Keluh Dave.


"Kacang - kacang - kacang... cabut yu by, kita cuma dikacangin." Ucap Noni ketus.


"Oh... sorry sorry... ternyata ada temen baru kalian. Kenalin, gue Dave, calon suaminya Mentari, Abangnya Abimayu" Seloroh Dave sambil menyodorkan tangannya dan sesekali berkedip ke arah Mentari.


"Noni, Kaka tingkat Aby dan Mentari." Sambut Noni menyalami tangan Dave.

__ADS_1


"Lo, Lo bener calon suaminya Mentari bang?" tanya Noni Penasaran.


Dave meraih tangan Mentari diatas meja dan Memandang sambil mengusap lembut punggung tangan Mentari. Sambil berucap "Bener dong."


Mentari terkesiap sementara mata Aby melotot.


"Jangan ngaco lu bang, gausah becanda deh." Abi menimpali perkataan abangnya dengan tertawa kecut.


Menghindari kecanggungan, Mentari beranjak dari mejanya dan menawari Dave menu cafe itu.


"Kak, mw pesen apa, biar Tari yg pesenin."


"Americano aja sayang." Jawab Dave sambil mengeringkan matanya.


ish .. genit banget si Dave ini.


"See... calon istri Abang emang pengertian, ga kaya adik abang yang kaya pokemon." Goda Dave.


"Sembarangan lo bang, emang Tari mau ama abang udah kaya om om gitu." ketus Abi.


Tawa Noni Pecah mendengar Kaka beradik adu mulut. Sementara meja itu meributkan Mentari, si punya nama asik di meja bar menunggu pesanan Americano nya siap. Dia belum mau singgah lagi di mejanya selagi masih merasa canggung. Sambil menunggu di meja bar, dia bersenandung lirih mengikuti lagu yg dimainkan dan jarinya terus memainkan rambutnya yang lurus hingga kini rambutnya sudah sedikit ikal karena terus digulung jarinya.


"Americano pesanan anda siap nona." Ucap Jo sambil menyodorkan secangkir Americano ke hadapan Mentari.


Lagi - lagi Mentari terkesiap gugup. Dia baru saja kembali dari hanyutan melodi yang mengalun. "Terima kasih" Ucapnya singkat. Saat Mentari hendak mengangkat cangkir dan kembali ke tempat dia duduk, Jo meraih cangkir yang dibawa Melati.


"Biar saya yang bawakan untuk nona". Ucap Jo sambil tersenyum dan mengedipkan kedua matanya.


"Terima kasih" ucap Mentari sambil tersenyum.


Mentari kembali ke meja semula dia duduk diikuti Jo dibelakangnya sambil membawa secangkir kopi pesanan Mentari. Segera Mentari mengambil posisi duduknya namun tangannya tercekat oleh tangan Dave. Dave menggeser kursi Mentari agar lebih dekat dengannya. CiH... kekanakan sekali. Pikir Abi.


Sontak aksi Dave tadi membuat Jo membelalakkan matanya.


Melalui komunikasi mata Noni membaca keadaan dan mempersilahkan Jo bergabung dengan mereka. dengan menambahkan kursi disampingnya.


"Kenalin nih, Mr Senator, ini abangnya Abi sekaligus calon suaminya Mentari." Ucap Noni dengan beberapa penekanan pada kalimatnya. Dave dan Jo pun berkenalan, dengan wajah kecut terpampang diwajah Jo.


"Paan sih kak Noni, jangan dianggap serius kak Dave ini, emang kak Noni rela kehilangan stok cowo gantang dan mapan di Jakarta ini..." Seloroh Mentari menimpali Noni.

__ADS_1


"Iya juga sih," Noni menimpali.


"Sama gue aja si bang," Ucap Noni menggoda Dave yang berujung dengan gelegar tawa yang menguar dari keempatnya...


__ADS_2