TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Penyerangan


__ADS_3

"Yeayhhh..." Mentari bersorak kegirangan. Sudah seminggu dia terkurung di rumahnya. Akhirnya ia diperbolehkan ikut Jo ke cafe nya.


Jo hanya tersenyum dan membelai rambut Mentari melihat betapa girangnya pujaan hatinya ini. Dia ingin selalu menemani pujaan hatinya seperti saat ini. Bukan Mentari yang ingin selalu mengikuti Jo, tapi Jo lah tak bisa jauh dari Mentari. Namun 3 hari lagi papanya meminta Jo untuk tebang ke Paris. Dia harus mendampingi papanya untuk perjalanan bisnis.


Saat ini Jo ragu, dia belum memutuskan untuk pergi, pasalnya ia enggan berpisah dengan Mentari.


"Sayang ada yang harus aku omongin ke kamu." Jo memberanikan diri sambil memegang tangan Mentari.


"Hmmm?" Mentari menghentikan sendokannya bersiap mendengarkan.


"Tiga hari lagi papa minta aku dampingi dia di Paris." Ucap Jo ragu.


"Olala... quelle bonne nouvelle!" Seru Mentari.


"Jaga diri kamu, jangan lupa oleh - oleh." Sambung Mentari sambil tersenyum dan menyendokkan cheese cake ke mulut Jo.


"Ohh ... satu lagi, Salam buat papa." Sambungnya lagi.


"Kamu gak papa aku tinggalin?" Tanya Jo.


"Ya gak papa sayang. Tenang aja, aku baik - baik aja. Gak usah kuatir gitu, aku juga bukan anak kecil lagi." Ucap Mentari mencoba meyakinkan. Namun Jo masih bimbang.


Hingga hari keberangkatannya pun Jo masih ragu untuk meninggalkan Mentari sendirian. Meski Jo sudah meminta bantuan dari Mike, Noni, Abi dan beberapa orang kepercayaan Jo untuk menjaga Mentari dari jauh, namun nyatanya Jo tetap tidak tenang meninggalkan Mentari.


"Jaga dirimu sayang." Ucap Jo sambil mencium kening Mentari.


"Kamu juga sayang. Kasih kabar kalo udah landing." Balas Mentari sambil memeluk Jo. Dengan berat hati Jo pergi ke Paris untuk mendampingi papanya, meninggalkan Mentari pada beberapa orang kepercayaannya.


Mike, Noni dan Abi ikut melepas keberangkatan Jo ke Paris. Karena kasus yang kemarin saja buntu, dia takut akan terjadi hal yang lebih menakutkan.


Usai melepas kepergian Jo, mereka mampir ke cafe Jo, kapan lagi mereka bisa menikmati ngafe ngafe gratis.


"Lo bolak - balik kampus sama Abi. Kalo diarea kampus Lo Ama gue sama Noni, kalo Lo pengen jalan - jalan ajak Noni." Terang Mike. Jo mempercayakan Mentari pada mereka karena mereka punya basic Bela diri yang mumpuni. Jo percaya Mentari bakal aman tapi ga canggung.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk patuh. Hanya Mentari yang menjawab dengan sungkan.


"Lo kalo kangen pengen dicium, bilang aja ke gue, biar gue wakilin." Gurau Mike yang mendapat toyoran dari Abi dan Noni.


"Ngarep Lo." Ucap Abi sewot.


Mereka menghabiskan sore di cafe Jo. Saat mereka hendak pulang, Jo melakukan video call sehingga mereka kembali duduk di tempat semula. Tadinya Jo bermaksud memberikan kabar bahwa dirinya sudah selamat sampai di Paris dan sekarang ia berada di kediamannya di kawasan Bougival yang letaknya di sebelah Utara kota Paris.


"Kapan - kapan ajak gue kesana kali." Ucap Mike.


"Nama Lo Mikail, jiwa Lo Hades." Ucap Noni.


"Iya kalian bertiga Cerberusnya. Mau?" Mike mulai sewot.


Jo hanya tersenyum melihat polah teman - temannya itu bagaimana pun juga mereka berusaha menjaga dan menghibur kekasih hatinya.


"Iya nanti gue ajak kalian holiday ke Paris." Jawab Jo menyetujui.


"Awas aja Lo Tari ya...." Geram Karina.


Hari berlalu, setiap 30 menit sekali Jo akan mengabari, jika lebih dari 10 menit belum dibalas, maka dia akan boom spam. Padahal Mentari takut nantinya ia akan mengganggu Jo dan papanya.


Hari ini Mentari berencana jalan dengan Noni, Haifa dan Cassandra. Mereka akan berbelanja, menonton dan malamnya barbeque-an di rumah Mentari. Mereka pergi nonton berempat dengan mobil milik Mentari, usai film selesai mereka mengisi perut mereka dan akhirnya mereka berbelanja.


Mereka berhasil membawa 2 kantong besar belanjaan. Saat mendorong belanjaan dengan troli, merek dihadang oleh sekelompok orang berbadan besar. Sepertinya mereka tidak berniat memalak atau menggoda, karena mereka langsung menodong salah satu dari mereka.


"Lepasin tangan Lo dari temen gue." Ucap Noni berang.


Haifa yang ditodongkan pisau di lehernya hanya pasrah dan hampir menangis.


"Serahin gadis bertopi dulu." Ucap salah satu dari mereka. Mereka meminta menukar Haifa dengan Mentari.


Mentari bersedia menyerahkan diri namun ditahan oleh Noni.

__ADS_1


"Jangan!!!" Bentak Noni.


Ketika Mentari sampai di tangan mereka, sekelompok orang berusaha mendapatkan Mentari kembali. Mereka terlibat perkelahian hebat, salah satu dari mereka bahkan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. Mentari dan Noni pun ikut terlibat bersama mereka. Bahkan Mentari merobohkan dua orang. Mereka semuanya kabur dan Mentari berhasil selamat dengan memar di bagian tangannya.


"Terima kasih Pak." Ucap mereka bersamaan pada sekelompok orang yang menolong mereka.


"Ini sudah tugas saya menjaga nona." Ucap salah satu dari mereka yang berperawakan ramping berotot.


Agaknya mereka adalah penjaga rahasia yang ditugaskan oleh Jo untuk menjaga Mentari. Namun tampilan mereka tidak seperti bodyguard berbadan kekar dan berbaju serba hitam. Perawakan mereka ramping, namun berotot. Bahkan tadi yang berbicara pada mereka terkesan cantik dengan rambut panjang yang dicepol.


Mereka pulang ke rumah Mentari dengan diantar oleh para penolong mereka tadi.


"Ya Ampun anak Bunda... kamu habis ngapain sampe berantakan begitu..." Ucap Bunda melihat keadaan Mentari yang berantakan saat memasuki rumah.


Bunda pun mendapati tangan Mentari yang Memar.


"Ini tangan kamu juga, Noni juga. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Bunda makin khawatir.


"Tadi ada yang mau bawa Mentari Bunda." Jawab Noni. Mentari melotot ke arah Mentari karena menceritakannya pada Bunda.


" Enggak gitu kok bunda. Kita gak papa ya kan." Elak Mentari, ia takut bundanya kuatir.


"Ayo buruan masuk, lekas obati luka kalian." Ajak Bunda. Bunda mengobati memar Mentari dan Noni dibantu oleh Cassandra dan Haifa.


Meski Mentari dan Noni terluka, mereka tetap melakukan pesta barbeque di balkon rumah Mentari. Sementara Haifa dan Cassandra sibuk dengan panggangannya, Mentari dan Noni tengah diomeli oleh Jo lewat video call. Sepertinya orang - orang Jo sudah melaporkan kejadian tadi.


Noni kena omel karena dianggap tidak becus menjaga Mentari, sedangkan Mentari diomeli karena ikut terlibat dalam perkelahian, padahal tanpa Mentari turun tangan pun orang - orang utusan Jo mampu menumbangkan mereka semua.


"Pokoknya ga ada lain kali, Kamu ga boleh ikut terlibat kegaduhan apalagi ikut tonjok - tonjokan." Ucap Jo.


"Sayang jaga diri baik - baik ya... aku tuh gak mau kalo kamu sampe kenapa - napa. Mereka pasti udah targetin kamu, mereka bawa senjata tajam juga kan?" Cecar Jo.


"Tolong jaga diri kamu baik - baik. Oke?" Pinta Jo dengan wajah yang sedih. Ia sedih karena meski sudah di jaga nyatanya Mentari tetap terluka. Dia merasa belum maksimal menjaga kekasih hatinya.

__ADS_1


__ADS_2