TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Mari Kita Mulai Dari Awal


__ADS_3

Dokter memeriksa semua kondisi alat vital dan reaksi terhadap simultan Mentari. Hingga dokter dapat menyimpulkan, Mentari dalam kondisi terjaga dan melewati fase koma nya.


Dokter menyampaikan perkembangan kondisi Mentari pada keluarganya, dan tentu saja ada Dave diantara mereka. Kabar baik yang mereka dengar membawa rasa suka cita bagi mereka. Sudah sebulan lamanya Mentari berada dalam fase koma. Hingga keluarganya memindahkan Mentari ke rumah sakit milik keluarganya sendiri dengan dokter khusus yang merupakan rekanan mereka.


Menurut pemaparan dokter, kini tinggal menunggu Mentari bangun dari tidur pulasnya. Hampir setiap Hari Dave menemani Mentari, usai pulang dari tempat kerjanya. Dave akan mengganti pakaiannya terlebih dahulu di apartemennya kemudian dia akan menemani Mentari sepanjang malam.


Ia belum pulang ke rumah sejak Mentari dirawat, bahkan kepulangan kedua orang tuanya pun tak membuatnya bergeming untuk pulang ke rumah saat ini. Padahal Mentari di rawat di rumah sakit milik Ibu Mentari sendiri, dan sudah bisa dipastikan ia pasti akan selalu dipantau dan dijaga dengan baik. Namun, apa boleh dikata, bahwa Cinta bisa membuat mereka buta. Termasuk buta mengenali keadaan bukankah demikian?


Saat ini Dave sudah berada di dekat tempat tidur Mentari, seperti biasanya Dave melakukan komunikasi searah layaknya bermonolog seorang diri.

__ADS_1


"Hai sunshine... Apa kau masih mengantuk?" Ucap Dave sambil mengatupkan jari - jari Mentari dengan jari - jari tangan miliknya.


"Kau mimpi apa hari ini sayang?" Sambungnya lagi. Dave mengecup punggung tangan Mentari.


Jari - jari tangan Mentari bergerak perlahan, ketika punggung tangannya dikecup oleh Dave. Perlahan tapi pasti, gerakan jarinya terasa sangat nyata, hingga Dave memastikannya dengan seksama.


Kelopak mata Mentari mulai bergerak perlahan, sedikit demi sedikit mata Mentari terbuka.


"Kau mengenaliku? Kau tahu ini dimana? Kau tahu siapa namamu?" Dave mencecar Mentari dengan rentetan pertanyaan, sambil tangannya menyentuh tombol darurat.

__ADS_1


Dokter dan tenaga medis datang dengan tergopoh - gopoh memasuki ruangan dimana Mentari dirawat. Dokter memeriksa dengan seksama kondisi Mentari, menanyakan hal yang hampir sama dengan yang Dave lakukan barusan. Sementara para tenaga medis mencatat rekam medis Mentari dengan terperinci.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Mentari dijadwalkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan yakni beberapa pemindaian untuk memastikan kondisi otaknya baik - baik saja. Sejauh yang bisa Dave pahami dari pembicaraan dokter dan bunda Mentari, Mentari mengalami Amnesia Pasca Trauma - Disosiatif.


Dave segera mencari tahu tentang Amnesia jenis Pasca Trauma - Disosiatif melalui ponsel pintarnya. Di sebuah aplikasi mesin penelusuran ia menuliskan "Amnesia Pasca Trauma - Disosiatif". Dari hasil penelusuran melalui mesin pencarian Google dituliskan dalam sebuah artikel bahwa :


..."Amnesia pasca trauma adalah ketidakmampuan untuk mempelajari informasi baru setelah terjadinya cedera otak. Penyandang amnesia pasca trauma umumnya terlihat kebingungan, tidak dapat mengenali lingkungan sekitarnya (disorientasi), dan tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi setelah trauma kepala. Pada kondisi ini umumnya penyandang amnesia sudah sadar, namun kadang tidak dapat mengenali tenaga kesehatan dan keluarga dekatnya. Selama waktu ini, orang yang selamat mungkin tidak dapat mengingat ingatan tertentu. Ini dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa minggu, tergantung pada tingkat keparahan cedera otak. Amnesia jenis Disosiatif adalah jenis amnesia ini dapat menyebabkan korban tidak hanya melupakan ingatannya tetapi juga identitasnya. Mereka mungkin tidak mengenali bayangan mereka sendiri di cermin."...


Tubuh Dave terhenyak, setelah membaca artikel tentang amnesi yang dialami Mentari. Itu artinya, Mentari tidak dapat mengenali orang terdekatnya, bahkan dirinya sendiri. Pantas saya ia tak merespon saat ditanya tadi. Semula Dave mengira respon Mentari adalah wajar setelah ia melewati masa koma, namun setelah tak mendengar pemaparan dokter, Dave merasa sangat pilu.

__ADS_1


Namun ini berarti, Mentari juga akan melupakan Jo. Bukankah ini awal yang baik bagi hubungan Dave dengan Mentari nantinya? Senyum Dave mengembang, Ia bertekad untuk selalu mendampingi Mentari, melukis kenangan baru untuk memori baru Mentari.


"Mari kita mulai dari awal." Gumam Dave pada dirinya sendiri.


__ADS_2