
Pukul 8 pagi, saat Mentari hendak masuk ke kelasnya, ia diberondong penelpon ada 7 penelpon dari masing - masing Cafe yang mencoba menghubungi Mentari. Mentari memutuskan untuk melakukan call conference selagi dosen belum datang.
"Ada apa dengan kalian tiba - tiba menelpon berbarengan." Ucap Mentari ketika sambungan telepon sudah mulai
"Bagaimana kabar kakak... maksud saya tuan Jo?" Tanya Sandi.
"Saya belum tahu, Jo bahkan belum memberi kabar sejak penerbangannya semalam." Jawab Mentari enteng.
"Apa nona belum melihat berita di tv?" Ucap Jerry.
"Memang ada apa di berita tv?" Tanya Mentari mulai curiga.
"Lo belum nonton berita di tv hari ini?" Seru Mike dari pintu kelas Mentari.
Mentari beranjak dari kursinya dan segera mendekati Mike.
"Berita apa?" Mentari mengguncang tubuh Mike.
"Kecelakaan Pesawat S******** Airlines tadi malam." Ucap Mike lemas.
"What!!!" Seru Mentari.
"Apa maksud Lo? Ceritain ke Gue?" Desak Mentari pada Mike.
"Pesawat S******** Airlines gagal mendarat semalam sebagian penumpang hilang dan belum ditemukan karena badan pesawat terbelah jadi dua saat pendaratan darurat di laut." Papar Mike.
Seketika tubuh Mentari langsung luruh. Ia terjatuh lemas mendengar pemaparan dari Mike.
"Kak Jo... kak Jo... kak Jo..." Ucapnya lirih. Kesadarannya mulai berkurang, hingga akhirnya dia tak sadarkan diri tepat di depan pintu kelas.
Mike segera mengangkat tubuh Mentari sementara Haifa dan Cassandra mengemasi barang - barang Mentari. Mike membawa Mentari pulang ke rumahnya.
-Haifa❤️-
"Kak... Mentari pingsan karena mendengar kecelakaan pesawat S******** Airlines. Sekarang kita bawa kerumah Mentari."
Abi menerima pesan aplikasi dari Haifa. Ia segera meninggalkan kelasnya dan menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Terlambat. Mentari sudah dibawa Mike dengan mobil milik Cassandra. Abi segera mengemudikan mobilnya dan menyusul mobil Cassandra menuju rumah Mentari.
Rumah Mentari sepi. Bundanya sudah berangkat menemani ayah. Ternyata alasan ayah menanyakan perihal penerbangan Jo adalah kecelakaan pesawat tadi malam. Pesawat yang ditumpangi Jo. Dan saat ini bunda sedang menemani ayah memastikan keselamatan Jo. Mereka ada di negara berlambang Merlion saat ini.
Mentari mulai tersadar.
"Kak Jo... Aku mau ketemu kak Jo... Kak Jo..." Mentari menangis histeris, ia berlari menuju pintu namun segera Abi dan Mike pegangi, tubuhnya meronta ingin pergi menemukan Kak Jo nya.
__ADS_1
"Bawa aku ke kak Jo... Aku pengen ketemu kak Jo... Bunda... Kak Jo... Bunda..." Tangis Mentari makin menjadi.
Mentari mencari tas nya, ia berkeliling ruangan mencari tas miliknya, fokusnya hilang, ia mengobrak abrik kamarnya hanya untuk mencari tasnya yang sebenarnya ada di tempat tidurnya.
"Kamu nyari Apa?" Tanya Haifa dengan pelan sambil membelai Surai Mentari.
"Tas aku mana? ponsel aku mana? bunda... kak Jo..." Erang Mentari semakin menjadi karena barang yang dicarinya belum juga ketemu.
"Nih..." Ucap Haifa dengan sangat pelan.
"Tenang ya... tarik nafas pelan, aku yakin kak Jo gak kenapa Napa." Ucap Haifa menenangkan.
Mentari menumpahkan isi tasnya kasar. Ia mencari benda pipih kotak miliknya. Diambilnya benda itu dan men-dial nomor bundanya. Tak lama panggilan terhubung.
"Bunda... kak Jo dimana? Bunda... ayah... Mentari ikut... Bunda Kak Jo... Kak Surya..." Mentari kembali tumbang. Kesadarannya kembali hilang. Haifa, Abi dan lainnya merasakan duka yang dialami Mentari, mereka juga sangat sedih melihat keadaan Mentari saat ini.
"Mentari... sayang... cantik... " Bunda terus memanggil Mentari nya yang tengah tumbang. Sementara Mentari dipindahkan oleh Mike, Abi mengambil alih ponsel Mentari.
"Maaf bunda, Mentari pingsan. Gimana keadaan Bunda dan Ayah disana? Ada kabar tentang Jo? Jo selamat kan Bunda?" Ucap Abi tak kalah cemas. Dia memberondong pertanyaan pada bunda Mentari.
"Mentari pingsan? Bunda titip Mentari sementara, bunda dan Ayah juga masih berusaha mengidentifikasi Jo. Bunda harap ada kabar baik yang bisa buat berikan buat Mentari. Nitip Mentari ya anak - anak... temani Mentari kalo bisa menginaplah kalian dirumah kami." Pinta Bunda.
Bukan apa - apa, bukan bunda tak peduli dengan Mentari dan mengutamakan Jo. Tapi justru Bunda ingin memastikan bahwa orang yang membuat Mentarinya bahagia selamat. Bunda tahu dengan jelas Mentari begitu mencintai kak Jo nya. Bahkan sejak kecil, saat Jo menghilang tiba - tiba sembilan tahun lalu Mentari drop, kini kebahagiannya telah kembali namun tiba - tiba kembali menghilang, tak terbayang betapa hancurnya hati Mentari kali ini apabila terjadi hal - hal yang mengerikan pada Jo.
"Maaf ya... semoga Jo bisa segera ditemukan. Bunda nitip Mentari, kabari bunda segera kalo Mentari kenapa - Napa ya sayang." Pinta Bunda Mentari lagi.
"Siap Bunda." Jawab Abi.
"Yasudah, baik - baik disana ya anak - anak, nitip Mentari." Pamit Bundanya dan memutuskan panggilan.
Setelah panggilan berakhir, Bunda menangis sejadi - jadinya. Ayah menghampiri istrinya dan mencoba menenangkannya. Mereka tak berani membayangkan betapa pilunya hati Mentari saat ini, bila harus kehilangan lagi orang yang sangat dicintainya untuk kesekian kali.
"Kapan kau akan benar - benar bahagia sayang." Isak Bunda.
"Bunda ingin selalu melihatmu tersenyum." Bunda bergumam dalam isakannya.
Sementara dirumah Mentari sudah berkumpul Abi, Haifa, Noni, Mike dan Cassandra. Mereka masih menunggu Mentari siuman. Haifa masih menggenggam tangan Mentari. Sementara yang lain menunggu ponsel berdering memberi kabar baik.
Drrrt Drrrt
🎶🎶🎶🎶
Ponsel Abi berdering.
__ADS_1
- Abang -
Abi : "Ya bang"
^^^Dave : "Dimana Lo Dek?^^^
^^^ Rumah sepi nih, ^^^
^^^ngelayab Lo?"^^^
Abi : "Di rumah Mentari
banh, jagain Mentari.
Maaf Abi ga pulang malem ini."
^^^Dave : "Emang ^^^
^^^Mentari kenapa?"^^^
Abi.: " Panjang ceritanya bang,
nanti Abi ceritain pas Abi pulang."
Tut... tut... tut...
Dave mematikan panggilan. Ia segera beranjak menuju rumah Mentari. Ia bahkan belum mengganti bajunya. Jas nya pun masih ia tenteng di tangan kirinya.
Sampai di rumah Mentari, Ia tidak merasakan adanya keanehan, sangat sepi namun terdengar sayup - sayup suara dari lantai dua. Maka Dave memutuskan naik ke lantai dua, mencari sumber suara. Benar saja, ada sebuah pintu ruangan terbuka, dan ternyata ada beberapa orang di dalamnya.
Dave segera memasuki ruangan dan mendekat ke arah Mentari dibaringkan. Nampak sangat kacau sekali. Abi yang melihat kakaknya berada di samping tempat tidur Mentari, beranjak dan menghampiri Dave.
"Ada Apa ini? Kenapa dengan Mentari?" Ucap Dave ketika merasakan keberadaan Abi di sebelahnya.
"Kekasih Mentari berada dalam pesawat yang semalam kecelakaan dan sekarang belum diketahui keberadaannya." Jelas Abi.
"What? Dia pasti terpukul sekali." Ucap Dave.
"Kalian pasti belum makan." Ucap Dave lagi sambil memutar pandangan dan meraih ponselnya. Dia memesan makanan siap antar untuk mereka semua yang ada di rumah Mentari.
"Abang baru aja pulang? Istirahat aja bang, biar kita yang jaga Mentari disini. Abang pasti capek banget." Abi meminta abangnya untuk tidak menghawatirkan Mentari.
"Gue gak papa. Kita makan aja dulu, gue dah pesenin makanan. Habis itu gue pulang." Ucap Dave sambil menepuk punggung Abi.
__ADS_1